Pengamat: Habib Rizieq Tak Punya Kekuatan Kendalikan Muslim, Cuekin Saja

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Juli 2019 | 12:16 WIB
Pengamat: Habib Rizieq Tak Punya Kekuatan Kendalikan Muslim, Cuekin Saja
Pimpinan Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab

Suara.com - Pengamat Universitas Katolik Widya Mandira atau Unwira Kupang, Marianus Kleden menilai Habib Rizieq Shibab sudah tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi umat Islam.

Alasannya mayoritas massa muslim di Indonesia masuk pada jaringan NU dan Muhammadiyah.

"Saya tidak yakin Rizieq punya power besar untuk mengendalikan umat Islam Indonesia karena mayoritas Islam dipegang oleh NU dan Muhammadiyah," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira itu, Selasa (9/7/2019).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan syarat rekonsialiasi ala kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Salah satu syaratnya dan kepulangan Habis Rizieq ke Tanah Air.

Menurut dia, mayoritas Muslim Indonesia dipegang oleh NU dan Muhammadiyah, di mana kedua ormas Islam ini mempunyai hubungan baik-baik saja dengan Presiden Jokowi.

"Jadi apa pentingnya Rizieq? Saya kira cuekin dia saja," kata Marianus Kleden.

Dia mengatakan, hal yang paling penting adalah Jokowi-Amin perlu memberikan perhatian pada elit pendukung pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno.

"Perhatian ini penting agar, tidak ada kelompok yang dibiarkan tercecer dibelakang, tetapi sama-sama dalam satu kebersamaan dalam membangun bangsa dan memperkokoh persatuan," kata Marianus Kleden.

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi secara terpisah menilai, selama ini kubu pasangan calon (paslon) 02 tersandera oleh kepentingan Habib Rizieq.

baca juga

"Syarat ini menurut saya, kubu paslon 02 sangat lebay menggadaikan kepentingan bangsa pada kepentingan individu seorang habib," katanya Ahmad Atang.

Sikap ini pula dapat dimaknai bahwa kubu 02 selama ini tersandera oleh kepentingan Habib, sehingga setiap keputusan apapun selalu dikaitkan dengan kepentingan Rizieq.

Menurut dia, sebagai seorang politisi yang patriotis, mestinya paslon 02 membela kepentingan dan keutuhan bangsa bukan mengedepan kepentingan individu, katanya menambahkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Zon Tolak Rekonsiliasi, TKN Jokowi: Elite Belum Move On

Fadli Zon Tolak Rekonsiliasi, TKN Jokowi: Elite Belum Move On

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 10:17 WIB

Fadli Zon Tolak Jokowi - Prabowo Rekonsiliasi: Memangnya Kita Perang?

Fadli Zon Tolak Jokowi - Prabowo Rekonsiliasi: Memangnya Kita Perang?

News | Senin, 08 Juli 2019 | 17:42 WIB

Ikuti Belitung Triathlon 2019, Target Sandiaga Uno Meleset

Ikuti Belitung Triathlon 2019, Target Sandiaga Uno Meleset

Sport | Minggu, 07 Juli 2019 | 17:35 WIB

Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo Dikaitkan dengan Habib Rizieq, PDIP: Aneh

Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo Dikaitkan dengan Habib Rizieq, PDIP: Aneh

News | Sabtu, 06 Juli 2019 | 16:21 WIB

PKB Kasih Syarat Partai Eks Pendukung Prabowo Mau Masuk Koalisi Jokowi

PKB Kasih Syarat Partai Eks Pendukung Prabowo Mau Masuk Koalisi Jokowi

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 16:09 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×