PKPI ke Menag: Publish Email, Minta Masyarakat Rekam Penyebar Khilafah

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Husna Rahmayunita

Selasa, 29 Oktober 2019 | 11:37 WIB
PKPI ke Menag: Publish Email, Minta Masyarakat Rekam Penyebar Khilafah
Teddy Gusnaidi. [Twitter]

Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi memberi usulan kepada Menteri Agama (Menag) tentang cara menumpas ajaran khilafah.

Usulan tersebut disampaikan Teddy Gusnaidi melalui jejaring sosial Twitter pribadinya @TeddyGusnaidi, Selasa (29/10/2019).

Pria yang kerap frontal menyuarakan penolakannya terkait ideologi khilafah itu, menawarkan dua cara kepada Menang untuk meringkus oknum pemicu perpecahan.

Cara tersebut dinilai Teddy terbilang simple dan mudah diaplikasikan kepada masyarakat Indonesia.

Tak lain dengan cara, Menag membagikan email resmi lalu meminta masyarakat untuk merekam penceramah yang terbukti menyebarkan ajaran khilafah.

Kemudian, rekaman atau bukti tersebut dikirim ke alamat email yang telah dibagikan Menag, supaya pelakunya segera bisa ditindak.

"Pak Menag, mudah sekali untuk meringkus oknum pemuka agama yg menyebarkan khilafah dan perpecahan. 1. Publish alamat email, minta masyarakat merekam jika ada ceramah yang model seperti itu. 2. Kirim ke email Kemenag. Lalu segera eksekusi, gak perlu dengar alasan lagi. #Simple," cuit Teddy Gusnaidi.

Usulan Teddy itu pun seketika memantik respons warganet yang terpecah menjadi dua kubu. Ada dari mereka yang memberi dukungan, namun ada pula yang kontra.

"Setuju sepakat sepaham banget kita. Mantap. Semoga secepatnya terlaksana. Aamiin yaa Robbal ààlamiin," celoteh warganet pendukung.

baca juga

"Oh iyaaa silahkan lakukan itu, kalau mau melihat perpecahan dimana mana...," timpal warganet lain.

Sebelumnya, Teddy Gusnaidi juga menyoroti tentang aksi pimpinan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) dan kelompok anti Pancasila.

Ia mempertanyakan perbedaan predikat yang disandang dua kelompok itu, meski sama-sama dinilai melanggar ajaran islam.

"Kelakuan & perjuangan pimpinanISIS, sama dengan kelakuan & perjuangan kelompok anti Pancasila. Sama-sama berkedok label Islam tapi kelakukan tidak sesuai ajaran Islam," kata Teddy, Senin (28/10/2019)

"Anehnya, merek setuju kalau pimpinan ISIS dibilang radikal, tapi yang anti Pancasila, mereka bilang pejuang Islam. Sakit," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Dapat Jatah di Kabinet Jokowi, PKPI: Penetapan Wamen Keputusan Terbaik

Tak Dapat Jatah di Kabinet Jokowi, PKPI: Penetapan Wamen Keputusan Terbaik

News | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 17:16 WIB

PKPI Tak Dapat Jatah di Kabinet Jokowi, Sekjen: Kami Tulus

PKPI Tak Dapat Jatah di Kabinet Jokowi, Sekjen: Kami Tulus

News | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 16:38 WIB

Pesan Ryamizard ke Prabowo: Khilafah dan ISIS Harus Dihancurkan

Pesan Ryamizard ke Prabowo: Khilafah dan ISIS Harus Dihancurkan

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 18:05 WIB

Tidak Ada Khilafah dalam Alquran, Ini Bedanya dengan Khalifah

Tidak Ada Khilafah dalam Alquran, Ini Bedanya dengan Khalifah

News | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 15:36 WIB

Terkini

Praperadilan Ditolak! Status Tersangka Silmy Karim di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Sah

Praperadilan Ditolak! Status Tersangka Silmy Karim di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Sah

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:53 WIB

Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan

Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:52 WIB

Tak Hanya Nakhoda, Pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 Bisa Dijerat Pidana

Tak Hanya Nakhoda, Pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 Bisa Dijerat Pidana

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:52 WIB

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:51 WIB

Perkiraan Gaji Wisnu Hani Putranto, Mantan Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Perkiraan Gaji Wisnu Hani Putranto, Mantan Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:50 WIB

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

×