Dorong Moderasi, Masyarakat ASEAN Sepakat Promosikan Budaya

Selasa, 14 Mei 2019 | 13:43 WIB
Dorong Moderasi, Masyarakat ASEAN Sepakat Promosikan Budaya
"Working Group on Culture of Prevention", di Chiang Mai Thailand, Senin (13/5/2019). (Dok : Menpora).

Suara.com - Ketua ASEAN Senior Official Meeting on Youth (SOMY ), Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, masyarakat ASEAN memiliki komitmen untuk mempromosikan budaya yang mendorong moderasi. Hal itu disampaikannya dalam "Working Group on Culture of Prevention", di Chiang Mai Thailand, Senin (13/5/2019). 

"Masalah kebencian dan radikalisme yang didasarkan pada agama, etnisitas dan identitas kelompok menjadi keprihatinan kita semua, sesama negara ASEAN, dan memperoleh perhatian bersama untuk penyelesaian," tegasnya.

Di samping masalah radikalisme, masalah yang disoroti adalah tentang cyberbullying yang sudah pada taraf membahayakan kohesi sosial. Selain itu juga narkotika dan zat adiktif yang membahayakan generasi muda.

"Salah satu solusi yang disepakati adalah mempromosikan nilai moderasi dan membangun literasi di berbagai bidangdan aspek kehidupan sosial kemasyarakatan, serta mencegah merajalelanya hoaks, perundungan berbasis siber (cyberbullying), dan radikalisme. Di samping langkah pencegahan, forum juga menyampaikan perlunya mengambil langkah penindakan", tegas Niam, yang juga Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga ini.

Untuk membangun harmoni dan moderasi di kalangan kaum muda, Indonesia menyampaikan akan melaksanakan pertemuan pemuda antar agama melaui ASEASN Interfaith Youth Camp.

"Kementerian Pemuda dan Olahraga siap memimpin kegiatan dialog pemuda antaragama untuk meningkatkan kesepahaman dan menimalkan kecurigaaan, serta ketegangan akibat perbedaan agama. Insya Allah dilaksanakan di Mataram, Juni mendatang", tambahnya.

Working Group on Culture of Prevention ini dilaksanakan untuk kedua kali, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat ASEAN yang damai, inklusif, tangguh, sehat, dan harmonis.

Dalam forum ASEAN Summit pada 2017, para pemimpinan negara ASEAN mengadopsi ASEAN Declaration of the Culture of Prevention (CoP) for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy, and Harmonious Society.  

Deklarasi ini menitikberatkan pada inisiatif pemegang kebijakan dan pendekatan partisipatif dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di ASEAN. Hadir dalam pertemuan ini, delegasi dari seluruh anggota ASEAN dan para chairman di lingkungan ASEAN, seperti SOMY, SOM-ED, SOMS, ACDM, ASOEN, COM, dan COCI. 

Baca Juga: Menpora Bahas Persiapan Paskibraka di Hari Sumpah Pemuda 2019

Delegasi dari Indonesia berasal dari Kementerian Luar Negeri, yang dipimpin Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Riaz Saehu,  Kementerian Pemuda dan Olah Raga, yang dihadiri oleh Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh sebagai Ketua ASEAN SOMY dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dihadiri Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid sebagai Ketua ASEAN Committe on Culture and Information (COCI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI