Cerita Hacker Australia Bobol Situs Kelompok Teroris ISIS

Bangun Santoso

Kamis, 19 Desember 2019 | 09:27 WIB
Cerita Hacker Australia Bobol Situs Kelompok Teroris ISIS
Ilustrasi hacker. (Shutterstock)

Hal ini, katanya, mengindikasikan betapa ISIS menyadari pentinganya operasi online mereka.

Meretas Jaringan ISIS

Kelompok ISIS membacakan aturan yang berlaku di Islam sebelum menghukum laki-laki Gay. (Mirror)
Sebagai ilustrasi: Kelompok ISIS membacakan aturan yang berlaku di Islam sebelum menghukum laki-laki Gay. (Mirror)

Untuk melawan kecanggihan operasi online ISIS, Amerika Serikat, Australia, dan sekutu lainnya kemudian meluncurkan operasi serangan siber terbesar dalam sejarah militer AS.

"Ini merupakan operasi yang sangat besar, kelas atas," jelas Staughton.

Direktorat Sinyal Australia membentuk tim yang terdiri dari 20-an pakar untuk bergabung dengan Operation Glowing Symphony.

Mereka terdiri atas ahli bahasa, pakar anti-terorisme, analis intelijen, operator serangan siber (lebih dikenal sebagai peretas) dan spesialis teknis TI.

Usia mereka antara 24 dan 38 tahun, kebanyakan sarjana sains, matematika, bahasa dan pemasaran. Mereka menjalani pelatihan intensif untuk mempersiapkan perang siber.

Tim Australia ini menghabiskan waktu berbulan-bulan merencanakan operasi. Termasuk pengintaian online untuk memata-matai anggota unit propaganda ISIS.

"Kita perlu tahu bagaimana mereka merespons serangan, untuk mendukung taktik kita dalam menyerang mereka kembali," jelas Sarah.

baca juga

ASD mempelajari semua hal tentang anggota ISIS untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam menghadapi lawannya.
Senjatanya Kamera dan Komputer

Sarah bekerja untuk Direktorat Sinyal Australia (ASD), salah satu organisasi paling rahasia di negara ini.

ASD menyebut dirinya beroperasi "di wilayah antara yang sulit dan yang tidak mungkin" dan bertanggung jawab atas sinyal intelijen asing dan perang siber.

Secara sederhana, organisasi ini memata-matai orang atau kelompok di luar negeri, yang dipandang sebagai ancaman bagi Australia. Jika diperlukan, ASD juga melancarkan serangan dunia maya untuk mengganggu, mengendalikan atau menghancurkan targetnya.

Divisi peretasan ASD dibawahi oleh Ben Staughton, yang ditemui ABC di markas ASD.

"Di sini lebih mirip kantor biasa dan bukan sepasukan tentara yang memenuhi lapangan," ujarnya.

Pegawai ASD tidak mengenakan seragam. Mereka masuk kantor mengenakan jeans dan kemeja biasa. Senjata utama mereka hanyalah keyboard komputer.

Ketika Australia dan sekutunya berperang dengan kombatan ISIS dari darat dan udara, mereka menyadari betapa divisi propaganda online kelompok itu sangat mematikan.

ISIS pernah mempekerjakan 100 orang untuk propaganda, termasuk spesialis IT, desainer grafis dan produser konten video.

"Kami memiliki tim ahli yang beragam termasuk pakar terorisme, budaya, dan bahkan analis perilaku yang memberikan masukan mengenai bagaimana target itu beroperasi," jelasnya.

Ketika AS dan sekutunya terus memata-matai jaringan online ISIS, mereka menemukan hanya ada 10 titik masuk ke seluruh sistem itu.

"Jika kita ibaratkan jaringan media ISIS sebagai sebuah rumah, ada 10 pintu masuk yang kami temukan, kemudian mengambil langkah selanjutnya untuk mengacaukannya," kata Sarah.

ASD tidak bersedia menjelaskan bagaimana cara membuka pintu-pintu tersebut.

Tapi secara umum metode peretasan mencakup uapaya menemukan kelemahan jaringan, menentukan nama pengguna atau kata sandi seseorang, hingga penggunaan email phishing untuk mendapatkan akses.

Serangan Hari-H

Ilustrasi pasukan ISIS. (Shutterstock)
Ilustrasi pasukan ISIS. (Shutterstock)

Setelah empat bulan memata-matai, Australia dan sekutunya pun melancarkan serangan terhadap unit propaganda online ISIS. Dilakukan pada November 2016.

Tim ADS dikumpulkan di sebuah ruangan yang dipenuhi deretan komputer.

"Tim Amerika mengirimkan kata sandi untuk memulai operasi itu," ujar Sarah.

Kata kunci yang digunakan adalah nama tim footy (olahraga khas Australia), yang tak mau disebutkan oleh Sarah.

Operasi serangan ini diwarnai dengan kesibukan mengetik di keyboard komputer selama 12 jam sehari.

Sebagai operator utama, Sarah memantau dan mengarahkan tim ASD yang dipecah menjadi beberapa grup kecil, untuk menyerang beberapa target secara bersamaan.

"Kami menempelkan target-target itu ke dinding agar dilihat oleh semua operator dan secara taktis mengakses akun, menguncinya, mencuri konten dan menghapus semuanya," jelas Sarah.

Secara sederhana, para ahli siber Australia mendobrak pintu, mencuri segala sesuatunya di ruangan itu, dan memasang gembok besar di pintu sehingga ISIS tidak bisa lagi mengaksesnya.

