Ombudsman Nilai Kabupaten Bogor Tak Mampu Atasi Pencemaran Sungai Cileungsi

M. Reza Sulaiman, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 29 Agustus 2019 | 04:05 WIB
Ombudsman Nilai Kabupaten Bogor Tak Mampu Atasi Pencemaran Sungai Cileungsi
Ilustrasi pencemaran air, polusi air. [Shutterstock]

Suara.com - Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya melakukan sidak ke sejumlah titik yang memperlihatkan adanya pencemaran Sungai Cileungsi. Dari hasil sidak, nyatanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor tidak mampu menangani pencemaran sungai tersebut.

Sidak itu dipimpin langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho. Sidak itu juga merupakan bagian dari proses memonitoring tindakan korektif Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Pencemaran Sungai Cileungsi pada awal 2019.

"Kami ingin melihat apakah DLH Kabupaten Bogor sudah mampu menangani pencemaran Sungai Cileungsi yang sesuai dengan tindakan korektif yang telah kami sarankan di awal tahun 2019 yang lalu," kata Teguh dalam keterangan persnya, Selasa (28/8/2019).

Sidak itu kemudian dilaksanakan di beberapa titik yang ditengarai sebagai permulaan terjadinya pencemaran seperti di Jembatan Wika, Jembatan Narogong, serta Jembatan Pocong. Dalam kegiatan sidak itu, pihaknya menemukan ratusan ikan sapu-sapu mati di titik terakhir.

Kondisi air sungai Cileungsi juga terlihat menghitam, berbau dan berbusa. Dengan adanya temuan ikan yang mati maka muncul indikasi apabila air sungai Cileungsi tercemar limbah kimia yang dihasilkan oleh pabrik di sekitaran sungai.

"Untuk memastikan tingkat pencemaran Sungai Cileungsi, kami akan meminta data pemeriksaan kondisi air terakhir dari DLH Kabupaten Bogor dan DLH Kota Bekasi, serta mengecek keakuratan hasil pemeriksaan tersebut ke Laboratorium yang melakukan pengecekan," tegas Teguh.

Dengan demikian, Teguh menganggap kalau DLH Kabupaten Bogor tidak mampu menangani masalah pencemaran Sungai Cileungsi. Selain itu, muncul fakta lain yakni para pelaku kejahatan lingkungan tahun lalu yang diajukan ke proses hukum hanya dijerat dengan Perda saja tidak dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Melihat dampak kerugian yang ditimbulkan akibat pencemaran Sungai Cileungsi ini, tidak hanya kematian biota Sungai Cileungsi, tapi juga bau menyengat yang harus ’dinikmati' warga di sepanjang jalur Sungai Cileungsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Teguh menerangkan apabila DLH Kabupaten Bogor tidak mampu menjadi leading sector penanganan pencemaran sungai Cileungsi, maka dari itu penanganan akan dialihkan kepada DLH Pemprov Jawa Barat serta jajarannya.

baca juga

"Jika diperlukan, kami akan meminta kesiapan dari Gubernur Jabar terkait dengan penanganan pencemaran ini, karena ini sudah lintas Kabupaten/Kota," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Imbas Limbah Industri, Ribuan Ikan di Sungai Driyorejo Mati

Diduga Imbas Limbah Industri, Ribuan Ikan di Sungai Driyorejo Mati

Jatim | Selasa, 23 Juli 2019 | 19:35 WIB

Bupati Bogor Ancam Konglomerat, Tutup Perusahaan Pencemar Sungai Cileungsi

Bupati Bogor Ancam Konglomerat, Tutup Perusahaan Pencemar Sungai Cileungsi

Jabar | Rabu, 24 Juli 2019 | 07:00 WIB

Akibat Takut Mitos, Sungai di Madiun Tercemar Limbah Popok Sekali Pakai

Akibat Takut Mitos, Sungai di Madiun Tercemar Limbah Popok Sekali Pakai

Jatim | Jum'at, 28 Juni 2019 | 14:29 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×