Diangkat Jadi Wali Kota, Lelaki Anggota Neo-Nazi Tuai Kecaman

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Selasa, 10 September 2019 | 19:21 WIB
Diangkat Jadi Wali Kota, Lelaki Anggota Neo-Nazi Tuai Kecaman
Ilustrasi bendera Nazi (Shutterstock).

Suara.com - Terpilihnya Stefan Jagsch sebagai walikota distrik Altenstadt, negara bagian Hesse, Jerman menuai kecaman dari banyak pihak. Banyak orang mendesak penganut paham neo-Nazisme tersebut mundur dari jabatanya.

Stefan Jagsch yang mewakili Partai Nasional Demokrat Jerman (NPD) mejadi satu-satunya kandidat saat pemilihan. Dari hasil pemungutan suara, ia meraih suara bulat dari tujuh anggota dewan di Walsiedlung.

Dikutip dari Nytimes, sayangnya keputusan tersebut ditentang oleh pejabat dari partai senior lainnya. Seperti halnya dengan Annegrat Kramp-Karrenbauer, pimpinan CDU yang menyerukan pemilu dibatalkan.

Senada dengan hal itu, beberapa pejabat lainnya pun menyuarakan keinginan lewat media sosial. Mereka menolak kepemimpinan seorang Nazi.

"Kami tidak bekerja sama dengan Nazi! Tidak akan pernah. Itu berlaku untuk tingkat federal, daerah dan distrik," tulis Lars Klingbeil, anggota koalisi CDU.

Di lain pihak, Stefan Jagsch mendapat dukungan dari anggota dewan Norbert Szilasko. Pria itu menyebut Stefan terpilih karena dia adalah seorang pemuda yang pandai komputer, di samping tidak adanya kandidat lain.

"Kami tidak memilik calon lainnya, terutama dari kalangan muda yang pandai komputer dan bisa mengirim email," katanya.

Stefan Jagsch sendiri menganggap reaksi pihak oposisi terkait posisinya justru berlebihan dan konyol. Ia bahkan menantang mereka untuk melakukan pemungutan suara ulang.

"Hari yang menyedihkan bagi demokrasi," ungkapnya kepada kantor berita DPA.

Partai NPD yang menaungi Stefan Jagsch sendiri dikenal sebagai oposisi sejak 1964. Pada 2017, pemerintah Jerman dan parlemen telah melakukan berbagai upaya untuk membubarkan partai itu lantaran ideologi Nazi yang dianut mengancam konstitusi negara.

Sayangnya, klaim tersebut tidak dirasakan oleh sejumlah pihak. Terbukti, dalam pemilihan partemen NPD memenangkan 0.4 persen suara.

Setelah diangkat jadi walikota, Stefan Jagsch membagikan spanduk bertajuk 'Pers berbohong' dan sejumlah tulisan tentang migran, muslim dan partai politik yang didirikan dengan caption 'Dari rakyat, untuk rakyat'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buktikan Teori Konspirasi di Kota Ini, Ada Hadiah 15 Miliar Rupiah

Buktikan Teori Konspirasi di Kota Ini, Ada Hadiah 15 Miliar Rupiah

Lifestyle | Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:28 WIB

Lebih Dekat dengan Teufelsmauer, Si Tebing Setan dari Jerman

Lebih Dekat dengan Teufelsmauer, Si Tebing Setan dari Jerman

Lifestyle | Rabu, 21 Agustus 2019 | 18:00 WIB

Sepasang Penguin Gay Adopsi Telur, Sempat Mencoba Menetaskan Batu

Sepasang Penguin Gay Adopsi Telur, Sempat Mencoba Menetaskan Batu

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 19:18 WIB

Tren Fesyen Muslim Kontemporer  Merambah Jerman

Tren Fesyen Muslim Kontemporer Merambah Jerman

Video | Senin, 12 Agustus 2019 | 07:05 WIB

Terkini

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:58 WIB

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:52 WIB

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:46 WIB

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:44 WIB

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:38 WIB

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:30 WIB

May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki

May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:29 WIB

Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan

Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:24 WIB