Monyet Merangsek ke Lahan Pertanian Warga, BKSDA Peringati Petani

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Minggu, 25 Agustus 2019 | 03:00 WIB
Monyet Merangsek ke Lahan Pertanian Warga, BKSDA Peringati Petani
Monyet merangsek ke lahan pertanian warga, BKSDA peringati petani. (Suara.com/Julianto)

Suara.com - Monyet Merangsek ke Lahan Pertanian Warga, BKSDA Peringati Petani.

Musim kemarau menjadi titik nadir bagi lahan pertanian yang ada di Gunung Kidul. Terlebih ketika kemarau yang terjadi cukup berkepanjangan seperti yang terjadi di tahun 2019 ini. Pasokan air yang sudah sangat minim membuat lahan pertanian Kian menyempit.

Kali ini ini diperparah dengan semakin masifnya serangan kera atau monyet ekor panjang.

Kepala Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Gunungkidul, Tugimayanto mengungkapkan serangan monyet ekor panjang (MEP) adalah persoalan klasik yang dihadapi oleh para petani ataupun warga Gunungkidul. Hampir setiap tahun serangan monyet ekor panjang selalu masuk merangsek ke lahan pertanian milik warga.

Monyet ekor panjang merangsek masuk menyerang lahan milik warga untuk mengambil makanan berupa hasil pertanian. Biasanya tanaman pertanian yang diserang adalah jenis jagung dan juga kacang tanah. Dua jenis tanaman tersebut sangat disukai oleh kawanan monyet ekor panjang.

"Persoalan monyet menyerang pertanian warga selalu terjadi setiap musim kemarau. Dan sudah terjadi puluhan tahun,"tuturnya di Stasiun Flora Fauna Bunder, Patuk, Sabtu (24/8/2019).

Monyet ekor panjang sering merangsek lahan pertanian warga untuk mencari makanan karena persediaan mereka dalam hahitat alami di hutan-hutan sudah habis. Tanaman buah-buahan di habitat alami Monyet Ekor Panjang banyak yang mengering akibat pasokan air sudah tidak ada lagi.

Hingga akhir Agustus ini BKSDA telah mendeteksi setidaknya ada 25 titik di kabupaten Gunungkidul yang diserang oleh kawanan monyet ekor panjang pada musim kemarau kali ini. Serangan tersebut dimungkinkan akan semakin meluas mengingat kemarau yang terjadi di tahun ini diperkirakan lebih panjang.

"Namun, yang diserang ya di seputaran titik-titik itu saja,"ujarnya.

Berdasarkan informasi dari warga, kawanan monyet ekor panjang yang menyerang ke lahan pertanian jumlahnya sampai ribuan. Namun Tugimayanto membantah hal tersebut karena ia mendeteksi 1 kawanan monyet ekor panjang jumlahnya hanya puluhan tidak mencapai ratusan ataupun ribuan.

Ia khawatir karena serangan monyet ekor panjang tersebut cukup masih maka akan merangsek ke pemukiman. Namun demikian sampai saat ini ini pihaknya belum mendapat laporan adanya kawanan monyet ekor panjang yang masuk merangsek ke pemukiman warga. Sebenarnya sudah ada informasi dari warga namun ketika dicek ternyata monyet tersebut hanya melintas tak sampai menyerang atau pun mengambil makanan milik warga.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Kecamatan Patuk, Sudadi mengungkapkan jika monyet ekor panjang sudah masuk ke lahan pertanian dan perkebunan buah milik warga dalam sebulan terakhir. Upaya pengusiran oleh warga terus dilakukan agar kawanan monyet tersebut tidak mengganggu wisatawan yang berlibur di Gunung Api Purba Nglanggeran.

"Kami juga sudah melakukan antisipasi dengan menambah tanaman buah di habitat alami monyet-monyet tersebut. Namun ternyata upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga masih ada monyet yang turun ke lahan pertanian warga untuk mencari makanan,"ujarnya. 

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Negara Produsen Terbesar, Gambir Indonesia Siap Penuhi Pasar Dunia

Jadi Negara Produsen Terbesar, Gambir Indonesia Siap Penuhi Pasar Dunia

Bisnis | Senin, 19 Agustus 2019 | 08:13 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan RI, Purwakarta Gelar Pawai Mobil Hias

Peringati Hari Kemerdekaan RI, Purwakarta Gelar Pawai Mobil Hias

Otomotif | Minggu, 18 Agustus 2019 | 08:00 WIB

Barito Kuala Jadi Lokasi Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani

Barito Kuala Jadi Lokasi Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 12:14 WIB

Terkini

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata

Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Khusus Antar Travel

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Khusus Antar Travel

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu

KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:15 WIB

10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi

10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:10 WIB

Sebut Narasi Ferry Irwandi 'Sesat Pikir' di Kasus Chromebook, Pengamat: Hukum Itu Fakta, Bukan Opini

Sebut Narasi Ferry Irwandi 'Sesat Pikir' di Kasus Chromebook, Pengamat: Hukum Itu Fakta, Bukan Opini

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:09 WIB

14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI

14 Orang Tewas di Tragedi Maut Bekasi Timur, Media Asing Soroti Keselamatan Transportasi RI

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:09 WIB

DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi

DPR Desak Pemerintah Benahi Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Maut di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:05 WIB

Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit

Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Dievakuasi: Ada Nyawa yang Terjepit

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:00 WIB

Buntut Kekerasan di Daycare Jogja, Komisi X DPR Segera Panggil Mendikdasmen untuk Evaluasi Total

Buntut Kekerasan di Daycare Jogja, Komisi X DPR Segera Panggil Mendikdasmen untuk Evaluasi Total

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:00 WIB