Polisi Sita 141 Burung Kakatua Ilegal di Indragiri Hilir

Chandra Iswinarno
Polisi Sita 141 Burung Kakatua Ilegal di Indragiri Hilir
Kasus perdagangan satwa dilindungi. [Antara]

Burung-burung tersebut diketahui diangkut dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dengan tujuan Tembilahan.

Suara.com - Penyelundupan 141 ekor burung kakatua bernama latin Cacatua sp menggunakan perhau cepat Dita Expres di Perairan Sungai Indragiri Kelurahan Sungai Perak berhasil digagalkan Polres Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Kasubbag Humas Polres Indragiri Hilir AKP Syafri Joni mengatakan perahu cepat yang diduga mengangkut satwa liar dilindungi itu dinahkodai seorang laki-laki bernama Abdul Salam alias Salam Bin Sakek.

"Ada satu orang yang ditahan dalam kasus ini bersama perahu cepat itu, serta 141 burung," ujar Joni seperti dilansir Antara, Minggu (12/5/2019).

Joni menjelaskan, penahanan perahu cepat yang membawa burung paruh bengkok ini terjadi pada Jumat (10/5/2019) lalu sekitar pukul 10.50 WIB di perairan Sungai Indragiri, Kelurahan Sungai Perak, Kecamatan Tembilahan.

Burung-burung tersebut diketahui diangkut dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dengan tujuan Tembilahan. Saat ditangkap, diketahui burung-burung itu tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah sehingga diduga ada upaya memperdagangkan satwa liar yang dilindungi.

Penangkapan itu berkat informasi dari masyarakat yang mengetahui ada pengangkutan burung di satu kapal, dan polisi segera bertindak hingga akhirnya dapat mengungkap dugaan penjualan satwa dilindungi.

Meski begitu, saat ini sarana pengangkut barang bukti beserta nakhoda ditahan di Markas Polres Indragiri Hilir. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS