Pangan Murah bagi Warga Ibu Kota, Pemprov DKI Kucurkan Rp 1,078 Triliun

Fabiola Febrinastri

Selasa, 29 Oktober 2019 | 18:20 WIB
Pangan Murah bagi Warga Ibu Kota, Pemprov DKI Kucurkan Rp 1,078 Triliun
Ilustrasi pangan murah di DKI Jakarta. (Dok : Pemprov DKI)

Suara.com - Untuk penyediaan kebutuhan pokok masyarakat tidak mampu di ibu kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,078 triliun. Jumlah ini digelontorkan pada 2019 dan diberikan kepada 1.100.894 orang. Nilai nominal ini meningkat dari tahun 2018, yaitu sebesar Rp 885 miliar untuk 840.630 orang.

Program pangan murah tersebut diselenggarakan di toko perkulakan dan pasar-pasar di Jakarta, buka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00-17.00 WIB. Selain itu, Pemprov DKI juga menyelenggarakan program pangan murah di sejumlah rumah susun (rusun) dan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta.

Untuk keperluan distribusi pangan yang terjangkau tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar Program Pangan Murah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan di sejumlah rusun dan RPTRA. Kegiatan ini rutin diadakan setiap bulan pada pukul 08.00-12.00 WIB.

Setiap warga DKI Jakarta yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Pekerja Harian Lepas (PHL), Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), penghuni Rusun Pemda, lanjut usia (lansial, penyandang disabilitas dan buruh berpenghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP), dipersilakan ikut serta dalam Program Pangan Murah.

Selain itu, penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta juga diperbolehkan menikmati program unggulan Pemprov DKI Jakarta ini. Khusus bagi penghuni rusun wajib membawa kartu identitas, yang di dalamnya terdapat saldo dari Bank DKI.

Pada suatu kesempatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni menyatakan, warga yang merupakan pemegang KJP Plus, Kartu Pekerja, dan Kartu Lansia Jakarta bisa mengambil pangan murah di titik-titik terdekat tempat tinggal mereka.

"Silakan warga boleh mengambil pangan murah di titik terdekat, dengan membawa kartu yang diperlukan. Selama memiliki kartu pasti akan kami layani," ujarnya, belum lama ini di Jakarta.

Jenis-jenis produk bahan pokok yang disubsidi adalah daging sapi Rp 35.000 per kilogram, daging ayam Rp 8.000 per kilogram, telur ayam Rp 10.000 per tray, beras Rp 30.000 per 5 kilogram, ikan sekitar Rp 13.000 per kilogram, dan susu Rp 30.000 per karton (isi 24 pak, @200 mililiter).

Bila dijual dalam bentuk paket, maka satu paket komoditas ini memiliki harga pasaran sekitar Rp 350.000, namun penerima manfaat program pangan murah cukup membayar sebesar Rp 126.000 saja dan sisanya dibayar oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau susu kita khususkan untuk pemegang KJP Plus, kalau yang lainnya bebas. Selain KJP, dapatnya bisa satu paket semua minus susu, karena sasaran pak gubernur adalah pelajar," tambah Darjamuni.

baca juga

Menurutnya, Program Pangan Murah diadakan setiap bulan untuk mempermudah masyarakat mengakses pangan bergizi dengan harga terjangkau. Program ini hanya dapat diakses di pasar dan sejumlah gerai.

"Setiap hari, warga bisa mengambil di gerai dan pasar. Kalau di rusun dan RPTRA diadakan memang sebulan sekali," jelasnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Kepulauan Seribu Akhirnya Bisa Menikmati Pangan Murah

Warga Kepulauan Seribu Akhirnya Bisa Menikmati Pangan Murah

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 17:56 WIB

Pemprov DKI Alihkan Anggaran Rp 5 M untuk Influencer ke Formula E

Pemprov DKI Alihkan Anggaran Rp 5 M untuk Influencer ke Formula E

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 05:17 WIB

KUA-PPAS DKI Disebut Tak Transparan, PSI Desak Tito Beri Anies Kartu Kuning

KUA-PPAS DKI Disebut Tak Transparan, PSI Desak Tito Beri Anies Kartu Kuning

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 20:58 WIB

Eco Moving, Salah Satu Pesan PLN Menyambut Hari Listrik ke-74

Eco Moving, Salah Satu Pesan PLN Menyambut Hari Listrik ke-74

Otomotif | Senin, 28 Oktober 2019 | 09:00 WIB

Gubernur Anies Ajak Warga Kolaborasi Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Gubernur Anies Ajak Warga Kolaborasi Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

News | Minggu, 27 Oktober 2019 | 18:40 WIB

Jadi Lokasi Santai Warga, Ini Sebaran Taman Kota di Jakarta

Jadi Lokasi Santai Warga, Ini Sebaran Taman Kota di Jakarta

News | Minggu, 27 Oktober 2019 | 18:25 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×