Tiap Menit Melintas di Sungai, Warga Sumut Gusar Bau Busuk Bangkai Babi

Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 09 November 2019 | 16:27 WIB
Tiap Menit Melintas di Sungai, Warga Sumut Gusar Bau Busuk Bangkai Babi
Masyarakat Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, khususnya di sekitar Sungai Bedera, digegerkan oleh penemuan ratusan bangkai babi. [Kabarmedan]

Suara.com - Warga yang tinggal di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang, Medan, Sumatra Utara sudah dua pekan ini kerap menyaksikan bangkai babi melintas di Sungai Begadai.

Mereka mengeluhkan karena baunya menyengat dan sering tersangkut di bawah lantai dermaga.

Umar, seorang warga mengatakan, bangkai babi itu hampir setiap menit melintas  dengan bentuk dan ukuran beragam.

“Kadang ada yang kecil, ada juga yang besar kali. Ini yang di bawah lantai ini, ada yang bangkai babi berukuran besar yang masih nyangkut dari tadi pagi,” katanya seperti dikutip dari Kabarmedan.com--jaringan Suara.com, Sabtu (9/11/2019).

Penampakannya pun bermacam-macam, ada yang dibungkus karung goni yang dihinggapi lalat, hingga bangkai babi dengan kondisi perut tertancam batang bambu.

Bangkai itu kemudian menyangkut di bagian belakang boat milik nelayan yang sedang sandar di dekat dermaga.

“Kalau yang ukuran begitu, dari kemarin-kemarin sudah banyak lah melintas. Siang saja banyak yang lewat. Apalagi malam,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ilham bin Muslim. Menurutnya, bangkai babi sangat mengganggu aktivitas warga karena baunya yang sangat menyengat. Dia berharap agar tidak ada lagi orang yang membuang bangkai babi ke sungai.

“Harapannya, bisa dibersihkan lah, diangkat, biar tak mengganggu masyarakat,” ucapnya.

baca juga

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Serdang Bedagai, Awaluddin mengatakan, populasi babi di Serdang Bedagai mencapai 31.000 ekor. Sekitar 5.000 ekor merupakan milik peternakan (farm) yang berada di daerah Pantai Cermin. Selebihnya merupakan milik masyarakat yang tersebar di beberapa titik, salah satunya di Kecamatan Sei Bamban.

Hingga kini, menurutnya sudah ada 500 ekor ternak babi yang mati akibat virus hog cholera. Pihaknya juga sudah mengambil sampel pada babi dan hasil uji lab menunjukkan positif hog cholera.

“Pagi tadi kita melakukan pengecekan di Sungai Bedagai, di sana kita menemukan setidaknya ada 10 ekor bangkai babi yang kemudian kita tanam,” katanya.

Dijelaskannya, selain melakukan penguburan terhadap bangkai babi di Sungai Bedagai, pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan dan sosialisasi penanganan hog cholera di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban.

“Hari ini kita melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan. Selain penyemprotan, kita juga membagikannya ke penduduk,” katanya.

Dikatakannya, dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada babinya yang mati karena di tiap kecamatan ada petugas yang siap untuk membantu memberikan vaksin. Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang bangkai babinya di sungai maupun di hutan.

“Selain itu, jangan dulu datangkan babi dari luar, jangan bawa babi dari sini keluar, biar tak saling menyebarkan dulu,” katanya.

Kepala Dusun di Desa Sei Belutu, Anggiat Manurung mengatakan, di dusun tersebut terdapat sekitar 50 ekor babi. Sejak hari Minggu (3/11) sudah ada empat ekor yang mati mendadak. Tanda-tanda kematiannya, tidak selera makan, kepanasan, hanya empat hari saja lalu mati.

“Babi yang mati, ada lah yang dikubur, tapi memang ada juga yang dibuang di sungai itu,” katanya.

Di saat yang sama, seorang warga lainnya mengaku bahwa sudah tujuh ekor babi di kandangnya yang mati dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, di desa itu warga kesulitan untuk mengubur bangkai babinya karena tidak ada lahan sehingga memilih untuk membuangnya ke sungai.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Babi Mati di Sumatera Utara, Terinfeksi Flu Babi Afrika?

Ribuan Babi Mati di Sumatera Utara, Terinfeksi Flu Babi Afrika?

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 11:02 WIB

Tes Uji Tabrak Mobil Gunakan Babi, Peneliti China Dikecam

Tes Uji Tabrak Mobil Gunakan Babi, Peneliti China Dikecam

Otomotif | Jum'at, 08 November 2019 | 06:15 WIB

Gubernur Edy Larang Warga Buang Bangkai Babi ke Sungai

Gubernur Edy Larang Warga Buang Bangkai Babi ke Sungai

News | Kamis, 07 November 2019 | 13:51 WIB

Terungkap! Ribuan Babi Mati di Sumut karena Virus Mematikan Hog Cholera

Terungkap! Ribuan Babi Mati di Sumut karena Virus Mematikan Hog Cholera

News | Kamis, 07 November 2019 | 11:41 WIB

Bangkai Babi yang Membusuk Cemarkan Sungai dan Danau di Sumatera Utara

Bangkai Babi yang Membusuk Cemarkan Sungai dan Danau di Sumatera Utara

News | Kamis, 07 November 2019 | 10:03 WIB

Warga Medan Geger, Ditemukan Ratusan Bangkai Babi di Sungai Bedera

Warga Medan Geger, Ditemukan Ratusan Bangkai Babi di Sungai Bedera

News | Rabu, 06 November 2019 | 15:12 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×