Bayi di NTT Dibawa Terbang Angin Ribut, Terhempas 40 Meter dari Rumah

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Selasa, 26 November 2019 | 14:47 WIB
Bayi di NTT Dibawa Terbang Angin Ribut, Terhempas 40 Meter dari Rumah
Bayi di NTT diterbangkan angin kencang, terhempas 40 meter dari rumah (Facebook Yuni Rusmini)

Suara.com - Angin kencang yang terjadi di melanda Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (24/11/2019) tidak hanya merusak rumah warga. Bayi berusia sekitar 5 bulan ikut menjadi korban.

Gilberto Grasa Gomes, kakek bayi tersebut menceritakan kejadian saat cucunya diterbangkan oleh angin kencang.

"Pada saat kejadian kami semua berada dalam rumah. Dalam sekejab seluruh atap rumah diterbangkan angin yang berhembus dengan kencang," kata Gilberto seperti dilansir Antara.

Saat angin kencang melanda, bayi Raikel Tamono sedang tidur dalam ayunan yang diikatkan pada tiang rumah. Bayi itu ikut terbawa angin bersama seluruh bagian atap rumah.

Bayi Raikel terhempas sejauh 40 meter dari rumah Gilberto. Ia mendarat di tumpukan kayu-kayu bangunan.

Saat ditemukan tubuh bayi ini terbungkus oleh kain ayunan.

Sesaat setelah kejadian ini sempat ada orang yang merekam. Videonya lantas viral di media sosial.

Bayi di NTT diterbangkan angin kencang, terhempas 40 meter dari rumah (Facebook Yuni Rusmini)
Bayi di NTT diterbangkan angin kencang, terhempas 40 meter dari rumah (Facebook Yuni Rusmini)

Salah satu yang menyebarkan videonya adalah akun Facebook Yuni Rusmini. Ia mengunggah video tersebut pada Senin (26/11/2019).

Dalam penjelasanya, rumah Gilberto Grasa Gomes (56) berada di RT 22 RW 8 Dusun 4 Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Keluarga Gilberto juga sempat dibantu warga saat mencari keberadaan bayinya yang diterbangkan angin kencang.

baca juga

"Berusaha mencari dengan meminta bantuan warga sekitar. Akhirnya bayi ditemukan kurang lebih 30 menit jarak 40 meter dari rumah, bayi di dalam buntalan ayunan bersama talinya diantara tumpukan kayu, bayi dalam kondisi menangis," tulis Yuni Rusmini.

Bayi itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Gilberto mengatakan bahwa cucunya, "sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik dan kondisinya sudah mulai sadarkan diri. Jadi tidak benar kalau korban meninggal saat kejadian".

Menurut keterangan petugas medis, bayi Raikel sempat tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur tumpukan balok kayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tersembunyi di Balik Bukit, Ini Cantiknya Pantai Liman di NTT

Tersembunyi di Balik Bukit, Ini Cantiknya Pantai Liman di NTT

Lifestyle | Selasa, 26 November 2019 | 14:19 WIB

Satu Pesantren di Sukabumi Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Satu Pesantren di Sukabumi Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Jabar | Selasa, 26 November 2019 | 06:35 WIB

Viral Seorang Ibu di Bekasi Diduga Mencuri, Dipaksa Lepas Jilbab

Viral Seorang Ibu di Bekasi Diduga Mencuri, Dipaksa Lepas Jilbab

News | Senin, 25 November 2019 | 19:12 WIB

Terkini

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:54 WIB

×