Brigadir Rangga Tembak Mati Rekan Polisi Terancam Pidana, Begini Prosesnya

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Jum'at, 26 Juli 2019 | 14:37 WIB
Brigadir Rangga Tembak Mati Rekan Polisi Terancam Pidana, Begini Prosesnya
Bripka RE ditembak. (ist)

Suara.com - Mabes Polri mengklaim akan memproses tindakan anggota Badan Pemeliharan Keamanan Mabes Polri Brigadir Rangga Tianto yang memberondong tembakan kepada rekan polisi, Bripka Rahmat Efendy hingga tewas mengenaskan di Polsek Cimanggis, Depok.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, tindaka pelanggaran Brigadir Rahmat sudah masuk ke ranah pidana umum.

"Yang jelas pertama kali tentunya harus dilakukan proses penegakan hukum dulu. Ini sudah ranah tindak pidana umum, melakukan pembunuhan dengan modus penembakan," kata Asep di Mabes Polri, Jumat (26/7/2019).

Jenazah Bripka RE tiba di rumah duka. (Suara.com/Supriyadi)
Jenazah Bripka RE tiba di rumah duka. (Suara.com/Supriyadi)

Terkait proses hukum ini, Brigadir Rahmat akan menjalani pemeriksaan psikologi untuk memastikan kondisi kejiwaannya hingga nekat menghabisi nyawa rekan polisi itu.

"Pastinya, jadi setelah ini akan dilakukan cek baik itu kondisi psikologis yang bersangkutan (Brigadir Rangga)," kata Asep.

Selain itu, Mabes Polri juga akan melakukan pemeriksaan urine terhadap Brigadir Rangga untuk memastikan apakah ada dugaan penggunaan narkoba terkait aksi sadis yang dilakukannya kepada korban.

"Termasuk kami akan cek urine lagi nanti, apakah ada latar belakang penyalahgunaan kewenangan ini ada persoalan-persoalan lain di belakangnya," jelasnya.

Diketahui, tragedi berdarah bermula setelah Bripka Rahmat dan Brigadir Rangga terlibat cekcok di Polsek Cimanggis pada Kamis (25/7/2019) sekira pukul 20.30 WIB. Rangga meminta agar keponakannya berinisial FZ dibebaskan setelah ditangkap Bripka Rahmat terlibat aksi tawuran.

Namun, saat itu, Rahmat menjawab dengan nada keras, jika proses sedang berjalan dan FZ tidak bisa dibebaskan begitu saja karena membawa sajam berupa celurit. Diduga kandung emosi, Brigadir Rangga ternyaa mengeluarkan senjata api jenis HS 9 dan langsung memberondong tujuh tembakan ke tubuh Rahmat.

baca juga

Terkait penembakan itu, Rahmat pun tewas seketika di ruangan SPKT Polsek Cimanggis dengan luka di bagian dada, leher, paha dan perut.

Buntut dari kasus tersebut, Brigadir Rangga lalu ditangkap dan telah digelandang ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus pembunuhan terhadap sesama anggota polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Tembak Polisi, Begini Proses Pemakaman Bripka Rahmat di Jonggol

Polisi Tembak Polisi, Begini Proses Pemakaman Bripka Rahmat di Jonggol

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 14:33 WIB

Dibunuh Rekan Polisi, Bripka Rahmat Dikenal Atasan Sebagai Polisi Baik

Dibunuh Rekan Polisi, Bripka Rahmat Dikenal Atasan Sebagai Polisi Baik

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 13:55 WIB

Motif Brigadir Rangga Tembak Mati Bripka RE, Tak Mau Keponakan Ditahan

Motif Brigadir Rangga Tembak Mati Bripka RE, Tak Mau Keponakan Ditahan

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 13:42 WIB

Brigadir Rangga Tembak Bripka Rahmat Pakai Senpi HS9 di Polsek Cimanggis

Brigadir Rangga Tembak Bripka Rahmat Pakai Senpi HS9 di Polsek Cimanggis

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 13:23 WIB

Polisi Tembak Polisi di Depok, Bripda RT Terancam Hukuman Mati

Polisi Tembak Polisi di Depok, Bripda RT Terancam Hukuman Mati

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 13:22 WIB

Tewas Didor di Polsek, Bripka RE Dikenal Baik dan Tak Punya Catatan Buruk

Tewas Didor di Polsek, Bripka RE Dikenal Baik dan Tak Punya Catatan Buruk

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 12:56 WIB

Kesaksian Ketua RT Saat Bripka RE Tewas Ditembak Sesama Polisi

Kesaksian Ketua RT Saat Bripka RE Tewas Ditembak Sesama Polisi

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 12:55 WIB

Almarhum Bripka RE Kagumi Kapolri, Kakak Kandung: Anak Kedua Namanya Tito

Almarhum Bripka RE Kagumi Kapolri, Kakak Kandung: Anak Kedua Namanya Tito

Jabar | Jum'at, 26 Juli 2019 | 11:57 WIB

Terkini

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB