Ikhwanul Muslimin Tuntut Tanggung Jawab Mesir Atas Kematian Morsi

Bangun Santoso

Rabu, 19 Juni 2019 | 13:08 WIB
Ikhwanul Muslimin Tuntut Tanggung Jawab Mesir Atas Kematian Morsi
Sejumlah warga Mesir di Istanbul Turki membawa foto mantan Presiden Mesir Turki Mohamed Morsi. (AFP)

Suara.com - Ikhwanul Muslimin, partai politik yang dahulu dipimpin oleh mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi, menyerukan diadakannya penyelidikan internasional atas kematian tiba-tiba mantan pemimpin itu.

Putra Morsi, Ahmed, mengatakan lewat Facebook bahwa ayahnya telah dimakamkan di samping mendiang tokoh-tokoh senior Ikhwanul Muslimin di Kairo.

Mohammed Morsi, Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis, digulingkan oleh militer pada tahun 2013, dan meninggal di ruang pengadilan hari Senin (17/6) di mana ia sedang diadili atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata.

Partai Keadilan dan Kebebasan Ikhwanul Muslimin menyatakan dalam websitenya bahwa para penguasa Mesir bertanggung-jawab penuh atas kematian Morsi.

Murad Adaileh, Sekretaris Jenderal Front Aksi Islam mengatakan, “Hari ini Doktor Mohammed Morsi telah menjadi syuhada dan sekaligus pahlawan. Rezim militer bertanggung-jawab atas kematiannya, karena telah memenjarakannya secara tidak adil dan tidak memberikan pengobatan yang diperlukan, serta melarang keluarganya datang berkunjung.Apa yang terjadi terhadap Morsi adalah jelas-jelas kejahatan dan kami menyerukan diadakannya penyelidikan internasional atas kematiannya ini.”

Morsi, tokoh tertinggi dalam kelompok Ikhwanul Muslimin digulingkan dari jabatan presiden oleh kudeta militer tahun 2013, setelah terjadinya aksi protes massal menentang pemerintahannya.

Setelah Morsi terguling pemerintahan militer Mesir memasukkan Morsi ke penjara, dimana ia telah berada sejak tahun 2013.Tentara kemudian mengadakan penumpasan atas kelompok Ikhwanul Muslimin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sekutu kuat Morsi ketika ia masih berkuasa, hari Senin menyebut Morsi sebagai seorang syuhada.

Kelompok Amnesty International menyerukan kepada penguasa Mesir supaya diadakan penyelidikan independen atas kematian Morsi, termasuk perawatan kesehatan yang diberikan padanya semasa ia dalam penjara.

baca juga

Kepala kejaksaan Mesir mengatakan, sebuah tim forensik akan memeriksa jenazah Morsi untuk menentukan penyebab kematiannya.

Sumber: VOA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty International Desak Penyelidikan Independen Kematian Morsi

Amnesty International Desak Penyelidikan Independen Kematian Morsi

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 06:17 WIB

Gabungan Ormas di Malaysia Desak Penyelidikan Tewasnya Morsi di Penjara

Gabungan Ormas di Malaysia Desak Penyelidikan Tewasnya Morsi di Penjara

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 13:39 WIB

Mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi, Meninggal Usai Disidang

Mantan Presiden Mesir, Mohamed Morsi, Meninggal Usai Disidang

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 05:05 WIB

Mesir Bekuk 29 Mata-mata Turki

Mesir Bekuk 29 Mata-mata Turki

News | Kamis, 23 November 2017 | 03:42 WIB

14 Pengikut Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Mesir Terkait Teror

14 Pengikut Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Mesir Terkait Teror

News | Minggu, 08 Oktober 2017 | 06:38 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×