Eks Menag Lukman Hakim: Djaduk Ferianto Hentikan Pertunjukan Jelang Azan

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Rabu, 13 November 2019 | 21:01 WIB
Eks Menag Lukman Hakim: Djaduk Ferianto Hentikan Pertunjukan Jelang Azan
Lukman Saifuddin (Antara/Indrianto Eko Suwarsono).

Suara.com - Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengenang pengalamannya saat satu panggung dengan Djaduk Ferianto. Seniman ternama di Indonesia, Djaduk meninggal dunia pada Rabu sekitar pukul 02.30 WIB.

Lukman mengaku terkejut saat mengetahui kabar Djaduk meninggal.

"Sungguh terkejut mendengar kabar Mas Djaduk Ferianto meninggal pagi ini. Jasanya amat besar dalam dunia musik dan panggung pertunjukan. Kita semua kehilangan," ucap Lukman melalui akun Twitter pribadinya.

Melalui cuitan yang diunggah ke akun Twitter @lukmansaifuddin pada Rabu (13/11/2019), mantan Menteri Agama ini menceritakan sikap toleransi yang diperlihatkan Djaduk.

Kenangan Djaduk Ferianto saat mengajar di PSBK. (Instagram/psbk_jogja)
Kenangan Djaduk Ferianto saat mengajar di PSBK. (Instagram/psbk_jogja)

Lukman mengunggah ulang cuitannya pada tahun 2012 yang lalu saat ia satu panggung dengan Djaduk di kota Batu, Jawa Timur.

"Di alun-alun kota Batu pukul 11.15 WIB. Djaduk Cs sudah siap di panggung. Lalu terdengar puji-pujian jelang azan Zuhur dari masjid," ujar Lukman.

Ia melanjutkan ceritanya, "Seketika Djaduk menghentikan pertunjukannya. Wali Kota Eddy Rumpoko di sebelah saya beri aba-aba untuk dilanjutkan saja."

Lukman juga sependapat dengan sikap Wali Kota Baru saat itu. Sebab azan belum berkumandang tapi Djaduk punya sikap berbeda.

"Saya sependapat dengan Mas Eddy Rumpoko, toh belum azan. Tapi Djaduk tetap dengan pendiriannya. 'Atiku ra tekan...', ujarnya," ungkap Lukman lewat Twitter.

baca juga
Lukman Saifuddin ungkap sikap toleransi Djaduk Ferianto saat di panggung (twitter @lukmansaifuddin)
Lukman Saifuddin ungkap sikap toleransi Djaduk Ferianto saat di panggung (twitter @lukmansaifuddin)

Pria yang menjabat sebagai menteri pada tahun 2014-2019 ini berpendapat bahwa sikap yang dilakukan Djaduk merupakan sebuah toleransi.

"Djaduk merasa tak sampai hati harus 'bersaing' antara suara dari masjid dan panggung. Pelajaran #toleransi yang berkesan," tutup Lukman.

Djaduk Ferianto dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga Dusun Sembung, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan.

Pastor Gregorius Budi Subanar atau Romo Banar memimpin misa arwah untuk menghantarkan seniman Djaduk Ferianto ke peristirahatan terakhir pada Rabu (13/11/2019) siang.

Djaduk meninggal akibat serangan jantung. jenazah sempat disemayamkan di Padepokan Bagong Kussudiardja terlebih dahulu sebelum dimakamkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pimpin Misa Arwah Djaduk Ferianto, Budayawan Romo Banar Tahan Tangis

Pimpin Misa Arwah Djaduk Ferianto, Budayawan Romo Banar Tahan Tangis

Jogja | Rabu, 13 November 2019 | 18:12 WIB

Unggah Foto Rumah, Mendiang Djaduk Ferianto Beberkan Koleksi Mobilnya

Unggah Foto Rumah, Mendiang Djaduk Ferianto Beberkan Koleksi Mobilnya

Otomotif | Rabu, 13 November 2019 | 16:18 WIB

Bak Romeo dan Juliet, Almarhum Djaduk Ferianto Meninggal di Pangkuan Istri

Bak Romeo dan Juliet, Almarhum Djaduk Ferianto Meninggal di Pangkuan Istri

Jogja | Rabu, 13 November 2019 | 12:32 WIB

Terkini

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB