Bayi di Manado Diduga Terinfeksi Virus Corona

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Februari 2020 | 06:20 WIB
Bayi di Manado Diduga Terinfeksi Virus Corona
Seorang petugas medis di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1), menangani pasien yang terduga terkena virus corona. (ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii)

Suara.com - Seorang balita warga China di Manado diduga terinfeksi virus corona. Kini sang bayi didampingi kedua orangtuanya diisolasi ke RSUP Kandou, Manado.

Bayi tersebut masih dalam pemantauan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Debie KR Kalalo di Manado, Rabu (5/2/2020).

Debie kemudian memberikan klarifikasi terkait informasi yang ramai di media sosial bahwa ada WNA itu bersembunyi di Hotel Four Points, Kemudian diberitakan sakit bersama anaknya dan sementara dirawat di ruang isolasi. Masyarakat kemudian disarankan tidak mendatangi Hotel Four Points dan pusat perbelanjaan Manado Town Square (Mantos).

"Tidak benar mereka dalam status bersembunyi. Mereka adalah wisatawan yang melanjutkan waktu liburan di Provinsi Sulut dan secara resmi dipantau oleh travel agent yang membawa mereka ke sini," jelas Debie di Manado.

Balita yang sementara diisolasi tiba di Sulut bersama kedua orangtuanya tanggal 21 Januari 2020.

"Tidak benar bahwa satu keluarga sakit, yang mengalami gejala demam adalah balita berumur dua tahun enam bulan yang pada tanggal 30 Januari 2020 dan pada tanggal 3 Februari 2020 mengalami gejala batuk pilek," terangnya.

Oleh indikasi ini, sebut Debie balita tersebut masuk dalam kriteria pengawasan dan dimasukkan ke ruang isolasi RSUP Prof Kandou.

"Karena keberadaan bersangkutan yang masih balita, maka kedua orang tuanya juga harus ikut mendampingi," ujarnya.

Sampel dari balita yang diisolasi ini telah diambil dan diperiksa Balitbangkes Kemenkes dan dalam waktu yang tidak terlalu lama status kesehatannya akan diketahui.

baca juga

Debie menambahkan, tidak ada bukti ilmiah bahwa penyakit 2019-nCoV menular lewat sistem pendingin udara sentral karena diperlukan partikel bersin dan batuk yang cukup besar untuk virus bisa bertahan.

"Pemanasan oleh sinar matahari akan membuat virus menjadi inaktif," sebutnya.

Dirinya berharap masyarakat tidak cepat percaya terhadap hoaks dan tidak menyebarkannya tanpa ada klarifikasi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wabah Virus Corona, Grand Prix F1 China Terancam Batal

Wabah Virus Corona, Grand Prix F1 China Terancam Batal

Sport | Kamis, 06 Februari 2020 | 02:05 WIB

Singapura Tegaskan Tanggung Biaya Pengobatan WNI yang Terjangkit Corona

Singapura Tegaskan Tanggung Biaya Pengobatan WNI yang Terjangkit Corona

Jogja | Rabu, 05 Februari 2020 | 23:36 WIB

Ini Kesiapsiagaan PMI dalam Menghadapi Virus Corona

Ini Kesiapsiagaan PMI dalam Menghadapi Virus Corona

Press Release | Rabu, 05 Februari 2020 | 22:14 WIB

Gara-gara Virus Corona, LG dan ZTE Mundur dari MWC 2020

Gara-gara Virus Corona, LG dan ZTE Mundur dari MWC 2020

Tekno | Rabu, 05 Februari 2020 | 23:20 WIB

Imbas Wabah Virus Corona, Warga China Dilarang Berkunjung Ke Jateng

Imbas Wabah Virus Corona, Warga China Dilarang Berkunjung Ke Jateng

Jawa Tengah | Rabu, 05 Februari 2020 | 23:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×