Walkot Tangerang: Menkumham Dapat Info Kurang Valid soal Aset Kemenkumham

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 17 Juli 2019 | 05:22 WIB
Walkot Tangerang: Menkumham Dapat Info Kurang Valid soal Aset Kemenkumham
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan izin pembangunan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi. Hal ini dikarenakan Pemerintahan Kota Tangerang masih menunggu pengesahan tata ruang.

‎Persoalan itu kemudian menimbulkan saling sindir antara Arief dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly. Ia mengaku heran dengan sikap Menkumham yang sudah mengesahkankan bangunan tersebut.

"Memang sampai sekarang kami pemerintah kota belum mengeluarkan izinnya karena masih ada menunggu pengesahan tata ruang. Nah Tapi beliau (Yasonna) sudah mengesakan," ujar Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Arief kemudian menyinggung pernyataan Yasonna soal dirinya yang dianggap menetapkan lahan Kementerian Hukum dan HAM sebagai lahan pertanian.

Pemkot Tangerang, kata Arief, sedang memperjuangkan kepentingan Menkumham dan kepentingan masyarakat karena di tata ruang Provinsi Banten lahan pertanian di Kota Tangerang pun sudah tidak ada di RT/ RW 2017.

"Nah kota Tangerang merevisi menyesuaikan itu nah tiba-tiba 2018 itu kita dapat informasi dan ada surat dari ATR bahwa harus ada lahan pertanian itu masalahnya, itu artinya kan sampai sekarang tata ruang Pemkot tangerang belum disahkan juga oleh gubernur karena terakhir gubernur bikin surat ke Mendagri, Mendagri minta untuk tetap menetapkan lahan pertanian," tandasnya.

Terkait itu, Arief menduga Menteri Yasonna mendapatkan informasi yang kurang valid.

"Kalau menurut saya sih pak menteri mungkin mendapatkan informasi yang kurang valid dari stafnya karena kan ini kita komunikasikan terus sama staf-stafnya saat rapat," kata dia.

Permasalahan aset Kemenkumhan kata Arief, sudah sering dirapatkan dengan Presiden Jokowi yakni sebanyak 12 kali. Namun pembahasan selalu deadlock kerena kawasan Kemenkumham belum semua terbangun di Kota Tangerang

"Karena begni kawasan Kemenkumham di Kota Tangerang itu luasnya 182 hektare, yang belum terbangun sisanya hanya 22 hektare, kalau ngebangun biasanya 60:40, artinya 60 dibangun 40 untuk fasilitas sosial atau umum, nah sisanya sekarang yang belum terbangun tinggal 13 persen itu kami minta ditata," katanya.

"Jadi misalnya politeknik alun-alun ya (dibangun) di luar, begitu. Jangan dimasukkan supaya masyarakat bisa juga manfaatkan ada sharing. (Menkumham) maunya jadi satu kawasan tertutup begitu, nah hal-hal teknis seperti itu yang akhirnya tidak pernah ‎disepakati dan tidak pernah selesai sudah hampir 5-6 tahun bahkan," sambungnya.

Arief kemudian menegaskan, dirinya sudah mengirim surat kepada Menteri Yasonna untuk mengklarifikasi kaitan lahan pertanian bukan alasan yang dibuat-buat oleh Pemkot Tangerang, melainkan arahan dari Kemendagri serta ada di Perda Provinsi Banten.

"Makanya saya rasa sebenarnya ini hanya masalah miskomunikasi, laporan ke Pak Menteri kaitan lahan pertanian. Jadi saya pikir kemarin masyarakat tuntut Pak Menteri harus minta maaf dan segala macam. Saya bilang Pak Menteri tidak perlu minta maaf karena‎ tidak salah. Yang menyampaikan informasi ini loh, itu menurut saya," tandasnya.

Sebelumnya polemik tersebut berawal dari izin pembangunan politeknik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum dan HAM.

Saat itu Yasonna mengganggap Arief 'kurang ramah' lantaran mempersulit perizinan pembangunan yang berdekatan dengan kantor wali kota itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Menkumham dan Wali Kota Tangerang Saling Sindir di Media

Ini Alasan Menkumham dan Wali Kota Tangerang Saling Sindir di Media

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 23:17 WIB

Saling Sindir Wali Kota dan Menkumham Berujung di Polisi

Saling Sindir Wali Kota dan Menkumham Berujung di Polisi

Banten | Selasa, 16 Juli 2019 | 18:54 WIB

ORI Perwakilan Banten Sebut Pemkot Tangerang Lakukan Maladministrasi

ORI Perwakilan Banten Sebut Pemkot Tangerang Lakukan Maladministrasi

Banten | Selasa, 16 Juli 2019 | 16:52 WIB

Alasan Wali Kota Tangerang Enggan Keluarkan Izin Bangunan Kemenkumham

Alasan Wali Kota Tangerang Enggan Keluarkan Izin Bangunan Kemenkumham

Banten | Senin, 15 Juli 2019 | 15:37 WIB

Wali Kota Tangerang Pastikan Stop Layanan di Kantor Kemenkumham

Wali Kota Tangerang Pastikan Stop Layanan di Kantor Kemenkumham

Banten | Senin, 15 Juli 2019 | 15:02 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB