Nadiem Minta Waktu 100 Hari Rancang Pendidikan Berbasis Teknologi ke Jokowi

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 01 November 2019 | 20:57 WIB
Nadiem Minta Waktu 100 Hari Rancang Pendidikan Berbasis Teknologi ke Jokowi
Mendikbud Nadiem Makarim. (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta waktu 100 hari kerja kepada dirinya. Waktu tersebut bakal digunakan Nadiem untuk merancang sebuah sistem pendidikan yang berbasis teknologi.

"Mas menteri (Nadiem Makarim) minta waktu saya. "Beri waktu saya pak, 100 hari untuk menyiapkan dan merancang'. Percaya enggak? Yakin enggak?" ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Jokowi mengatakan Indonesia adalah negara yang besar yang kualitas pendidikan yang berbeda-beda baik di Indonesia bagian timur, barat, bagian timur Indonesia.

Karena itu kata Jokowi, butuh teknologi yang bisa menjangkau dalam mengelola 3 juta guru, 300 ribu sekolah, dan 50 juta pelajar serta membuat sebuah standardisasi yang semuanya bisa mengikuti. Sebab kata Jokowi, tak mudah mengelola hal tersebut.

Selain itu juga perlu terobosan dan keberanian untuk menjangkau manajemen pengelolaan guru, sekolah dan pelajar.

"Kita sudah berpuluh-puluh tahun. Kalau kita mengandalkan sebuah sistem yang manual nggak mungkin menjangkau manajemen sebesar itu. Sehingga diperlukan sebuah keberanian, terobosan-terobosan yang tidak biasa kita lakukan," ucap dia.

Lebih lanjut, Jokowi mengakui banyak yang kaget dengan keputusan dirinya memilih mantan pendiri Gojek itu menjadi Mendikbud. Sebab Nadiem sama sekali tidak memiliki pengalaman di dunia pendidikan.

Namun Jokowi menilai perlu ada pendekatan yang berbeda di dunia pendidikan, karena perubahan dunia saat ini begitu cepat

"Karena dunia berubah dengan cepatnya, disrupsi teknologi ini harus disikapi. Oleh sebab itu, diperlukan orang yang bisa cepat merespons perubahan itu. Tidak rutinitas, monoton," tutur Jokowi.

baca juga

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan butuh 2,5 tahun untuk membuat sistem pendidikan berbasis teknologi. Ia juga sudah mengkalkulasi bahwa untuk mengelola manajemen butuh teknologi.

"Paling tidak nanti dilihat saja 2,5 tahun lagi, akan kita nilai. Jangan minta cepat kalau yang ini. Kita perlu persiapan sebuah aplikasi sistem sehingga menjangkau anak didik kita, menjangkau sekolah-sekolah, menjangkau guru-guru," ucap Jokowi.

"Artinya memang saya, bukan mencoba, saya sudah hitung bahwa dalam mengelola manajemen besar ini harus memakai yang namanya teknologi. Tanpa kita menggeser tujuan dari pendidikan kita yaitu membangun karakter bangsa, membangun jatidiri bangsa, tanpa keluar dari itu," sambungnya.

Jokowi menuturkan sistem pendidikan berbasis teknologi adalah sebuah acara mengantisipasi perubahan dunia yang sudah berubah cepat dengan adanya teknologi.

Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pidato saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pidato saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Ia pun meyakini di tangan Nadiem yang merupakan founder transportasi daring yakni Gojek, sistem pendidikan berbasis teknologi mampu menjangkau sekolah-sekolah dan guru-guru di seluruh Indonesia.

"Siapa yang bisa menggelola seperti itu? Ya yang menguasai teknologi. Siapa yang sudah terbukti menguasai seperti itu, ya beliau itu. Sudah kok sudah membuktikan bisa nggak dari situ dibawa ke dunia pendidikan. Beliau menyampaikan kepada saya 'bisa pak, tapi beri waktu saya (waktu)'. Saya beri waktu boleh. Saya nggak mau rutinitas intinya itu," kata Nadiem.

"Jadi Nanti saya sudah membayangkan kalau itu betul-betul bisa terlaksana akan ada perubahan besar, cara mengajar, cara interaksi antara murid dan guru, sistemlah yang bekerja, dengan aplikasi sistem," sambungnya.

Jokowi juga telah meminta Nadiem saat Rapat Terbatas, tidak hanya melihat universitas dan sekolah yang ada di Pulau Jawa saja, namun daerah -daerah pelosok di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hormati Uji Materi di KPK, Jokowi Belum Mau Terbitkan Perppu KPK

Hormati Uji Materi di KPK, Jokowi Belum Mau Terbitkan Perppu KPK

News | Jum'at, 01 November 2019 | 20:44 WIB

Relawan Jokowi Damai dengan Tersangka Penganiayaan, Ini Kata Polisi

Relawan Jokowi Damai dengan Tersangka Penganiayaan, Ini Kata Polisi

News | Jum'at, 01 November 2019 | 20:18 WIB

Polisi Belum Bisa Ungkap, Ma'ruf Amin Sebut Pelaku Penyerangan Novel Pintar

Polisi Belum Bisa Ungkap, Ma'ruf Amin Sebut Pelaku Penyerangan Novel Pintar

News | Jum'at, 01 November 2019 | 20:07 WIB

Jokowi soal Dewas KPK: Percayalah, Mereka yang Terpilih Punya Kredibilitas

Jokowi soal Dewas KPK: Percayalah, Mereka yang Terpilih Punya Kredibilitas

News | Jum'at, 01 November 2019 | 19:20 WIB

Terkini

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Urutan Memakai Pensil Alis, Browcara, dan Concealer agar Hasilnya Rapi dan Natural

Urutan Memakai Pensil Alis, Browcara, dan Concealer agar Hasilnya Rapi dan Natural

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kekerasan terhadap Perempuan Terus Meningkat, Anggaran Komnas Perempuan Malah Dipangkas pada 2027

Kekerasan terhadap Perempuan Terus Meningkat, Anggaran Komnas Perempuan Malah Dipangkas pada 2027

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Bekas Musuh Orba Sentil Ego Prabowo: Atasi Karhutla Harus Kerjasama, Timor Leste Siap Bantu

Bekas Musuh Orba Sentil Ego Prabowo: Atasi Karhutla Harus Kerjasama, Timor Leste Siap Bantu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:34 WIB

216 Pedagang Direlokasi, Setu Babakan Disiapkan Jadi Sentra Kuliner Betawi

216 Pedagang Direlokasi, Setu Babakan Disiapkan Jadi Sentra Kuliner Betawi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral, Petugas Transjakarta Gendong Lansia yang Kesulitan Berjalan di JPO Cempaka Mas

Viral, Petugas Transjakarta Gendong Lansia yang Kesulitan Berjalan di JPO Cempaka Mas

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Modal Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Loyo di hadapan Dolar

Modal Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Loyo di hadapan Dolar

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Belajar Arti Keluarga, Mimpi, dan Kehidupan dari Novel Gadis-Gadis Kecil

Belajar Arti Keluarga, Mimpi, dan Kehidupan dari Novel Gadis-Gadis Kecil

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Polemik Ijazah Palsu Buat Elektabilitas Gibran Tergerus? SMRC: Besok Kita Rilis Datanya

Polemik Ijazah Palsu Buat Elektabilitas Gibran Tergerus? SMRC: Besok Kita Rilis Datanya

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Dear Jakmania, Jangan Aneh-aneh! Persija Ultimatum Pendukungnya Jelang Lawan Dewa United

Dear Jakmania, Jangan Aneh-aneh! Persija Ultimatum Pendukungnya Jelang Lawan Dewa United

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:23 WIB

×