Mahasiswi Papua: Kenapa Dukung Palestina Merdeka, Tapi Kami Tak Didengar?

Reza Gunadha

Rabu, 04 Desember 2019 | 19:51 WIB
Mahasiswi Papua: Kenapa Dukung Palestina Merdeka, Tapi Kami Tak Didengar?
Mahasiswi Papua bacakan puisi tuntut referendum. (Twitter/@VeronicaKoman)

Suara.com - Aktivis dan Pengacara Hak Asasi Manusia Veronica Koman membagikan video orasi mahasiswa Papua yang menyentuh hati lewat Twitter, Rabu (4/12/2019).

Orasi tersebut bergema dalam peringatan kemerdekaan Papua Barat 1 Desember yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Papua di sekitar Bundaran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dalam video berdurasi dua menit tujuh detik itu, tampak seorang mahasiswi Papua yang memakai setelah hitam putih berbicara lewat pelantang suara.

Sembari memegang secarik kertas, ia berapi-api membacakan puisi tentang tuntutan referendum Papua.

Dalam narasi unggahan, Veronica Koman menerangkan mahasiswi itu bernama GG asal Tambrauw, sebuah kabupaten di Papua Barat.

Tanpa diketahui pembuka puisi yang dibawakan, mahasiswi Papua itu terdengar menyuarakan protes kepada pemerintah.

"Kenapa munafik dan harus dukung Palestina merdeka, sedangkan kami Papua tidak pernah didengar? Kenapa harus sibuk selesaikan Rohingnya, sedangkan luka besar pelanggaran HAM di Papua kau cuma tutup dengan otsus," teriak GG yang disambut tepuk tangan oleh massa lainnya.

Ia kemudian melanjutkan puisinya yang menggambarkan perasaan warga Papua. Di mana mereka hanya bisa menyembunyikan penderitaan.

"Kami tak pernah marah, tak pernah usir, tak pernah tolak satu orang pun. Biar timah panas kenai jantung, biar dada kami sampai memar. Kami hanya bisa menangis, menangis tak bersuara, memang harus begitu. Karena kalau bersuara, bukan hanya bapak saja yang mati, bukan hanya mama saja yang diperkosa, tapi saya juga, saya juga mati dan diperkosa," imbuh GG sembari menahan tangis.

baca juga

GG menutup puisinya dengan menyuarakan kemerdekaan Papua.

"Kita bilang Papua akan bangkit dan menjadi tuan atas tanahnya sendiri. Itu membuat bukan janji... Papua Merdeka," teriak GG.

Diketahui, selain menyuarakan referendum, massa pun menuntut pembebasan sejumlah tahanan politik yang memperjuangkan pembebesan Papua. Mereka juga meminta pemerintah bertidak tegas mengadili pelaku diskriminasi rasial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tapol Papua Surya Anta Cs Akan Ungkap Kesaksian di Sidang Hari Ini

Tapol Papua Surya Anta Cs Akan Ungkap Kesaksian di Sidang Hari Ini

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 10:20 WIB

Warga Polandia Napi Politik Papua Mengaku Diintimidasi dalam Sel Tahanan

Warga Polandia Napi Politik Papua Mengaku Diintimidasi dalam Sel Tahanan

News | Senin, 02 Desember 2019 | 21:04 WIB

OPM: 1 Desember Bukan Hari Ulang Tahun Kami

OPM: 1 Desember Bukan Hari Ulang Tahun Kami

News | Senin, 02 Desember 2019 | 16:27 WIB

Wali Kota Oxford Inggris Rayakan 1 Desember Manifesto Bangsa West Papua

Wali Kota Oxford Inggris Rayakan 1 Desember Manifesto Bangsa West Papua

News | Senin, 02 Desember 2019 | 13:18 WIB

Terkini

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

×