Cerita Istri Sewa 2 Pembunuh untuk Habisi Suami: Cuma Bayar Rp 100 Ribu

Bangun Santoso

Selasa, 03 September 2019 | 09:18 WIB
Cerita Istri Sewa 2 Pembunuh untuk Habisi Suami: Cuma Bayar Rp 100 Ribu
Dua tersangka pembunuh bayaran di Kabupaten Siak, Riau. (Foto: Istimewa / via Riauonline.co.id)

Suara.com - Polisi mengungkap fakta baru kasus pembunuhan terhadap seorang laki-laki berusia 47 tahun, Marison Simaremare oleh dua orang pemuda pembunuh bayaran di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Kedua pemuda tersebut tega membunuh Marison usai disuruh oleh SS (45) yang tak lain adalah istri korban. Mirisnya, kedua pembunuh bayaran itu 'hanya' menerima uang Rp 100 ribu. Dari jumlah tersebut, masing-masing menerima jatah Rp 50 ribu guna habisi nyawa Marison.

Dari penyelidikan polisi, pemicu aksi pembunuhan itu adalah karena sang istri kerap bertengkar atau cekcok dengan suaminya, Marison Simaremare.

"Pelaku menerima uang Rp 100 ribu dari sang istri. Masing-masing menerima Rp 50 ribu habisi korban," kata Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Faizal Ramdani, seperti dilansir Riauonline.co.id (jaringan Suara.com), Senin (2/9/2019).

Sebelumnya, seorang istri di Kampung (Desa) Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, SS (45), dengan teganya menyuruh dua pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suaminya sendiri, Marison Simaremare (47).

Perbuatan sadis ini dilakukan SS dipicu kerap bersitegang atau cekcok saban hari dengan suaminya tersebut. Perbuatan kedua pembunuh bayaran tersebut dilakukan Sabtu dinihari, 31 Agustus 2019.

Dua pemuda tersebut masing-masing berisinial RM (27) dan LH (25), sebagai eksekutor. Alasan cekcok ini kemudian membuat SS meminta bantuan kedua pemuda tersebut membunuh suaminya.

Kapolres Siak, AKBP Ahmad David, mengatakan pembunuhan berawal saat SS dan suaminya sedang tidur di rumah mereka di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.

Rumah lokasi pembunuhan itu tepatnya berada di samping rumah walet milik warga bernama Kopyo. Diketahui, pasangan suami-istri itu bekerja di sana untuk menjaga sarang burung walet milik orang lain.

baca juga

Ketika SS dan korban sedang tidur, dua pemuda suruhan SS datang. Ketika itu, dua pemuda tersebut langsung menghajar korban, sementara SS berlagak tidak mengenal dua orang suruhannya tersebut.

“Kedua pelaku masuk ke rumah itu dan langsung menuju kamar korban. Keduanya menghajar korban dalam kondisi gelap, karena mesin genset mereka rusak,” kata David, Senin (2/9).

SS, istri yang juga tersangka pembunuhan suami oleh pembunuh bayaran di Kabupaten Siak, Riau. (Foto: Istimewa / via Riauonline.co.id)
SS, istri yang juga tersangka pembunuhan suami oleh pembunuh bayaran di Kabupaten Siak, Riau. (Foto: Istimewa / via Riauonline.co.id)

SS lalu lari ke kamar anak-anaknya dan membawa mereka menjauh dari rumah, menuju ke bawah pohon sawit yang tak jauh dari lokasi pembunuhan.

“Lalu, SS kembali ke rumah usai mendengar suara teriakan suaminya. Korban ditemukan berlumuran darah di dalam parit. Ada luka bacok di kepala dan kaki korban,” ujar David.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapat perawatan. Walau sempat mendapat pertolongan medis, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu (31/8).

“Kejadian itu langsung dilaporkan ke kantor kepolisian setempat, petugas bergerak ke lokasi dan melakukan pemeriksaan saksi termasuk istri korban dan warga setempat,” jelas David.

SS awalnya mengaku ke polisi tidak melihat orang yang menganiaya suaminya karena kamar mereka gelap akibat mati lampu. Polisi memulai penyelidikan dari laporan korban dan hasil olah TKP.

“Kedua pelaku (suruhan) merupakan warga Kecamatan Pusako Kabupaten Siak,” kata David.

Tak lama setelah kejadian, polisi meringkus pelaku RM. Polisi menangkapnya saat ia berada di rumahnya di kawasan Kilometer 28 Simpang Obor, Kecamatan Pusako.

"Kepada petugas, RM mengakui perbuatannya dan itu dilakukan bersama temannya, LH,” jelas David.

Kemudian pada hari Minggu (1/9), polisi menangkap LH sekitar pukul 02.00 WIB di rumahnya di Kilometer 25, Kampung Bari-bari, Kecamatan Pusako. Saat itu, pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras.

Saat diinterogasi polisi, kedua pelaku mengaku dijanjikan bayaran oleh SS untuk membunuh korban. Namun, kedua pelaku mengaku bahwa pada akhirnya mereka tidak diberi imbalan melakukan pembunuhan itu.

“Petugas langsung mencari istri korban dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan. Motifnya karena sakit hati selama ini mereka sering bertengkar," ujar David.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke Lipat Kain, Kabupaten Kampar untuk dimakamkan. Sementara itu, SS, RM, dan LH telah ditangkap. Mereka akan jalani penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut di Mapolres Siak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekonstruksi Pembunuhan karena Cinta Segitiga di Solo

Rekonstruksi Pembunuhan karena Cinta Segitiga di Solo

Video | Senin, 02 September 2019 | 19:34 WIB

Ditusuk Orang Tak Dikenal di Rumahnya, Heru Meninggal di rumah Sakit

Ditusuk Orang Tak Dikenal di Rumahnya, Heru Meninggal di rumah Sakit

Jatim | Senin, 02 September 2019 | 17:36 WIB

Prarekonstruksi, Andi Peragakan 40 Adegan Membunuh Rekannya di Kebun Pisang

Prarekonstruksi, Andi Peragakan 40 Adegan Membunuh Rekannya di Kebun Pisang

Jabar | Senin, 02 September 2019 | 14:34 WIB

Fakta Baru Pembunuhan Berlatar Belakang Cinta Segitiga di Solo

Fakta Baru Pembunuhan Berlatar Belakang Cinta Segitiga di Solo

Jawa Tengah | Senin, 02 September 2019 | 13:47 WIB

Jalani Rekonstruksi, Pembunuh Berlatar Cinta Segitiga Peragakan 40 Adegan

Jalani Rekonstruksi, Pembunuh Berlatar Cinta Segitiga Peragakan 40 Adegan

Jawa Tengah | Senin, 02 September 2019 | 13:00 WIB

Polisi Gelar Pra Rekonstruksi, Keluarga Hasbullah Minta Pelaku Dihukum Mati

Polisi Gelar Pra Rekonstruksi, Keluarga Hasbullah Minta Pelaku Dihukum Mati

Jabar | Senin, 02 September 2019 | 11:12 WIB

Bunuh Ayah Kandung Pakai Linggis, Polisi Periksa Kejiwaan Suherman

Bunuh Ayah Kandung Pakai Linggis, Polisi Periksa Kejiwaan Suherman

Jabar | Senin, 02 September 2019 | 10:16 WIB

Terkini

Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun

Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Dari Tiang Bambu hingga Merah Putih, Kisah Kecil di Balik Momen Kemerdekaan

Dari Tiang Bambu hingga Merah Putih, Kisah Kecil di Balik Momen Kemerdekaan

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:21 WIB

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB

HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

×