Reka Ulang Dini Hari Dinilai Novel Janggal, Polri: Jika Siang, Ganggu Orang

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Jum'at, 07 Februari 2020 | 16:08 WIB
Reka Ulang Dini Hari Dinilai Novel Janggal, Polri: Jika Siang, Ganggu Orang
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yowono mengklaim rekonstruksi kasus penyirman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang digelar Jumat (7/2/2020), dini hari dengan pertimbangan menyesuaikan waktu kejadian perkara.

Sebab, peristiwa penyirman air keras terhadap Novel ketika itu pun terjadi pada dini hari.

Menurut Argo, pertimbangan lainnya adalah tempat kejadian perkara (TKP) tersebut merupakan lokasi pemukiman warga. Sehingga, dia berdalih jika dilakukan siang hari dikhawatirkan akan menganggu warga setempat.

"Tadi pagi kan sudah dilakukan rekonstruksi, pertimbangannya yang pertama adalah sesuai dengan jam kejadian. Yang kedua juga, mengingat kan di sana jalan, jalan misalnya (rekonstruksi) dilakukan siang hari banyak orang nanti terganggu ya," kata Argo di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Menurut Argo dari hasil rekonstruksi yang memperagakan sebanyak sepuluh adegan itu nantinya digunakan untuk melengkapi berkas perkara. Setelah berkas itu lengkap pihaknya pun akan segera menyerahkan kembali ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Tentunya dengan adanya rekonstruksi ini, nanti akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara," katanya.

Sebelumnya, oenyidik senior KPK Novel Baswedan menilai rekonstruksi kasus penyirman air keras terhadap dirinya tidak semestinya digelar di waktu dini hari. Menurut Novel wajar saja jika pada akhirnya ada pihak yang menganggap adanya kejanggalan dibalik waktu pelaksanaan rekontruksi tersebut.

Novel beranggapan bahwa rekonstruksi tak semestinya dilaksanakan di waktu yang sama seperti saat peristiwa penyiram air keras terhadap dirinya itu terjadi.

"Iya saya sepakat (ada kejanggalan), saya memang rekonstruksi kan mustinya dibikin lebih terang, tempatnya juga enggak harus disini, waktunya juga enggak harus sama dan lain-lain," kata Novel saat ditemui di kediamannya Jalan Deposito T8, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2/2020).

baca juga

Tim penyidik Polda Metro Jaya diketahui telah rampung menggelar rekonstruksi terkait kasus penyirman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sebanyak sepuluh adegan diperagakan ulang dalam rekonstruksi yang digelar tertutup tersebut.

Rekontruksi digelar sejak pukul 03.00 WIB hingga 06.00 WIB di sekitar kediaman rumah Novel, Jalan Deposito T8, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2/2020) dini hari. Dalam rekonstruksi tim penyidik Polda Metro Jaya turut didampingi oleh pihak dari Kejati DKI Jakarta.

"Ada 10 adegan dan ada beberapa adegan tambahan sesuai dengan pembahasan tadi di lapangan, sesuai dengan rekan-rekan Jaksa Penuntut Umum," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti di lokasi, Jumat (7/2/2020).

Dedy menuturkan dalam rekontruksi pihaknya turut menghadirkan para tersangka yang belakangan diketahui merupakan anggota Korps Brimob, yakni Ronny Bugis (RB) dan Rahmat Kadir (RK). Sementara Novel tak hadir lantaran kondisi matanya masih kurang sehat pasca pemeriksaan di Singapura.

Dedy kemudian berdalih pihaknya tetap harus menggelar rekonstruksi tersebut karena alasan waktu masa pemberkasan.

"Maka dari itu kami putuskan karena emang kegiatan ini nggak bisa kami tunda dan harus kami laksanakan, karena terikat waktu masa pemberkasan dan penahanan, kami laksanakan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Kirinya Butuh Istirahat, Novel Baswedan Tak Ikut Rekonstruksi

Mata Kirinya Butuh Istirahat, Novel Baswedan Tak Ikut Rekonstruksi

Foto | Jum'at, 07 Februari 2020 | 11:20 WIB

Suasana Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Suasana Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Foto | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:33 WIB

Minta Polisi Objektif, Novel Baswedan: Jangan Ada yang Dikorbankan

Minta Polisi Objektif, Novel Baswedan: Jangan Ada yang Dikorbankan

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:28 WIB

Rekonstruksi Kasusnya Digelar Dini Hari, Novel Cium Bau Kejanggalan

Rekonstruksi Kasusnya Digelar Dini Hari, Novel Cium Bau Kejanggalan

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 10:13 WIB

Tak Ikut Rekonstruksi, Novel: Mata Kiri Saya Tak Bisa Melihat

Tak Ikut Rekonstruksi, Novel: Mata Kiri Saya Tak Bisa Melihat

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 08:54 WIB

Alasan Polisi Tak Hadirkan Novel Baswedan Saat Rekonstruksi

Alasan Polisi Tak Hadirkan Novel Baswedan Saat Rekonstruksi

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 08:40 WIB

10 Reka Ulang Kasus Novel Baswedan Digelar Dini Hari, Polisi: Supaya Lancar

10 Reka Ulang Kasus Novel Baswedan Digelar Dini Hari, Polisi: Supaya Lancar

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 08:13 WIB

Reka Ulang Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Digelar Dini Hari

Reka Ulang Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Digelar Dini Hari

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 07:41 WIB

Jumat Dini Hari, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Jumat Dini Hari, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penyerangan Novel Baswedan

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 06:16 WIB

Polri Masih Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Mendag Agus Suparmanto

Polri Masih Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Mendag Agus Suparmanto

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 15:48 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×