2019 Marak Serangan kepada Aktivis, Amnesty Internasional: Tahun yang Kelam

Chandra Iswinarno

Senin, 09 Desember 2019 | 00:00 WIB
2019 Marak Serangan kepada Aktivis, Amnesty Internasional: Tahun yang Kelam
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. [Suara.com/Aziz Ramadani]

Suara.com - Menjelang tutup tahun 2019, Amnesty Internasional Indonesia mengklaim sebagai tahun terkelam dalam sejarah bangsa. Betapa tidak, serangan maupun kriminalisasi terhadap aktivis mencapai puluhan kasusnya.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengatakan, berdasarkan catatan Koalisi Masyarakat Sipil Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) ada kisaran 29 kasus sepanjang 2019 ini.

Dicontohkannya, pada awal tahun, terjadi penyerangan terhadap aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah Direktur WALHI NTB Murdani dibakar.

Setelah itu, terus terjadi berbagai serangan kriminalisasi berlebihan yang dialami aktivis. Di antaranya, Veronica Koman dalam kasus Papua, bahkan hingga alami pelecehan seksual secara serius. Lalu, Dandhy Dwi Laksono serta Ananda Badudu. Juga Golfrid Siregar aktivis WALHI Sumatera Utara yang kematiannya dicurigai akibat penganiayaan yang sistematis.

Catatan tersebut, lanjut dia, semakin menguatkan banyaknya pernyataan sarjana maupun pengamat yang menyimpulkan kondisi HAM dan pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami kemunduran. Terutama pada era Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Itu akhirnya membuat harapan masyarakat yang semula tinggi pada Pak Jokowi pada bidang HAM dan pemberantasan korupsi mengalami semacam erosi. Orang tidak lagi memiliki harapan tinggi," ujarnya saat ditemui usai peletakan batu pertama pembangunan Museum HAM Munir di Kota Batu Jawa Timur pada Minggu (8/12/2019).

Bahkan, masih kata Usman Hamid, pernah dilakukan perbandingan tentang langkah-langkah para presiden setelah Orde Baru dalam menyelidiki pembunuhan atau peristiwa yang sangat serius dalam bidang HAM.

"Ternyata hanya Presiden Jokowi yang belum pernah membentuk tim gabungan yang independen untuk menyelidiki sebuah peristiwa pelanggaran HAM, baik itu dialami aktivis atau tokoh," ujarnya.

Dicontohkannya, pada masa Presiden Habibie yang jelas pernah membentuk tim gabungan pencari fakta kasus kerusuhan Mei 1998. Bahkan pascakasus di Aceh, Habibie membentuk komisi independen penyelidik tindak kekerasan pelanggaran HAM.

baca juga

"Presiden selanjutnya, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) juga jelas mengambil keputusan yang sangat banyak dan mendukung penuh Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan kasus Timor Timur, bahkan menerbitkan keppres (keputusan presiden) untuk pengadilan adhoc," urainya.

Kemudian, pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri juga membentuk komisi penyelidik nasional untuk mengusut kasus pembunuhan tokoh Papua Theys Hiyo Eluay. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga jelas dalam upaya pengusutan untuk kasus Munir Said Thalib.

"Cuma Presiden Jokowi yang belum membentuk. Nah, apa artinya itu? Banyak yang mengatakan Presiden Jokowi tak sekuat atau lemah dibandingkan presiden-presiden sebelumnya," katanya.

Namun, di balik kelamnya 2019 atau selama masa kepemimpinan Jokowi, upaya penegakkan HAM dan pemberantasan korupsi di Indonesia masih memiliki secercah cahaya. Terutama momentum dibangunnya Museum HAM Munir ini.

"Hari ini, dengan hadirnya Gubernur Khofifah itu cermin adanya kepedulian dari sebagian unsur negara. Tampilnya gerakan mahasiswa pada September juga membawa harapan, masih ada semangat dari hasil reformasi."

Kontributor : Aziz Ramadani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Komnas HAM: Mayoritas Rakyat Ingin Jokowi Tuntaskan Kasus HAM

Survei Komnas HAM: Mayoritas Rakyat Ingin Jokowi Tuntaskan Kasus HAM

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 22:44 WIB

Pemerintah Kategorisasi soal Kasus HAM yang Dapat Diselesaikan Lewat KKR

Pemerintah Kategorisasi soal Kasus HAM yang Dapat Diselesaikan Lewat KKR

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:58 WIB

Calon Tunggal Kapolri, Kasus Novel Baswedan jadi PR Pertama Idham Azis

Calon Tunggal Kapolri, Kasus Novel Baswedan jadi PR Pertama Idham Azis

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:55 WIB

Masuk Dewan HAM PBB, Indonesia Harus Tuntaskan Masalah HAM Sendiri

Masuk Dewan HAM PBB, Indonesia Harus Tuntaskan Masalah HAM Sendiri

News | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 21:43 WIB

Amnesty Internasional Kritisi Aksi Kekerasan Polisi Saat Hadapi Demonstran

Amnesty Internasional Kritisi Aksi Kekerasan Polisi Saat Hadapi Demonstran

News | Jum'at, 27 September 2019 | 06:17 WIB

Terkini

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:10 WIB

Rieke 'Oneng' Dilaporkan ke MKD DPR Oleh Mantan Istri Andre Taulany, Ini Duduk Perkaranya

Rieke 'Oneng' Dilaporkan ke MKD DPR Oleh Mantan Istri Andre Taulany, Ini Duduk Perkaranya

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:09 WIB

Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025

Lebih dari Sekadar Ranking, Membaca Skill Problem Solving PISA 2025

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tiba-tiba Menghijau ke Level 6.300, Ini Pendorongnya

IHSG Tiba-tiba Menghijau ke Level 6.300, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:05 WIB

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?

Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

10 Kebiasaan Kecil Ini Contoh Pengamalan Sila ke 5 Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari

10 Kebiasaan Kecil Ini Contoh Pengamalan Sila ke 5 Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

BRI Private Dukung Gaya Hidup Sehat Nasabah Lewat Premium Medical Check Up

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

×