Abu Janda Disemprot MS Kaban: Sampeyan Eggak Ngerti Apa Arti Islam?

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 04 Desember 2019 | 14:28 WIB
Abu Janda Disemprot MS Kaban: Sampeyan Eggak Ngerti Apa Arti Islam?
Permadi Arya alias Abu Janda seusai membuat laporan di Bareskrim Polri. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menyindir pernyataan penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda soal terorisme berasal dari agama Islam.

Mantan Menteri Kehutanan RI era Presiden SBY ini mempertanyakan pemahaman Abu Janda mengenai ajaran agama islam.

Hal itu disampaikan MS Kaban melalui jejaring Twitter pribadinya @hmskaban, Rabu (4/12/2019).

Secara halus, Mantan Menteri Kehutanan RI tersebut menolak pendapat Abu Janda mengenai teroris berasal dari agama islam.

Menurutnya, apa yang dilontarkan Abu Janda justru menyudutkan agama Islam dan mencerminkan ketidakpahaman mengenai ajaran agama.

Sementara, pernyataan Abu Janda tersebut muncul selepas melaporkan Ustaz Maher At-Thuwailibi ke Bareskrim Polri atas tuduhan menyerukan ancaman pembunuhan kepada dirinya dan Soekmawati Soekarnoputri.

"Terima kasih pada Abu Janda sangat berani mengatakan bahwa teroris itu agama Islam. Kata-kata anda didengar oleh jutaan teroris, orang beragama islam, islam lebih dari 200 juta orang beragama islam di Indonesia itu teroris?. Sampeyan gak ngerti apa arti islam menghujat dan menuduh islam," tulis MS Kaban.

Mendapat sindiran seperti itu, Abu Janda tak tinggal diam. Ia mengklaim, MS Kaban tidak secara lengkap menyimak pendapatnya sehingga keliru menafsirkan.

Untuk itu, Abu Janda meminta MS kaban menyimak secara rinci pernyataan yang disampaikan dalam sebuah video.

baca juga

"Simak keseluruhan pernyataan donk, jangan potong sepenggal out of context," balas Abu Janda.

Dalam video itu Abu Janda mengatakan, alasannya melaporkan Ustaz Mahaeer ke Bareskrim Polri pada Jumat (29/11) lalu tak sekadar soal seruan pembunuhan kepada dirinya namun juga untuk memerangi islam radikal.

"Ustaz Maher dalam video menyerukan pada jamaah agar saya dibunuh berdasarkan ilmu Fiqih atau ilmu Islam. Artinya dia bilang ke jamaah perintah bunuh bukan dari Maaher, tapi dari islam. Ini bukti islam radikal itu ada. Terorisme lahir dari ustaz-ustaz semacam ini," ungkapnya.

Ia pun menambahkan, "Ini bukti kalau terorisme membenarkan perintah membunuh melalui ajaran islam. Mereka membenarkan bahwa terorisme, radikalisme dan perintah membunuh berasal dari agama islam. Jadi jangan bilang lagi terorisme tidak punya agama, agamanya islam dan gurunya Maheer".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laporkan Balik Abu Janda, Ustaz Maheer: Dia yang Ketakutan

Laporkan Balik Abu Janda, Ustaz Maheer: Dia yang Ketakutan

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:54 WIB

Abu Janda: Ustaz Maher Juga Serukan Tsamara dan Grace Natalie Dibunuh

Abu Janda: Ustaz Maher Juga Serukan Tsamara dan Grace Natalie Dibunuh

News | Sabtu, 30 November 2019 | 13:03 WIB

Polisi Tembak Mati Pelaku Penyerangan di London Bridge

Polisi Tembak Mati Pelaku Penyerangan di London Bridge

News | Sabtu, 30 November 2019 | 09:05 WIB

Prabowo Ungkap Pergerakan Dinamis Teroris Ancam Negara di ASEAN

Prabowo Ungkap Pergerakan Dinamis Teroris Ancam Negara di ASEAN

News | Senin, 25 November 2019 | 12:50 WIB

Terkini

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:22 WIB

×