facebook

Pasca Banjir, Kampung Melayu Baru Bisa Bersih 7 Hari Lagi

Pebriansyah Ariefana
Pasca Banjir, Kampung Melayu Baru Bisa Bersih 7 Hari Lagi
Warga Kampung Melayu reklamasi Sungai Ciliwung. (Suara.com/Fakhri)

Uus mengatakan waktu pengerjaan bisa saja bertambah karena kondisi lapangan, salah satunya adalah cuaca.

Suara.com - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto memperkirakan proses bersih-bersih dan pemulihan material sisa banjir di kawasan Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur membutuhkan waktu 7 hari. Sebab kawasan itu sangat kotor.

Meski demikian Uus mengatakan waktu pengerjaan bisa saja bertambah karena kondisi lapangan, salah satunya adalah cuaca.

"Pembersihan ini perlu kira-kira seminggu, sekarang sudah hampir tiga hari, bisa juga lebih dari seminggu dengan melihat kondisi di lapangan," kata Uus saat ditemui di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020).

Dia mengatakan sampah dan lumpur yang terbawa banjir sangat banyak, meski demikian dia menegaskan jajarannya akan bekerja maksimal untuk memastikan warga bisa segera kembali ke rumah.

Baca Juga: Takut Banjir Susulan, Warga Kampung Pulo Memilih Tinggal di Pengungsian

"Sampah-sampah yang masih menimbun rumah warga juga sangat banyak sekali, ini juga juga perlu dilakukan secara cermat dan kita harapkan sesegara mungkin, agar warga bisa menempati rumah masing-masing, agar mereka bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Sebanyak 800 personel gabungan diturunkan dalam kegiatan kerja bakti ini, dengan rincian 300 personel TNI, 150 personel Polri dan sisanya dar instansi Pemkot, seperti Sumber Daya Air, Bina Marga, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan PPSU.

Dia juga mengatakan hari ini di Jakarta Timur secara serentak diadakan kerja bakti massal untuk membersihkan sisa-sisa banjir yang terjadi.

Uus yang memimpin kegiatan kerja bakti ini juga mendengarkan keluhan dan masukan dari warga dan menggerakan jajarannya agar kerja bakti ini tepat sasaran dan memberikan hasil yang maksimal. Separuh Jalan Jatinegara Barat hingga kini masih ditutup karena digunakan untuk posko kesehatan dan logistik yang didirikan untuk warga Kampung Pulo.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan seruan untuk berpartisipasi dalam kerjabakti bagi warga Jakarta untuk turut merehabilitasi wilayah terdampak banjir.

Baca Juga: Banjir Bandang, Sekolah di Lebak Diliburkan 2 Pekan

Seruan tersebut ditandatangani Anies di Jakarta pada tanggal 3 Januari 2020 dengan tujuan imbauan pada masyarakat Jakarta agar berpartisipasi melaksanakan kerja bakti di wilayah yang terdampak banjir, memelihara kebersihan lingkungannya dan membuang sampah pada tempatnya sesuai pewadahannya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar