Kata Guru Besar UIN Sunan Ampel, Ruqyah Bisa Sembuhkan Pasien Corona

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 07 Februari 2020 | 13:24 WIB
Kata Guru Besar UIN Sunan Ampel, Ruqyah Bisa Sembuhkan Pasien Corona
Sejumlah penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China mengantre untuk melakukan boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Kiyai Prof DR Ahmad Zahro meyakini bahwa virus Corona bisa disembuhkan dengan jalan ruqyah.

Dalam ceramahnya yang diunggah akun Youtube 'Azahro Official' pada 2 Februari 2020, Ahmad Zahro menyebutkan bahwa penjelasannya berdasarkan perspektif spiritual. Menurut dia, virus Corona berasal dari makanan haram.

"Makanan halal mustahil berbahaya. Mustahil, Allah Subhanahu wa Ta'ala menghalalkan makanan berbahaya. Pokoknya halal nggak mungkin berbahaya, asal terukur. Sebaliknya, semua makanan haram itu berbahaya," ujar Ahmad Zahro seperti dikutip Suara.com, Jumat (7/2/2020).

Pakar fikih kontemporer tersebut menyebut kelelawar--pembawa virus Corona di Wuhan, China yang menularkan kepada manusia--sebagai salah satu binatang yang diharamkan. "Kemudian, setelah itu setan ikut masuk, Corona yang berkembang sekarang selain virus, adalah setan," tambah Ahmad Zahro.

Karena itu, Ahmad Zahro meyakini, selain medis, penyembuhan virus Corona yang menggegerkan dunia tersebut, lebih mudah dilakukan dengan terapi atau ruqyah.

"Maka penyembuhan Corona ini, di samping medis, saya yakin lebih mudah dengan terapi atau ruqyah. Kita tak boleh sombong, tapi juga tidak boleh terlalu takut. Kita lebih yakin semua urusan diserahkan kepada Allah. Yang penting kita berbaik sangka kepada Allah," kata Ahmad Zahro.

Beberapa kali, ruqyah memang menjadi solusi alternatif yang dilontarkan sejumlah tokoh untuk mengatasi sejumlah hal. Salah satu yang diserukan Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, pada 2018 silam.

Menggandeng ormas dan masyarakat, Pemkot Padang mendeklarasikan Padang Bersih Maksiat untuk mencegah perilaku LGBT. Bahkan, mereka menyerukan ruqyah terhadap kelompok LGBT.

"Di sini kita telah menyiapkan pakar ruqyah untuk mereka. Biasanya laki-laki/ gay dirasuki oleh jin perempuan, ini yang banyak kita jumpai terhadap pelaku LGBT," sebut anggota Majelis Mujahidin Padang, Lucky Abdul Hayyi, seperti dikutip dari Covesia.com--jaringan Suara.com.

baca juga

Nah, masih ingatkah Anda dengan tabib supranatural asal Pasuruan, Ningsih Tinampi, yang melakukan terapi terhadap penyintas pemerkosaan? Nama Ningsih Tinampi tenar setelah muncul video yang memperlihat dirinya menyalahkan penyintas pemerkosaan.

Meski pernyataannya itu memantik kontroversi, nama Ningsih Tinampi bukan meredup, malah kian membubung. Pasiennya semakin banyak. Semua hal ihwal pengobatan Ningsih Tinampi pun terekam dan diunggah ke media sosial.

Dalam video yang sudah beredar beberapa bulan terakhir, Ningsih menunjukan kemampuannya mengobati pasien yang disebut terkena santet, kerasukan, gangguan mahluk halus, hingga pasien yang terkena guna-guna.

Obat virus Corona

Karena belum ada obat untuk menyembuhkan virus Corona Wuhan, rumah sakit dan fasilitas kesehatan mencoba berbagai cara. Salah satunya penggunaan obat HIV untuk menumpas virus Corona.

Bahkan, Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan obat HIV yakni lopinavir/ritonavir dapat digunakan untuk pasien virus corona, tanpa menjelaskan lebih lanjut bagaimana obat-obatan itu bisa membantu.

Hal itu memicu serbuan, terutama untuk Kaletra atau juga dikenal dengan Aluvia, yang merupakan versi lopinavir/ritonavir yang tidak dipatenkan oleh produsen AbbVie, dan satu-satunya versi yang diperdagangkan di China.

Obat itu biasanya digunakan untuk mengobati dan mencegah HIV dan AIDS, dan bulan lalu AbbVie menyatakan China telah menguji obat tersebut untuk mengobati gejala virus corona.

Tingginya minat terhadap obat-obatan itu telah membuka peluang menghasilkan uang. Lebih dari 28.000 orang terinfeksi di China, terutama di Wuhan dan Hubei. Namun, kurangnya alat uji telah memicu kecurigaan bahwa lebih banyak orang belum terdiagnosa.

Gatsby Fang, agen pembeli obat asal China, mengatakan pada Reuters bahwa dia telah memesan versi generik Kaletra dari India pada 23 Januari lalu---tidak lama setelah pertama kali mendengar obat tersebut mungkin berguna melawan virus corona.

Fang, yang pekerjaan utamanya pada industri keuangan, mengatakan telah menjual setiap botol Kaletra seharga 600 yuan atau setara dengan Rp 1,1 juta dengan keuntungan 200-300 yuan per botol. Stoknya terjual habis pada 25 Januari lalu, karena beberapa klien memesan hingga 600 tablet dalam sekali beli.

Konsumennya termasuk pasien yang terinfeksi, dokter-dokter yang praktik di Hubei, serta mereka yang tidak membutuhkan obat tetapi berpikir untuk membelinya guna perlindungan diri. Penjual obat lain juga mendekatinya, berpura-pura menjadi pasien, kata Fang.

Harga pasar gelap untuk obat-obatan dari India mulai naik pada 25 Januari, Fang mengatakan kepada Reuters.

"Untuk produk berisi 60 pil per botol, harganya naik menjadi sekitar 300 atau 400 yuan dari sekitar 100 yuan pada awalnya," katanya.

"Pada dasarnya pasien yang menghubungi saya adalah mereka yang tidak memiliki tempat untuk perawatan, tidak ada tempat di mana mereka dapat mengonfirmasi 100 persen jika mereka terinfeksi atau tidak terinfeksi virus. Itulah inti masalahnya," ujar Fang.

Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa tidak ada pengobatan yang efektif untuk virus corona. Peringatan ini menggugurkan laporan yang belum dikonfirmasi tentang terobosan penelitian di China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Sebut Pemerintah Sempat Kaget Evakuasi WNI dari Wuhan ke Natuna

Mahfud MD Sebut Pemerintah Sempat Kaget Evakuasi WNI dari Wuhan ke Natuna

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 13:12 WIB

Viral Video Pemuda Cina di Italia Lawan Sentimen Rasis Virus Corona

Viral Video Pemuda Cina di Italia Lawan Sentimen Rasis Virus Corona

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 13:18 WIB

Virus Corona China, Ahli Prediksi Penularan akan Menurun saat Musim Panas

Virus Corona China, Ahli Prediksi Penularan akan Menurun saat Musim Panas

Health | Jum'at, 07 Februari 2020 | 12:11 WIB

Kasus Virus Corona Baru di Singapura Diduga Berasal dari Pertemuan Bisnis

Kasus Virus Corona Baru di Singapura Diduga Berasal dari Pertemuan Bisnis

Health | Jum'at, 07 Februari 2020 | 11:30 WIB

Sosok Dokter Li Wafat, Peringatkan Dunia soal Corona Namun Malah Dibungkam

Sosok Dokter Li Wafat, Peringatkan Dunia soal Corona Namun Malah Dibungkam

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 11:24 WIB

Mengharukan, Ibu Jadi Perawat Terpisah dari Anak Gara-gara Virus Corona

Mengharukan, Ibu Jadi Perawat Terpisah dari Anak Gara-gara Virus Corona

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:51 WIB

Mahfud MD Gelar Rapat Penentuan Rumah Sakit Khusus Isolasi Penyakit Menular

Mahfud MD Gelar Rapat Penentuan Rumah Sakit Khusus Isolasi Penyakit Menular

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:35 WIB

Update Virus Corona: 31 Ribu Orang Positif Terinfeksi, 636 Meninggal Dunia

Update Virus Corona: 31 Ribu Orang Positif Terinfeksi, 636 Meninggal Dunia

Health | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:33 WIB

Mardani Ali Sera Samakan WNI di Wuhan dengan Eks ISIS

Mardani Ali Sera Samakan WNI di Wuhan dengan Eks ISIS

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:27 WIB

Terkini

Dewi Perssik Jadi Diva Penuh Rahasia di Serial Terbaru Suara Hati

Dewi Perssik Jadi Diva Penuh Rahasia di Serial Terbaru Suara Hati

Entertainment | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:42 WIB

6 Urutan Zodiak Paling Bucin dan Rela Berkorban demi Pasangan

6 Urutan Zodiak Paling Bucin dan Rela Berkorban demi Pasangan

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Jo Bo Ah Dilirik Gantikan Lee Chung Ah di Drama Aksi The Obedient Killer

Jo Bo Ah Dilirik Gantikan Lee Chung Ah di Drama Aksi The Obedient Killer

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Kritik Pedas Berujung Dapat Jabatan, Pengamat Sebut Politik Indonesia Mudah Dikompromikan

Kritik Pedas Berujung Dapat Jabatan, Pengamat Sebut Politik Indonesia Mudah Dikompromikan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

Anak Pendiri NU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Meninggal Dunia

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

Pengusaha Akui Beri 3 Gepok Uang ke Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Disebut untuk Banjir Aceh

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan

HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi: Bukan Sekadar Senioritas dan Loyalitas Sempit

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Harga BBM Indonesia vs ASEAN: RON 92 Rp15.950, Singapura Tembus Rp48.514 per Liter

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang

Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×