Sempat Dituduh Polisi, Anies Sebut Tenaga Medis Rentan Kena Fitnah

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 26 September 2019 | 16:56 WIB
Sempat Dituduh Polisi, Anies Sebut Tenaga Medis Rentan Kena Fitnah
Polisi datangi ambulans - (Facebook/Eq Prasetyo)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut petugas medis yang bertugas di sekitar lokasi aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan rawan difitnah.

Hal itu disampaikan Anies setelah anggota Brimob menuduh ambulans Pemprov DKI menyuplai batu dan bensin untuk pelajar yang melakukan aksi di kawasan DPR RI pada Rabu (25/9/2019).

Anies menjelaskan, tenaga medis yang dikirim pihaknya selalu bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Termasuk saat menangani kerusuhan yang melibatkan para pelajar kemarin.

"Kita mengikuti SOP dan sudah dilakukan dari kemarin dan bukan hal yang baru kita mengikuti SOP," ujar Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019).

Mantan Mendikbud itu menyebut tenaga medis selalu berada di lokasi yang paling berbahaya saat kerusuhan. Ia menganggap kerja tim medis mempunyai banyak tantangan terlebih lagi ketika banyak orang yang harus ditangani.

"Saat orang menjauh, petugas ambulans mendekat. Saat semua orang menhindari, Ambulans justru mendekat," jelasnya.

Karena kerap berada di situasi yang tidak terduga, maka Anies menyebut tim medis mudah terkena fitnah. Ia menilai kerja tim medis tidak sederhana.

"Karena itu potensi mereka kena fitnah, potensi mreka dilabeli selalu ada. Karena mereka bekerja di tempat yang orang lain menjauhi," pungkasnya.

baca juga
Ambulans milik Premprov DKI yang dituduh bawa batu anak STM di Polda Metro Jaya. (Suara.com/Arga)
Ambulans milik Premprov DKI yang dituduh bawa batu anak STM di Polda Metro Jaya. (Suara.com/Arga)

Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan ada kesalahpahaman aparat Brimob terkait tuduhah mobil ambulans membantu menyuplai batu dan bensin saat terjadi bentrokan dengan massa pelajar SMK/STM saat demonstrasi di DPR RI, kemarin.

Hal itu disampaikan Argo menanggapi video viral anggota Brimob yang menuduh petugas medis dan ambulans milik Pemprov DKI membantu pendemo menyiapkan batu dan bensin.

Setelah diselidiki, kata Argo, terjadi salah paham dari petugas Brimob yang melakukan sweeping terhadap enam unit mobil ambulans di dekat Gardu Tol Pejompongan, Jalan Gatot Soebroto, Kamis (26/9/2019) dini hari.

Dia mengklaim jika batu dan bensi yang ditemukan adalah milik massa aksi. Saat itu, sejumlah massa aksi berlarian mencari perlindungan di mobil ambulans.

"Jadi anggapan dari Brimob, diduga mobil ini yang digunakan perusuh, tapi bukan. Perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan," kata Argo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuduh Ambulans DKI Bawa Batu, Dinkes Tuntut Polisi Pulihkan Nama Baik

Tuduh Ambulans DKI Bawa Batu, Dinkes Tuntut Polisi Pulihkan Nama Baik

News | Kamis, 26 September 2019 | 15:21 WIB

Tuduh Petugas Ambulans Bantu Massa STM, Ternyata Aparat Brimob Salah Paham

Tuduh Petugas Ambulans Bantu Massa STM, Ternyata Aparat Brimob Salah Paham

News | Kamis, 26 September 2019 | 14:44 WIB

Sebut DPR Sakit Jiwa, Pelajar di Sumenep: Kenapa Tak Berpihak ke Rakyat?

Sebut DPR Sakit Jiwa, Pelajar di Sumenep: Kenapa Tak Berpihak ke Rakyat?

Jatim | Kamis, 26 September 2019 | 13:55 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×