Politikus Sosialis Keturunan Palestina di Jerman Diancam Dibunuh Neo Nazi

Reza Gunadha

Rabu, 04 Desember 2019 | 16:57 WIB
Politikus Sosialis Keturunan Palestina di Jerman Diancam Dibunuh Neo Nazi
Sawsan Chebli. [Tellerreport.com]

Suara.com - Politikus sosialis keturunan Palestina, Sawsan Chebli, mendapat ancaman pembunuhan dari ekstremis kanan, kalau tak mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Jerman untuk Integrasi Imigran.

Bahkan, kelompok Neo-Nazi mengultimatum perempuan tersebut harus mundur sebelum perayaan Natal 2019.

Namun, Sawsan sendiri menegaskan tidak takut dan justru malah semakin giat bekerja dalam dunia politik.

Sawsan Chebli, anggota Partai Sosial Demokrat (SPD), mengungkapkan kepada publik perihal ancaman pembunuhan yang diterimanya.

"Saya tidak akan membiarkan diri saya diintimidasi oleh Anda (pendukung) Nazi, tapi saya akan bersuara lebih lantang lagi untuk keberagaman ... sekarang lebih dari sebelumnya," kata Sawsan seperti diberitakan DW Indonesia, Rabu (4/12/2019).

Ancaman yang didapat lewat surat elektronik itu dipublikasikan Sawsan Chebli lewat foto-foto di Twitter hari Senin (02/12).

Sebelumnya, politikus Partai Hijau Cem Özdemir dan Claudia Roth pada akhir Oktober juga menerima surat ancaman yang ditandatangani oleh kelompok ekstremis kanan yang menamakan dirinya "Divisi Senjata Atom Jerman."

Sawsan Chebli, 41 tahun, pernah menjabat sebagai wakil juru bicara di Kementerian Luar Negeri Jerman hingga 2016.

Orang tuanya berasal dari  Palestina dan datang ke Jerman tahun 1970 dari sebuah kamp pengungsi di Lebanon.

baca juga

'Nomor tiga' di daftar pembunuhan ekstrem kanan

Dalam surat ancaman penuh berisi ungkapan rasis yang dikirimkan kepada Sawsan Chebli itu, nama Cem Özdemir dan Claudia Roth juga disebutkan.

Chebli disebut akan menjadi korban nomor tiga dalam "seri pembunuhan" yang diprakarsai kelompok ekstremis sayap kanan" dengan memanfaatkan "insentif finansial" dari "anggota Nazi yang mudah dimanipulasi."

"Kami menuntut agar Anda mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Anda pada jam 0:00 pada 24.12.2019," demikian ditulis dalam surat ancaman itu, yang ditandatangani secara anonim dengan kata-kata "Soldaten der Cyberreichtswehr" ("pasukan cyber kekaisaran").

Pada hari Minggu (01/12) Sawsan Chebli menghadiri upacara penyerahan penghargaan kota Berlin "Farben Bekennen" (Show Your Colors) yang diberikan kepada para migran di Jerman yang telah "memberi kontribusi khusus" kepada masyarakat Jerman.

Diprakarsai Sawsan Chebli

Penerima hadiah utama tahun 2019 adalah kepala sebuah restoran Arab di Berlin. Pemenangnya dipilih oleh tim juri yang terdiri dari 12 tokoh masyarakat dan profesional.

Penghargaan "Farben Bekennen" ini diprakarsai oleh Sawsan Chebli tahun 2018 ketika menjabat sebagai wakil menteri untuk partisipasi sipil dan masalah internasional di Berlin.

Sawsan Chebli memang sering menjadi sasaran ancaman melalui media sosial. Juni lalu dia mengatakan bahwa tiap minggunya ia mengajukan 20 sampai 30 pengaduan pidana karena ancaman-ancaman itu.

Oktober tahun lalu, dia menonaktifkan akun Facebooknya sebagai reaksi atas serangkaian pesan kebencian yang ditujukan kepadanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Grup Neraka di Piala Eropa 2020, Loew dan Deschamps Tak Khawatir

Masuk Grup Neraka di Piala Eropa 2020, Loew dan Deschamps Tak Khawatir

Bola | Minggu, 01 Desember 2019 | 17:20 WIB

Hasil Undian Piala Eropa 2020: Portugal, Prancis, dan Jerman Jadi Satu Grup

Hasil Undian Piala Eropa 2020: Portugal, Prancis, dan Jerman Jadi Satu Grup

Bola | Minggu, 01 Desember 2019 | 13:48 WIB

Audi Berencana Pangkas 9500 Karyawan di Tahun 2025, Apa Sebab?

Audi Berencana Pangkas 9500 Karyawan di Tahun 2025, Apa Sebab?

Otomotif | Rabu, 27 November 2019 | 18:49 WIB

Jual Rumah Rp 2 Miliar, Dorce Gamalama Sumbangkan ke Palestina

Jual Rumah Rp 2 Miliar, Dorce Gamalama Sumbangkan ke Palestina

Video | Rabu, 27 November 2019 | 16:35 WIB

Dorce Gamalama Jual Rumah Rp 2 Miliar untuk Palestina

Dorce Gamalama Jual Rumah Rp 2 Miliar untuk Palestina

Entertainment | Rabu, 27 November 2019 | 16:20 WIB

Terkini

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

×