Anggaran Rumah DP 0 Rupiah Dipotong Jadi Rp 500 M, Anies Tunggu Final RAPBD

Kamis, 28 November 2019 | 18:19 WIB
Anggaran Rumah DP 0 Rupiah Dipotong Jadi Rp 500 M, Anies Tunggu Final RAPBD
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (YouTube/Pemprov DKI Jakarta)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ogah berkomentar banyak soal anggaran program rumah DP Rp 0 yang dipangkas jadi Rp 500 miliar.

Alasan Anies tak mau berbicara lebih jauh lantaran masih menunggu sampai pembahasan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) selesai.

Anggaran yang awalnya bernilai Rp 2 triliun itu dipangkas dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 yang kini telah disahkan.

Tahapan selanjutnya adalah pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) di tingkat komisi.

Anies menganggap di tahapan itu anggaran rumah DP Rp 0 masih bisa diperjuangkan. Ia bersama pihaknya akan melakukan pembicaraan untuk rapat mendatang soal program itu.

"Ya masih dalam pembicaraan, tunggu sampai final RAPBD. Nanti mudah-mudahan masih bisa dibahas semuanya," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Mantan Mendikbud ini menyebut kebijakan rumah DP 0 merupakan program unggulan. Karena itu, ia ingin memastikan agar program unggulan yang dibuatnya bisa berjalan tanpa terkendala masalah anggaran.

"Kami lihat nanti, kami pastikan semua kegiatan strategis aman karena itu menyangkut kepentingan yang besar sekali," pungkasnya.

Diketahui, anggaran untuk program yang digadang-gadang Anies dipangkas DPRD DKI hingga dua kali. Sekarang dana untuk menjalankan program itu hanya tersisa Rp 500 miliar.

Baca Juga: Anggaran Rumah DP 0 Rupiah Anies Dipangkas Jadi Rp 500 Miliar

Anggaran itu diajukan oleh Badan usaha Milik Negara (BUMD) Perumda Pembangunan Sarana Jaya dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Mata anggaran yang diajukan adalah untuk Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan pada pembahasan awal, anggaran yang diajukan sebesar Rp 2 triliun. Namun dalam rapat komisi pembahasan anggaran, nilainya dipangkas menjadi Rp 1 triliun.

"Pinjaman daerah (untuk FPPR) tadinya Rp 2 triliun, kemudian turun menjadi Rp 1 triliun dan akhirnya disepakati Rp 500 miliar," ujar Gembong kepada wartawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI