TKN Sebut Demo Pascapemilu 2019 Melawan Kehendak Rakyat

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:58 WIB
TKN Sebut Demo Pascapemilu 2019 Melawan Kehendak Rakyat
Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily merespon soal aksi unjuk rasa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan (Gerak) di kantor Bawaslu RI, Jakarta pada Jumat (10/5/2019).

Menurut Ace langkah masyarakat untuk melakukan unjuk rasa setelah Pemilu 2019 dilaksanakan.

Ace menjelaskan, pengerahan massa untuk menuntut penyelenggara pemilu, saat ini dirasakan tidak tepat. Lantaran, pengerahan kekuatan rakyat, sebenarnya sudah terjadi pada hari pencoblosan 17 April lalu. 

"Rasanya sudah tidak pada tempatnya lagi melakukan tekanan melalui massa. Karena mandat rakyat sudah diberikan tanggal 17 April. Itu adalah momentum yang sesungguhnya dari pilihan rakyat," kata Ace di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jumat (10/5/2019). 

"Nah upaya mobilisasi massa dengan cara menekan penyelenggara pemilu menurut saya sangat tidak tepat. Kenapa? Karena representasi rakyatnya sudah ditunjukan tanggal 17 April," sambungnya.

Ace menjelaskan seharusnya yang dilakukan masyarakat ialah mempersilakan penyelenggara pemilu untuk bekerja menuntaskan penghitungan suara Pemilu 2019.

Apalagi, menurutnya, tuduhan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif yang selalu diteriakan kubu Koalisi Indonesia Adil Makmur jelas tidak mendasar, lantaran yang berhak menentukan hal tersebut ialah Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Jadi istilah TSM, terstruktur, sistematis dan masif ditambah lagi istilah brutal, itu istilah karangan mereka yang tidak bisa dibuktikan dan istilah tersebut yang punya kewenangan untuk memutuskan apakah itu TSM atau tidak ya MK," tandasnya.

Untuk diketahui, massa yang mengatasnamakan Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan (Gerak) melakukan aksi di depan kantor Bawaslu RI, Jumat (10/5/2019). Massa tersebut dipimpin Politisi PAN Eggi Sudjana dan Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen.

baca juga

Polisi pun melakukan pengamanan selama aksi di depan kantor Bawaslu berjalan. Bahkan personel mengenakan sorban dan peci selama mengawal massa aksi.

Salah satu petugas Brimob, Iptu Taufik Hidayat, ia dan rekan-rekannya sengaja memakai pakaian khas muslim untuk mengawal aksi. Menurutnya, tujuannya adalah untuk menyejukkan suasana selama aksi berlangsung.

"Iya ini biar adem aja, menyejukkan suasana. Biar enggak panas-panas," ujar Taufik di depan Kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, (10/5/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Bawaslu, Ketua Reuni 212 Ajak Massa Masuk Penjara Biar Makanan Habis

Demo Bawaslu, Ketua Reuni 212 Ajak Massa Masuk Penjara Biar Makanan Habis

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:49 WIB

Tersangka Makar Eggi Sudjana Ajukan Praperadilan, Polda Metro Siap Hadapi

Tersangka Makar Eggi Sudjana Ajukan Praperadilan, Polda Metro Siap Hadapi

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:00 WIB

Didemo Ormas Gabungan, Polisi Tutup Jalan di Depan Bawaslu

Didemo Ormas Gabungan, Polisi Tutup Jalan di Depan Bawaslu

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 15:52 WIB

Biar Sejuk, Polisi Bersorban Kawal Demo Massa Kivlan Zein di Bawaslu

Biar Sejuk, Polisi Bersorban Kawal Demo Massa Kivlan Zein di Bawaslu

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 14:58 WIB

Bisnis Massa Aksi, TKN Duga Ratusan Miliar Uang Sandiaga Dinikmati Kivlan

Bisnis Massa Aksi, TKN Duga Ratusan Miliar Uang Sandiaga Dinikmati Kivlan

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×