"Target kami itu menerbitkan publikasi yang digunakan merekrut pengikut dan foto-foto dari medan perang," katanya.

"Kami menyasar jaringan yang menghosting konten dari medan perang, yang mereka lengkapi dengan desain grafis, yang kemudian mereka simpan atau sebarkan secara global melalui situsnya," ujar Sarah.

Serangan awal tim Australia ini kemudian disusul serangan lebih lanjut pada jaringan ISIS selama seminggu.

Tim ASD berhasil mengambil tiga terabyte data dari jaringan ISIS, termasuk foto, video dan dokumen.

Bahkan back-up dari sistem mereka pun berhasil dihapus sehingga ISIS tak punya pilihan lain kecuali membangun kembali mesin propagandanya dari awal.

Pembumihangusan

Akibat serangan ini, menurut Ben Staughton, sudah tidak mungkin bagi anggota ISIS untuk masuk ke jaringan tersebut.

"Ibarat pembumihangusan. Anda tidak punya akses lagi ke email, ke jaringan tertutup, ke kemampuan produksi media," jelasnya.

"Jadi, perangkat lunak yang akan Anda gunakan selama ini, tidak akan bisa Anda dapatkan kembali karena kami telah menghancurkan semuanya," kata Staughton.

Lydia Khalil dari Lowy Institute mengatakan ketika Operation Glowing Symphony menghancurkan mesin propaganda ISIS, kelompok teroris itu berusaha membangunnya kembali.

"Memang terlihat adanya perbedaan, tapi kita juga tidak melihat kehadiran online ISIS menghilang sepenuhnya," katanya.

ABC mengtehaui bahwa serangan siber lebih lanjut terhadap ISIS telah diluncurkan sejak Operation Glowing Symphony, tapi ASD menolak berkomentar.

Menurut Khalil, serangan yang tengah berlangsung itu telah membuat ISIS hancur.

"Ada penghancuran, lalu ISIS akan sedikit pulih, tapi setiap kali mereka akan lebih kecil," katanya.

Tim yang dipimpin Sarah ini disiplin dan imaginatif. Beban kerja mereka akan terus bertambah. Pasalnya, situs website kini jadi pilihan bagi mereka yang ingin membahayakan orang lain.

"Saya tahu mereka memiliki keterampilan, dan memahami pekerjaan mereka," kata Sarah.

"Kami siap menghadapinya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Kejahatan Pada Sistem Elektronik

Waspadai Kejahatan Pada Sistem Elektronik

Your Say | Senin, 16 Desember 2019 | 17:26 WIB

Awas, BMW dan Hyundai Jadi Sasaran Kelompok Peretas!

Awas, BMW dan Hyundai Jadi Sasaran Kelompok Peretas!

Otomotif | Selasa, 10 Desember 2019 | 14:00 WIB

Kisah Cinta Unik, Artis Korea Pacaran dengan Hacker

Kisah Cinta Unik, Artis Korea Pacaran dengan Hacker

Lifestyle | Jum'at, 06 Desember 2019 | 15:15 WIB

Sektor Perbankan Indonesia Paling Rawan Diserang Peretas di 2020

Sektor Perbankan Indonesia Paling Rawan Diserang Peretas di 2020

Tekno | Selasa, 03 Desember 2019 | 23:21 WIB

Dipertemukan dengan Pemerkosanya, Eks Budak Seks ISIS Murka sampai Pingsan

Dipertemukan dengan Pemerkosanya, Eks Budak Seks ISIS Murka sampai Pingsan

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 07:45 WIB

Google Siapkan Hadiah Rp 14 Miliar Bagi yang Bisa Jebol Titan M

Google Siapkan Hadiah Rp 14 Miliar Bagi yang Bisa Jebol Titan M

Tekno | Selasa, 26 November 2019 | 08:00 WIB

Duh, Perusahaan Otomotif Mulai Jadi Target Peretasan

Duh, Perusahaan Otomotif Mulai Jadi Target Peretasan

Otomotif | Sabtu, 23 November 2019 | 09:00 WIB

BNPT: Belum Ada Keputusan Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS

BNPT: Belum Ada Keputusan Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS

News | Kamis, 21 November 2019 | 07:29 WIB

Pengamat Intelijen: Bom Bunuh Diri Medan Dipicu Kematian Pimpinan ISIS

Pengamat Intelijen: Bom Bunuh Diri Medan Dipicu Kematian Pimpinan ISIS

News | Kamis, 14 November 2019 | 09:29 WIB

Terkini

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:17 WIB

4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!

4 OOTD Casual Chic Style ala Seo Ji Hye, Inspo Gaya Ngampus Sampai Ngantor!

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:15 WIB

DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin

DNA Petarung Bahlil Dipuji Prabowo: Kesulitanlah yang Membesarkan Pemimpin

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat

Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Viral Tanpa Rencana, Aksi Dermawan Ni Kadek Indrayoni Tembus 6 Juta Penonton!

Viral Tanpa Rencana, Aksi Dermawan Ni Kadek Indrayoni Tembus 6 Juta Penonton!

Entertainment | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Belanja Skincare di Watsons Pakai BRImo Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya

Belanja Skincare di Watsons Pakai BRImo Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya

Bri | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

5 Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Formal untuk Berbagai Acara

5 Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus yang Formal untuk Berbagai Acara

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah

Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

BBM Subsidi Tak Naik, Prabowo: Banyak Negara Panik, Indonesia Masih Cool

BBM Subsidi Tak Naik, Prabowo: Banyak Negara Panik, Indonesia Masih Cool

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun

Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun

Sulsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×