Polisi Sebut Novel Bamukmin Ada di Lokasi Penganiayaan Relawan Jokowi

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Polisi Sebut Novel Bamukmin Ada di Lokasi Penganiayaan Relawan Jokowi
Jubir PA 212 Novel Bamukmin. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

"Yang bersangkutan (Novel Bamukmin) ada di lokasi (penganiayaan)," sambungnya.

Suara.com - Polda Metro Jaya akan memanggil Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Hasan atau lebih dikenal Novel Bamukmin. Sedianya, Novel akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyiksaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Rencananya, Novel akan diperiksa pada hari Kamis (10/10/2019). Hanya saja, waktu pemeriksaan belum dibeberkan oleh pihak kepolisian.

"Ya benar, nanti Bapak Novel akan dimintai keterangan, agenda (pemanggilan) besok," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (9/10/2019).

Argo mengatakan, alasan polisi memeriksa Novel karena ikut berada di lokasi saat Ninoy mengalami penyiksaan. Diketahui, aksi penyiksaan terhadap Ninoy terjadi di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Yang bersangkutan (Novel Bamukmin) ada di lokasi (penganiayaan)," sambungnya.

Hingga kini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Tiga dari belasan orang tersangka itu adalah perempuan.

Ketiga perempuan itu dijerat dengan pasal UU ITE karena terbukti merekam dan menyebarkan video saat Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.

Kemudian untuk tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

Diketahui, relawan Jokowi, Ninoy Karundeng menjadi korban penganiayaan sejumlah orang tak dikenal. Pegiat media sosial itu diduga dianiaya karena tulisannya di media sosial.

Kejadian yang menimpa Ninoy terjadi pada Senin (30/9/2019) malam. Ninoy yang tengah berkendara sepeda motor ke arah Pejompongan, Jakarta Pusat bertemu massa aksi yang sedang mengangkut rekannya karena terkena gas air mata.

Ninoy lantas memotret keadaan sekitar serta korban yang terkena gas air mata dengan ponselnya. Massa pun curiga dengan aksi Ninoy.

Kemudian massa langsung merampas dan memeriksa isi ponsel Ninoy. Massa menuding jika Ninoy kerap menyerang lawan politiknya di media sosial.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS