Dituding Arief Puyuono Bohongi Publik, KPU Beberkan Hasil Final Pemilu

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Selasa, 21 Mei 2019 | 18:56 WIB
Dituding Arief Puyuono Bohongi Publik, KPU Beberkan Hasil Final Pemilu
Ketua KPU RI Viryan Aziz. (Suara.com/Muhammad Yasir).

Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Aziz menepis tudingan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut KPU telah melakukan kebohongan publik lantaran menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang belum tuntas.

Terkait tudingan itu, Viryan mengatakan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara berdasarkan hasil rekapitulasi manual berjenjang yang dilakukan dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional yang telah diselesaikan pada Selasa (19/5/2019) pukul 01.46 WIB.

Maka, kata dia, rekapitulasi penghitungan suara itu bukan berdasar pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang memang belum mencapai 100 persen seperti dikatakan Arief Poyuono.

"Situng itu sekali lagi dia hanya alat bantu untuk informasi kepada publik terkait informasi Pemilu. Namun demikian meskipun hasil sementara basisnya sama yaitu form C1. Kenapa belum selesai? Dimungkinkan terjadi karena sejumlah dokumen form C1 itu masih berada di dalam kotak," kata Viryan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

"Dengan sudah adanya hasil resmi tentu kita semua mengacu kepada hasil resmi yang sudah ditetapkan dini hari tadi pukul 01.46 WIB," imbuhnya.

Kendati hasil resmi perolehan suara Pemilu 2019 telah ditetapkan, menurutnya proses input data pada Situng KPU akan tetap diselesaikan hingga mencapai 100 persen. Hal itu dimaksudkan sebagai kewajiban KPU sebagai penyelenggara Pemilu untuk memenuhi hak publik terkait keterbukaan informasi.

"Kita tetap meminta teman-teman menyelesaikan Situng karena itu hak publik untuk mendapatkan informasi, ingin tahu di TPS berapa suaranya berapa, dari dokumen yang autentik, dokumen apa adanya dan itu terus kami dorong. Teman-teman sampai tadi pagi, kami meminta teman-teman di daerah terus menyelesaikan Situng," ungkapnya.

Sebagimana diketahui, Arief Poyuono berencana melaporkan komisioner KPU lantaran dinilai telah membohongi publik. Arief menyebutkan komisioner KPU berbohong karena telah mengumumkan hasil penghitungan suara nasional Pemilihan Presiden 2019 yang belum tuntas.

Arief menilai KPU berniat untuk melakukan kecurangan dengan mengumumkan hasil sebelum penghitungan suara selesai dilakukan. Menurutnya rekapitulasi suara melalui sistem penghitungan suara (situng) KPU pada pukul 14.45 WIB baru mengumpulkan 92 persen.

baca juga

"Di situng KPU baru diinput sebanyak 92.67843 persen versi 21 Mei 2019 jam 14.45 WIB. Ini perhitungan pilpres yang diumumkan oleh KPU adalah ilegal dan tidak bisa di dipertanggung jawabkan," kata Arief melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (21/5/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arief Poyuono Akan Polisikan Komisioner KPU karena Bohongi Publik

Arief Poyuono Akan Polisikan Komisioner KPU karena Bohongi Publik

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 16:17 WIB

KPU Bantah Tudingan Prabowo Penetapan Rekapitulasi Suara Senyap-Senyap

KPU Bantah Tudingan Prabowo Penetapan Rekapitulasi Suara Senyap-Senyap

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 14:27 WIB

Prabowo: Pengumuman KPU Senyap-senyap di Waktu yang Janggal

Prabowo: Pengumuman KPU Senyap-senyap di Waktu yang Janggal

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 13:14 WIB

Terkini

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:58 WIB

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:54 WIB

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 10:49 WIB

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB

×