Komnas HAM Usut Tewasnya Pendemo DPR, Mabes Berkukuh Maulana Kena Asma

Senin, 07 Oktober 2019 | 15:26 WIB
Komnas HAM Usut Tewasnya Pendemo DPR, Mabes Berkukuh Maulana Kena Asma
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menyelidiki penyebab kematian Maulana Suryadi, (23), juru parkir yang tewas akibat kerusuhan pecah di Jakarta buntut dari bentrokan pendemo DPR dengan aparat kepolisian.

Menanggapi hal itu, Mabes Polri bersikukuh bahwa Maulana meninggal karena sakit, bukan karena kekerasan dari aparat kepolisian. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menerangkan penyebab tewasnya Maulana sudah disampaikan oleh Polda Metro Jaya dengan didukung keterangan riwayat kesehatan yang disampaikan pihak keluarga.

"Yang bersangkutan berdasarkan keterangan dari keluarganya memang jadi sakit bawaan asma," kata Asep di Kantor Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).

Penampakan darah di kain kafan Maulana Suryadi (23), pemuda yang tewas saat ikut aksi unjuk rasa mahasiswa di DPR RI. (dokumen keluarga).
Penampakan darah di kain kafan Maulana Suryadi (23), pemuda yang tewas saat ikut aksi unjuk rasa mahasiswa di DPR RI. (dokumen keluarga).

Oleh karena itu, Asep menegaskan sekali lagi bahwa penyebab meninggalnya Maulana pun sudah terkonfirmasi bahkan oleh keluarganya langsung. Asep menerangkan bahwa Maulana meninggal bukan karena kekerasan.

"Yang jelas bukan karena suatu bentuk kekerasan yang bersangkutan dan itu sudah terkonfirmasi oleh keluarganya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Maspupah (49), ibunda dari Maulana mengaku tidak akan menempuh jalur hukum meski anaknya tewas mengenaskan setelah mengikuti aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (25/9/2019).

Salah satu alasan Maspupah tidak akan menempuh jalur hukum lantaran sadar dirinya hanya lah orang kecil. Meski demikian, ia merasa kematian putranya itu penuh kejanggalan.

"Kita kan orang kecil, sedangkan dia kan polisi, anggota, berat kan," ujar Maspupah saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga: Anak Tewas Usai Ikut Demo, Ibunda Maulana: Saya Orang Kecil, Dia Polisi

Terkait kejanggalan kematian anaknya, Maspupuh menduga karena ada perlakuan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian.

Untuk saat ini Maspupuh mengaku hanya ingin mengetahui pasti apa penyebab kematian anaknya itu.

Meski mengaku tidak akan menempuh jalur hukum, Maspupah tidak akan terima jika ternyata anaknya itu meninggal akibat dianiaya oknum aparat.

"Kalau saya pengen tahu saja, ungkap pengen tahu penjelasan bagaimana omongan polisi, kenapa anak saya dipukulin sampai meninggal, gitu saja pengen tahu saja," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI