Tewaskan Puluhan Orang, Begini Kronologi Bus Sriwijaya Jatuh ke Jurang

Bangun Santoso

Rabu, 25 Desember 2019 | 13:30 WIB
Tewaskan Puluhan Orang, Begini Kronologi Bus Sriwijaya Jatuh ke Jurang
Evakuasi korban kecelakaan bus masuk jurang di Pagaralam, Sumatera Selatan. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Kecelakaan maut bus Sriwijaya rute Bengkulu – Palembang ternyata tidak langsung diketahui masyarakat maupun polisi. Bahkan, bus Sriwijaya lain yang semula beriringan tak menyadari bahwa mobil yang melaju di depannya dan hanya berjarak satu tikungan mengalami kecelakaan.

Bahkan, awalnya polisi mengetahui peristiwa kecelakaan maut bus Sriwijaya dengan nomor polisi BD 7031 AU itu atas laporan salah seorang korban selamat.

Korban tersebut mendatangi pos pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian di Jalan Lintas Pagar Alam-Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan pada Senin (23/12) malam.

"Kalau dilihat sepintas memang seperti tidak ada bekas mobil jatuh. Beruntung penumpang selamat itu cepat menghubungi pos polisi yang tidak jauh dari lokasi," kata Kepala Operasional PO Sriwijaya Express Bengkulu Aji Supriadi di Bengkulu, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (24/12/2019).

Setelah korban selamat tersebut mendatangi pos pengamanan polisi, informasi tentang kecelakaan ini kemudian menyebar ke pihak terkait terutama tim pencari dan penyelamat (SAR) untuk menuju lokasi menolong para korban lainnya.

Ia mengatakan, sopir yang membawa bus Sriwijaya saat terjun ke jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel saat ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam bus.

Bus nahas itu dikendarai oleh Feri Agus Mulyadi (49). Sopir utama bus ini masuk dalam daftar korban meninggal. Malangnya hingga Selasa, sopir utama itu belum bisa dievakuasi dari dalam bus.

Sementara sopir cadangan yakni Feri (50) juga masuk dalam daftar korban meninggal. Selain itu, bus nahas itu juga membawa dua orang kernet. Satu di antara dua orang kernet itu juga meninggal.

Aji menjelaskan, ada dua bus Sriwijaya yang awalnya berangkat beriringan pada Senin dengan tujuan berbeda yakni Bengkulu – Kota Palembang dan Bengkulu - Bandarlampung. Kedua bus berangkat dari Kota Bengkulu dengan waktu yang berbeda.

baca juga

Bus nahas dengan tujuan Bengkulu – Kota Palembang berangkat pukul 14.00 WIB. Sedangkan bus Sriwijaya dengan tujuan Bengkulu – Bandarlampung berangkat pukul 15.00 WIB.

Kendati demikian, kedua bus ini sempat iring-iringan di jalan. Pada sore hari, kedua bus Sriwijaya yang berangkat dari Kota Bengkulu ini sempat istirahat di salah satu rumah makan di daerah Pendopo Sumsel. Setelah itu kedua bus kembali melanjutkan perjalanan.

Kakorlantas Polri Irjen Polisi Istiono (kedua dari kiri) meninjau lokasi kecelakaan Bus Sriwijaya yang menewaskan 28 orang di Sungai Lematang, Pagar Alam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). (Antara/Korlantas Polri)
Kakorlantas Polri Irjen Polisi Istiono (kedua dari kiri) meninjau lokasi kecelakaan Bus Sriwijaya yang menewaskan 28 orang di Sungai Lematang, Pagar Alam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). (Antara/Korlantas Polri)

Saat di jalan, antara bus Sriwijaya yang nahas dengan bus Sriwijaya dengan tujuan Bandarlampung hanya berjarak sekitar satu tikungan. Saat iring-iringan itu, bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang berada di depan, sedangkan bus Sriwijaya tujuan Bandarlampung berada di belakang.

Lalu pukul 23.30 WIB, di salah satu jembatan di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, bus Sriwijaya dengan tujuan Bandarlampung sempat berhenti sesaat karena sopir bus mendengar seperti ada bunyi yang jatuh.

Aji mengatakan, sopir bus Sriwijaya dengan tujuan Bandarlampung itu mengira ada yang jatuh dari bagasi bus yang dikendarainya. Setelah dicek ternyata bagasi bus tetap dalam kondisi tertutup dan tidak ada barang bawaan yang terjatuh. Sopir bus kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

Merasa tertinggal dari iring-iringan, sopir bus Sriwijaya tujuan Bandarlampung tersebut berusaha menyusul bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang yang ada di depannya. Namun setelah beberapa jauh tetap saja bus Sriwijaya tujuan Kota Palembang itu tidak terlihat.

"Sopir yang tujuan Bandarlampung ini langsung berusaha mengejar tapi tidak ketemu lagi. Sopir itu tanya-tanya juga sama sopir lain dari arah berlawanan ada tidak melihat bus Sriwijaya satu lagi (tujuan Palembang), tapi tidak ada yang melihat,” ujar Aji.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang, Benteng Telau pada hari Selasa mengatakan, hingga pukul 20.00 WIB korban meninggal berjumlah 28 orang dan korban selamat tetap 13 orang.

Namun dari laporan terkini, jumlah korban hingga Rabu (25/12/2019) siang, jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut bus Sriwijaya itu sudah mencapai 31 orang. Sementara total korban yang sudah dievakuasi tercatat 44 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Tewas Bus Sriwijaya Jadi 31 Orang, Petugas: Masih Bisa Bertambah

Korban Tewas Bus Sriwijaya Jadi 31 Orang, Petugas: Masih Bisa Bertambah

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:02 WIB

Korban Tewas Bus Sriwijaya Masuk Jurang Jadi 31 Orang

Korban Tewas Bus Sriwijaya Masuk Jurang Jadi 31 Orang

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 12:51 WIB

Cerita Jojon, Fotografer Bengkulu Korban Tewas Bus Masuk Jurang di Sumsel

Cerita Jojon, Fotografer Bengkulu Korban Tewas Bus Masuk Jurang di Sumsel

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 12:39 WIB

Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Korlantas Minta Tambah Rambu

Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Korlantas Minta Tambah Rambu

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 11:41 WIB

Bus Nyebur Jurang Tewaskan 28 Orang, Kakorlantas: Trek Jalan Terlalu Tajam

Bus Nyebur Jurang Tewaskan 28 Orang, Kakorlantas: Trek Jalan Terlalu Tajam

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 11:36 WIB

Basarnas Lanjutkan Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Masuk Jurang

Basarnas Lanjutkan Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Masuk Jurang

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 07:56 WIB

Jenazah Korban Bus Masuk Jurang di Pagaralam

Jenazah Korban Bus Masuk Jurang di Pagaralam

Foto | Rabu, 25 Desember 2019 | 06:13 WIB

Terbaru Bus Sriwijaya Masuk Jurang: 27 Orang Tewas, 25 Teridentifikasi

Terbaru Bus Sriwijaya Masuk Jurang: 27 Orang Tewas, 25 Teridentifikasi

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 18:29 WIB

Menhub Imbau Warga Gunakan Bus yang Sudah Lakukan Rampcheck

Menhub Imbau Warga Gunakan Bus yang Sudah Lakukan Rampcheck

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 15:49 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB