Prabowo Kalah di MK, Demokrat Mundur Cantik dari Koalisi Adil Makmur

Iwan Supriyatna, Fakhri Fuadi Muflih

Sabtu, 29 Juni 2019 | 11:41 WIB
Prabowo Kalah di MK, Demokrat Mundur Cantik dari Koalisi Adil Makmur
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Syarif Hasan di d'consulate resto, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2019). (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Syarif Hasan menganggap masa partainya bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo - Sandiaga, Koalisi Adil Makmur sudah berakhir.

Menurutnya sejak awal partai Demokrat bergabung dengan koalisi karena mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Capres-Cawapres.

Karena itu ia menganggap setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan dari Prabowo - Sandiaga, masa koalisi sudah selesai. Hal itu ia ungkap dalam diskusi Polemik dengan tajuk 'Peta Politik Pasca Putusan MK'.

"Jadi garis finishnya di MK. Jadi setelah pembacaan keputusan itu, bisa dipastikan partai Demokrat sudah tidak ada di koalisi," ujar Syarif di d'consulate resto, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2019).

Syarif menuturkan, partai Demokrat masih belum menentukan sikap setelah putusan MK. Ia mengaku partai lambang mercy itu masih memiliki waktu untuk membicarakannya bahkan setelah Presiden dan wakil terpilih ditetapkan Oktober nanti.

"Biasanya setelah MPR, DPR ditetapkan, kemudian Presiden Wapres terpilih itu masih ada ruang untuk menjalin komunikasi hingga final," kata Syarif.

Menurut Syarif Partai Demokrat nyaman dengan posisi di dalam atau di luar pemerintahan. Menurutnya partainya itu sudah berpengalaman di kedua kubu.

"Demokrat sudah pernah dua periode di pemerintahan dan 2014-2029 kita berada di luar pemerintahan. Jadi kita cukup nyaman di posisi manapun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bubarkan BPN dan Koalisi Adil Makmur, Prabowo Minta Maaf Kalah di MK

Bubarkan BPN dan Koalisi Adil Makmur, Prabowo Minta Maaf Kalah di MK

News | Jum'at, 28 Juni 2019 | 20:26 WIB

Tanpa Sandiaga, Partai Koalisi Prabowo Gelar Rapat Tentukan Sikap Politik

Tanpa Sandiaga, Partai Koalisi Prabowo Gelar Rapat Tentukan Sikap Politik

News | Jum'at, 28 Juni 2019 | 16:49 WIB

Prabowo Kalah, Demokrat: Koalisi Indonesia Adil dan Makmur Berakhir

Prabowo Kalah, Demokrat: Koalisi Indonesia Adil dan Makmur Berakhir

News | Jum'at, 28 Juni 2019 | 15:44 WIB

Terkini

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:05 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB