Salam Pembuka Agama Jadi Soal, Gus Sahal Singgung Orang yang Gampang Marah

Rendy Adrikni Sadikin, Husna Rahmayunita

Senin, 11 November 2019 | 12:31 WIB
Salam Pembuka Agama Jadi Soal, Gus Sahal Singgung Orang yang Gampang Marah
Cuitan Gus Sahal. (Twitter)

Suara.com - PCINU Amerika Serikat, Akhmad Sahal alias Gus Sahal buka suara terkait imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang meminta pejabat tak memakai salam pembuka agama saat sambutan resmi.

Melalui jejaring sosial Twitter pribadinya @sahaL_AS, Gus Sahal menanggapi hal itu dengan mengutip hadis qudsi tentang prasangka Allah SWT kepada hambaNya.

Dalam hadis itu, orang islam diajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Ia kemudian memaparkan, jika pola pikir manusia berpengaruh pada cara pandangnya terhadap Tuhan.

"Kata Allah dalam hadits qudsi: "Aku berdasar persangkaan hambaKu kepadaKu. Di mata hamba yang beragama dengan cinta kasih, Allah tampil sebagai Yang Maha Welas Asih,"

"Di mata hamba yang beragamanya gampang ngamuk dan marah-marah, Allah dianggap sebagai Yang gampang murka," cuit Gus Sahal, Senin (11/11/2019).

Cuitan tersebut mengacu pada sebuah artikel berjudul "MUI: Allah Murka Jika Muslim Ucap Salam dan Doa Agama Lain,".

Tak cukup sampai di situ, Gus Sahal lantas mengutip pernyataan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Di mana dalam pernyataan tersebut, Gus Mus menyebut ada orang islam yang hobinya marah-marah sehingga membuat Allah marah. Padahal jelas, Tuhan tidak bisa disamakan dengan makhlukNya.

"Ada orang islam yang beragamanya selalu marah-marah. Dan dia mengira, kalo dia marah-marah gitu, otomatis Allah juga marah-marah. Allah kok disamakan dengan dirinya, seakan-akan Allah pecicilan seperti dia. Gus Mus," imbuh Gus Sahal.

baca juga

Sebelumnya, MUI Jatim mengimbau para pejabat untuk tidak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Sebab, salam ini justru bukan sebagai wujud toleransi.

Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori bahkan menyebutkan, pluralisme memang dianjurkan namun pluralisme agama dengan pengucapan salam pembuka semua agama itu merupakan hal yang keliru.

Shomad menyatakan wujud pluralisme dan kerukunan bisa dilakukan dengan hal lain. Namun bukan dengan menggunakan salam dengan berbagai agama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syafii Maarif Minta MUI Tak Perlu Ketat dengan Salam Pembuka Berbeda Agama

Syafii Maarif Minta MUI Tak Perlu Ketat dengan Salam Pembuka Berbeda Agama

Jogja | Minggu, 10 November 2019 | 23:08 WIB

Jenguk ke RS, Walkot Jogja Sebut Yunahar Ilyas Calon Pengganti Maruf Amin

Jenguk ke RS, Walkot Jogja Sebut Yunahar Ilyas Calon Pengganti Maruf Amin

Jogja | Sabtu, 09 November 2019 | 18:24 WIB

Jelang Pergantian Ketum MUI, Wapres Ma'ruf: Akan Dirundingkan di Munas

Jelang Pergantian Ketum MUI, Wapres Ma'ruf: Akan Dirundingkan di Munas

News | Jum'at, 08 November 2019 | 17:21 WIB

Wapres Ma'ruf Jenguk Waketum MUI di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Wapres Ma'ruf Jenguk Waketum MUI di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

News | Kamis, 07 November 2019 | 18:39 WIB

Terkini

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka

Banten | Senin, 21 September 2026 | 22:14 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:11 WIB

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 7 Saksi Termasuk Penyedia Peralatan SPPG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:08 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:06 WIB

×