Jakarta Buka Pintu untuk Pendatang Baru Usai Lebaran 2019

Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
Jakarta Buka Pintu untuk Pendatang Baru Usai Lebaran 2019
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah. (Suara.com/Tyo)

Warga yang ingin mengadu nasib di Jakarta untuk mengikuti aturan yang berlaku di Ibu Kota.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi lonjakan penduduk yang sering terjadi di Jakarta usai Hari Raya Idul Fitri. Jakarta terbuka untuk semua warga Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengakui tidak bisa membuat aturan khusus untuk mencegah Jakarta semakin padat akibat penambahan orang yang masuk ke ibu kota setelah lebaran.

"Kita tidak bisa bilang tidak boleh datang Jakarta karena Jakarta adalah kota terbuka," kata Saefullah saat ditemui di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Dia hanya meminta warga yang ingin mengadu nasib di Jakarta untuk mengikuti aturan yang berlaku di Ibu Kota.

"Pulang kampung itu pasti ada, kembali juga pasti ada. Nanti kalau kembali ke jakarta saya minta seluruh dokumen kependudukannya dipenuhi," tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta total keseluruhan pemudik yang kembali ke Ibu Kota pada 2018 mencapai 5.934.686 orang dengan rincian 3.940.676 pemudik menggunakan mobil, 634.703 pemudik dengan pesawat, 5551.479 pemudik dengan kereta api, 501.302 pemudik dengan sepeda motor, 292.868 pemudik dengan bus dan 13.658 pemudik dengan kapal laut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS