Natal Berurai Airmata di Sulteng, Korban Gempa Masih Hidup Tak Layak

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Desember 2019 | 13:46 WIB
Natal Berurai Airmata di Sulteng, Korban Gempa Masih Hidup Tak Layak
Natal di Sigi, Sulawesi Tengah. (VOA)

Suara.com - Natal di Kota Palu penuh dengan airmata, begitu juga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Para korban gempa dan tsunami di sana sampai kini masih tinggal di tenda pengungsian dan rumah tak layak.

Mengangkat tema 'Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang' umat kristiani diharapkan mewujudkan cinta kasih dan solidaritas Natal dalam kepedulian untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah terdampak bencana alam.

Misa dan ibadah malam Natal di sejumlah gereja di Sigi, Sulawesi Tengah berlangsung aman dan lancar. Di gereja Katolik Stasi Sidera, sekitar 150 jemaat memadati bangunan gereja yang telah mulai digunakan pada awal Desember 2019, meskipun sebagian dinding bagian depan gereja itu belum selesai dikerjakan.

Pastor Joy Derry dari Paroki Gereja Katolik Santa Maria mengatakan Natal dilakukan secara sederhana diantara keprihatinan kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018 silam. Para penyintas bencana masih banyak yang dihadapkan pada persoalan hunian dan kesulitan ekonomi karena hilangnya mata pencaharian.

“Tapi bukan berarti pergumulan masyarakat sudah selesai, sudah habis, karena masih masih banyak juga masyarakat yang di tenda-tenda pengungsian, banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni,” kata Joy Derry usai memimpin misa di gereja yang berjarak 12 kilometer arah selatan dari kota Palu itu.

Direktur Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado itu berharap dengan tema “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang,” umat Kristiani mewujudkan cinta kasih dan solidaritas Natal dalam kepedulian untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak bencana.

“Sumber air yang bersih itu banyak yang masih rusak, bahkan juga untuk mata pencaharian kebanyakan itu adalah masyarakat petani di desa-desa Sigi Donggala itu adalah kebanyakan petani. Jadi kita-kita yang merayakan natal juga tetap juga masih teringat dengan saudara-saudara yang masih bergumul dalam bidang sosial seperti itu”

Menurutnya perlu keterlibatan semua pihak, termasuk organisasi kemanusian dalam dan luar negeri, untuk terus ikut membantu pemulihan Sulawesi Tengah pascabencana alam, khususnya pada pemulihan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan seperti jaringan Caritas (organisasi kemanusiaan gereja Katolik) baik jaringan Caritas di keuskupan, maupun Caritas Indonesia dan Internasional, kiranya wujud dari semangat cinta kasih dan solidaritas natal masih tetap diwujudkan, memasuki tahun 2020.”

baca juga

Warga Korban Likuefaksi Tak Kuasa Menahan Tangis

Tidak jauh dari Gereja Katolik, 160 jemaat Patmos Jono’oge Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) khusyuk mengikuti ibadah malam Natal di bangunan sederhana yang terbuat dari bahan kalsiboard dan rangka baja.Sebagian diantaranya adalah penyintas bencana yang selamat dari bencana likuefaksi di desa Jono’oge pada 28 September 2018 silam.

Salah seorang jemaat, Natola Laoli terlihat sesekali menyeka matanya diantara lagu-lagu natal yang dinyanyikan malam itu.Hari itu adalah tahun kedua, merayakan natal tanpa istrinya, yang meninggal dunia akibat lumpur likuefaksi. Jenazah istrinya – bersama seorang keponakannya – itu tidak pernah ditemukan. Natola mengungkapkan kehilangan istrinya dalam bencana alam itu sangat berat bagi dirinya dan ketiga anak perempuannya, tapi dukungan banyak pihak, membuat keluarganya tetap tegar.

“Dengan bencana itu saya pribadi lebih mendekatkan diri kepada Yang Kuasa, memaknai Natal bahwa kelahiran Yesus itu memberikan kekuatan yang baru, memberikan kemampuan untuk menerima yang terjadi,” kata Natola.

Selain kehilangan anggota keluarga, Natola juga kehilangan warung makan serta rumah tempat tinggal. Hingga kini dia masih tinggal di hunian sementara di desa Lolu Kabupaten Sigi. Menurutnya setahun lebih pascabencana alam di Sulawesi Tengah, pemerintah penting untuk membantu upaya pemulihan perekonomian masyarakat yang umumnya terpuruk karena kehilangan mata pencaharian, apalagi dengan situasi tidak berfungsinya saluran irigasi gumbasa menyebabkan areal pertanian tidak dapat diolah oleh petani.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Nataru, Apriyani Rahayu Kontrol Pola Makan

Libur Nataru, Apriyani Rahayu Kontrol Pola Makan

Sport | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:41 WIB

Tips Mengatasi Anak yang Susah Tidur saat Liburan

Tips Mengatasi Anak yang Susah Tidur saat Liburan

Health | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:38 WIB

Suasana Khidmat Misa Natal di Gereja Katedral

Suasana Khidmat Misa Natal di Gereja Katedral

Foto | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:32 WIB

21 Tahun Hidup dalam Intoleransi, Gereja Santa Clara Kini Natal Ceria

21 Tahun Hidup dalam Intoleransi, Gereja Santa Clara Kini Natal Ceria

Jabar | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:25 WIB

Punya Sejarah Panjang, Ini Alasan Cemara Dipilih Jadi Pohon Natal

Punya Sejarah Panjang, Ini Alasan Cemara Dipilih Jadi Pohon Natal

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2019 | 13:16 WIB

Terkini

Garuda Terbang Tinggi, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda Terbang Tinggi, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Foto | Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

×