Sejumlah Kementerian Perkenalkan Inovasi Digital Pemberantasan Stunting

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Sejumlah Kementerian Perkenalkan Inovasi Digital Pemberantasan Stunting
Menkes Nina Moeloek. [Suara.com/Ria Rizki]

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan intervensi spesifik ditunjukan untuk pencegahan serta mengatasi stunting secara langsung kepada ibu hamil.

Suara.com - Sejumlah kementerian dan lembaga membuat inovasi baru untuk melakuakn pencegahan stunting berbasis teknologi. Inovasi berbasis aplikasi tersebut diluncurkan untuk menurunkan stunting dari berbagai aspek.

Pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting melalui tiga prioritas yakni prioritas intervensi yakni intervensi sensitif dan spesifik stunting, prioritas lokasi, dan target prioritas intervensi, yakni keluarga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dengan adanya prioritas intervensi tersebut maka ke depannya, sejumlah kementerian/lembaga yang memiliki kewenangan itu bisa secara fokus mengerjakan tugasnya masing-masing.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan intervensi spesifik ditunjukan untuk pencegahan serta mengatasi stunting secara langsung kepada ibu hamil seperti pemberian zat besi, imunisasi, makanan tambahan, tablet tambah darah, dan lain sebagainya.

Kemudian intervensi sensitif yang multi-sektoral untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi yang dapat berhubungan dengan peningkatan risiko stunting, seperti akses sanitasi dan air bersih, akses terhadap bantuan sosial, peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan kesehatan remaja.

"Misalnya contoh pemberian asi ekslusif kita harus dorong. Kemudian ibu hamil tentu, ibu hamil itu tidak boleh kekurangan energi," kata Nila di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Senin (14/10/2019).

Inovasi yang diperkenalkan ialah aplikasi Anak Sehat milik Kemenkoinfo. Aplikasi itu merupakan alat edukasi pencegahan stunting yang dibuat untuk remaja putri dan rumah tangga 1.000 HPK.

Kedua aplikasi e-PPBGM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) milik Kementerian Kesehatan yang merupakan inovasi pemantauan gizi anak.

Lalu aplikasi lainnya ialah e-HDW (Gumas Development Worker) yang dibuat oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT). Inovasi itu dibuat sebagai alat kerja kader pembangunan manusia (KPM) dalam memantau lima paket layanan pencegahan stunting di desa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS