Fahri Hamzah: Kecuranga Pemilu 2019 Bisa Tumbuhkan Benih Radikalisme

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Kamis, 16 Mei 2019 | 11:03 WIB
Fahri Hamzah: Kecuranga Pemilu 2019 Bisa Tumbuhkan Benih Radikalisme
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (7/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyebut kecurangan Pemilu 2019 dapat menumbuhkan benih radikalisme. Menurutnya, semua itu bisa terjadi jika penyelenggara pemilu dinilainya terkesan terus mau menang sendiri dan diam atas beberapa peringatan terkait kecurangan pemilu.

Hal itu disampaikan Fahri lewat akun Twitternya @Fahrihamzah. Lewat kicauan berantai atau kultwit, Fahri Hamzah menjabarkan mulai dari penyelenggara pemilu yang dinilainya seakan-akan mengatakan bahwa pemilu didesain untuk berlaku curang, hingga bahaya timbulnya benih radikalisme jika semua itu cenderung diabaikan.

Fahri Hamzah mengatakan, sebagai seseorang yang tidak ikut terlibat dalam kontestasi politik pada Pemilu 2019 hanya memberi peringatan atas apa yang dirasakannya. Fahri Hamzah mengaku hanya menginginkan bangsa ini selamat dan kembali bersatu.

Cuitan Twitter Fahri Hamzah. (Twitter)
Cuitan Twitter Fahri Hamzah. (Twitter)

Berikut kicauan berantai Fahri Hamzah lewat akun Twitter @Fahrihamzah seperti dikutip Suara.com, Kamis (16/5/2019):

Kesan saya, penyelenggara pemilu bilang gini,” salah sendiri gak curang, pemilu ini memang di-disain curang kok, silahkan curang sebesar-besarnya dan kecurangan yang tidak bisa dibuktikan akan menjadi kemenangan yang sah. Selama gugatan tidak mengurangi angka curang maka sia-sia saja!”.

Sebagai orang yg memutuskan tidak ikut kompetisi tahun ini, saya mendengar tentang massifnya kecurangan di pemilu kali ini. Hal ini saya dengar bukan saja dari yang kalah tapi juga dari yang memang. Tapi penyelenggara pemilu tidak menerimanya dengan keprihatinan.

Dulu ada kecurangan, retail dan kecil, diam-diam dan hanya buah bibir. Sekarang kecurangan telah kita Peringatkan tapi didiamkan, mulai dari rekayasa DPT, manipulasi pencoblosan sampai sulap menyulap rekap suara. Sikap penyelenggara pemilu sama, memuji diri sendiri dengan segala cara.

Masih ada waktu untuk bersikap Arif dan bijaksana; paling tidak, Sudilah mendengar apa adanya, akuilah kelemahan dan mau membentuk tim investigasi bersama agar hasil pemilu ini bersih dan legitimate diterima oleh semua pihak dan melahirkan pemimpin berwibawa dan terhormat.

Sikap penyelenggara pemilu yang mau menang sendiri sekarang ini saya khawatirkan akan menyebabkan lahirinya goncangan di tengah publik. Tidak ada yang tampil menjawab kegelisahan publik. Yang banyak adalah yang membela diri secara berlebihan bahkan mengancam yang bertanya.

baca juga

Nanti kalau kegelisahan ini menjadi bara api yg menyebar, kesadaran kita terlambat sudah. Janganlah sampai kiranya. Penyelenggara pemilu dan pemerintah sebagai penanggungjawab jangan menghadapi masyarakat dengan ancaman dan senjata. Bahaya. Radikalisasi di depan mata.

Pada massa (crowd) itu, hukum kekekalan energi juga berlaku. Energi masyarakat itu ada untuk disalurkan karena ia tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan. Semakin keras ditekan, ia akan melawan tapi jika disalurkan ia mengalir memberi manfaat. Sekarang publik merasa ditekan.

Bisakah penyelenggara pemilu mengubah mentalitasnya dari yang menolak menjadi yang menerima? Bisakah semua yang bertugas justru datang dengan keterbukaan dan mempersilahkan semua bicara dan mendapat jawaban memuaskan? kalau tidak, ia menyumbat. Dan bisa meledak.

Saya hanya memberi peringatan, apa yg saya rasakan. Agar bangsa ini selamat dan agar rakyatnya kembali bersatu. Terima kasih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat Sindir Ada Pihak Tolak Pertemuan AHY dan Tokoh Nasional di Bogor

Demokrat Sindir Ada Pihak Tolak Pertemuan AHY dan Tokoh Nasional di Bogor

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 10:58 WIB

Sebut Prabowo-Sandi Peserta Pemilu Terburuk, Dedek Prayudi: Ini Soal Rakyat

Sebut Prabowo-Sandi Peserta Pemilu Terburuk, Dedek Prayudi: Ini Soal Rakyat

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 09:31 WIB

AHY: Demokrat Hormati Kerja KPU

AHY: Demokrat Hormati Kerja KPU

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 03:45 WIB

Tolak Penghitungan Suara, Yusril Tantang Prabowo Beberkan Bukti Kecurangan

Tolak Penghitungan Suara, Yusril Tantang Prabowo Beberkan Bukti Kecurangan

News | Rabu, 15 Mei 2019 | 21:23 WIB

Sebelum Bubar, Massa Berbaju Putih Menulis Petisi Untuk KPU

Sebelum Bubar, Massa Berbaju Putih Menulis Petisi Untuk KPU

Jatim | Rabu, 15 Mei 2019 | 18:04 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×