Heboh Tes Fisik Honorer DKI, Ferdinand: Kenapa Bukan Anies yang Masuk Got?

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Heboh Tes Fisik Honorer DKI, Ferdinand: Kenapa Bukan Anies yang Masuk Got?
Video pegawai honorer di Jakarta Barat masuk ke got berisi air keruh dan kotor ketika melakukan tes perpanjangan kontrak, viral di media-media sosial. [Facebook]

"Honorer diperlakukan seperti bebek? Masuk got untuk tes fisik?," tanya Ferdinand.

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Demokrat menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait tes perpanjangan kontrak pegawai hononer di Jakarta Barat yang disuruh masuk ke got. Ferdinand menilai tes fisik tersebut tak masuk akal.

Ia mengaku heran dengan tes fisik yang dilakukan. Baginya, meminta pegawai masuk got sama halnya dengan tidak memanusiakan manusia. Selain itu, suruhan masuk got tak layak disebut sebagai tes fisik.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferdinand melalui jejaring Twitter pribadinya @FerdinandHaean2, Sabtu (14/12/2019).

"Mau ngomong apa lagi kalau sudah begini, Honorer diperlakukan seperti bebek? Masuk got untuk tes fisik?" tanya Ferdinand.

Menanggapi kejadian tersebut, Ferdinand pun memberikan sindiran pedas kepada Anies Baswedan. Ia mempertanyakan sikap Anies sebagai pemimpin DKI, hingga mengaitkan tes fisik pegawai honorer dengan kebijakan pembongkaran trotoar.

"Beginikah cara Mr Dan @aniesbaswedan membangun SDM di pemerintahannya? Tidak memanusiakan manusia? Kenapa bukan Anies yang masuk got setelah trotoar dibongkar lagi?" imbuh Ferdinand.

Cuitan Ferdinand Hutahaean soal honorer DKI disuruh masuk got demi perpanjangan kontrak. (Twitter/@FerdinandHaean2)
Cuitan Ferdinand Hutahaean soal honorer DKI disuruh masuk got demi perpanjangan kontrak. (Twitter/@FerdinandHaean2)

Untuk diketahui, video sejumlah pegawai honorer di Jakarta Barat masuk got berisi air keruh untuk perpanjangan kontrak viral di media sosial belakangan ini.

Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir mengatakan, seluruh pihak yang terlibat diperiksa terkait dugaan kelalaian dalam mekanisme tata cara perpanjangan kontak PJLP atau Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan.

"Seluruh Panitia dan dan Lurah selaku kepala unitnya diperiksa Tim Gabungan Inspektorat dan BKD, tingkat provinsi hingga Jakarta Barat," kata Chaidir saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu lalu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS