Proyek Revitalisasi Monas Dihentikan, Pekerja Mulai Pulang

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih
Proyek Revitalisasi Monas Dihentikan, Pekerja Mulai Pulang
Revitalisasi Monas. (Suara.com/Fakhri)

Beberapa pekerja revitalisasi Monas dari luar kota sudah berhenti bekerja dan pulang ke daerahnya masing-masing

Suara.com - Revitalisasi Monumen Nasional (Monas) telah resmi dihentikan untuk sementara waktu setelah menuai banyak polemik. Para pekerja proyek ini lantas mulai pulang dan menghentikan aktivitas pekerjaannya.

Pantauan Suara.com, Rabu (29/1/2020), sejumlah pekerja proyek masih berada di lokasi sisi selatan Monas. Mereka terlihat berkeliling dan beberapa sedang beristirahat.

Meski masih banyak karyawan yang berada di lokasi, salah satu pekerja bernama Yono (54) menyebut beberapa rekannya sudah mulai pulang ke rumah. Mereka memilih kembali pulang karena proyek tengah dihentikan.

"Ada beberapa yang pulang. Masih ada juga yang di sini. Kalau distop ya kemungkinan pulang," ujar Yono di lokasi proyek.

Yono sendiri mengaku sudah pulang ke rumah saat proyek dihentikan Selasa (29/1/2020) malam. Namun karena rumahnya berlokasi tak jauh, yakni kawasan Cakung, ia kembali lagi pagi ini ke tempat proyek.

"Saya kan dekat sih di Cakung. Ke sini lagi saja siap-siap," katanya.

Menurutnya beberapa rekannya banyak yang berasal dari luar kota. Di antaranya seperwi Purwodadi, Semarang, dan Bandung.

"Ada kemarin yang dari Bandung sudah pulang juga. Nanti kalau mulai dia balik lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) menuai berbagai polemik di tengah masyarakat. Kekinian, proyek ini akhirnya diputuskan untuk dihentikan sementara.

Pada Selasa (28/1), DPRD DKI menggelar rapat yang terdiri dari para pimpinan parlemen. Setelah itu mereka melakukan sidak ke sisi selatan Monas yang menuai kontroversi itu.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan, proyek ini memiliki sejumlah hal yang patut disoroti. Mulai dari pengalihan fungsi sebagai daerah resapan air, penebangan pohon, hingga proses lelangnya.

Ia menyatakan berdasarkan hasil rapat dan sidak, DPRD merekomendasi untuk menghentikan proyek untuk sementara.

“Jadi hari ini kami meminta kepada Eksekutif untuk merekomendasikan dihentikan sementara,” ujar Prasetio di lokasi usai sidak, Selasa (28/1/2020).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah DKI Saefullah mengaku akan menerima rekomendasi DPRD itu. Meski lebih ingin diteruskan proyeknya, ia akan menghentikan pengerjaan revitalisasi Monas.

"Kita lebih suka ini diteruskan, tapi karena ada hasil rapat koordinasi DPRD, ya sudah ini dihentikan sementara, untuk menghargai ini semua," ucap Saefullah.

Untuk diketahui, Revitalisasi Monas memicu kontroversi karena disebut mengorbankan sekitar 190 pohon dan dikerjakan oleh kontraktor bermasalah. Tetapi tudingan itu telah dibantah oleh Pemerintah DKI Jakarta dan kontraktor yang memenangkan tender, PT Bahana Prima Nusantara.

Revitalisasi Monas dianggarkan senilai Rp 71,3 miliar dan dikerjakan oleh PT Bahana Prima Nusantara sebagai pemenang tender dengan penawaran Rp 64,41 miliar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS