Klaim Media Arab: Virus Corona Hasil Konspirasi AS dan Israel Lawan China

Rendy Adrikni Sadikin, Husna Rahmayunita

Kamis, 13 Februari 2020 | 09:44 WIB
Klaim Media Arab: Virus Corona Hasil Konspirasi AS dan Israel Lawan China
Ilustrasi paru-paru yang terinfeksi virus corona wuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Lembaga Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI) menyebutkan, sejumlah laporan di media Arab telah menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam penyebaran virus corona. Konspirasi ini bertujuan untuk melumpuhkan sektor ekonomi dan psikologis China.

Al-Watan, media lokal Arab Saudi bahkan secara terang-terangan mengklaim, bukan suatu kebetulan virus corona muncul di AS dan Israel, meski AS telah mengonfirmasi temuan 12 kasus.

"Virus 'ajaib' ini ditemukan kemarin di China, besok di Mesir, namun tidak muncul hari ini. Besok atau lusa ditemukan di AS atau Israel, tapi bisa jadi di negara-negara miskin lainnya seperti Burundi atau Kepulauan Comoro," demikian laporan Al-Watan seperti disadur Suara.com dari The Jerussalem Post, Kamis (13/2/2020).

Tak hanya itu, AS dan Israel juga dituding berada dibalik penciptaan wabah lainnya di bumi Arab.

"Beberapa tahun lalu, Mesir mengumumkan bergantung pada unggas dan mengekspornya ke luar negeri. Ini menandai, mereka tak membutuhkan unggas dari AS, Perancis dan negara lainnya. Tiba-tiba di sana muncul virus flu burung untuk menggerogoti kebangkitan (ekonomi Mesir)," lanjut laporan itu.

Media Suriah Sebut Perang China vs AS

Sebelum Al-Watan mengungkap tudingannya, surat kabar Suriah Al-Thawara mengklaim virus corona adalah bagian dari perang China-AS, pada awal Februari.

"Dari Ebola, Zika, SARS, flu burung,flu babi, antraks, penyakit sapi gila hingga virus corona, semua virus mematikan ini diproduksi oleh AS untuk memusnahkan orang-orang di dunia," bunyi laporan tersebut.

Mereka juga mengatakan, AS telah mengubah perang biologis dengan perang jenis baru untuk mengganti aturan main serta menggeser konflik ke jalur konvesional.

baca juga

Media Mesir Soroti Wuhan

Hal senada juga disampaikan, situs berita Mesir, Vetogate.com memaparkan alasan Wuhan dipilih sebagai pusat penyebaran virus corona.

Mereka menyebutkan, pabrik-pabrik di Amerika menjadi yang pertama memproduksi jenis virus dan bakteri, mulai dari virus cacar yang mematikan, virus pes hingga sapi gila dan flu babi yang muncul beberapa tahun terakhir.

"Wuhan, kota yang saat ini dilanda virus corona adalah kota industri, tapi tempat ini menjadi kota terkaya ke-delapan China setelah Shanghai," tulisnya.

Kota tersebut kini berada di bawah nama-nama kota besar lainnya seperti Guangzhou, Beijing, Tianjing dan Hong Kong.

"Kota ini (Wuhan) layak menjadi tempat AS untuk melancarkan aksinya.Di sini. layanan kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan kota-kota lain," imbuhnya.

Dalam keterangan selanjutnya, situs tersebut juga menyinggung motif ekonomi di balik penyebaran virus corona.

Mereka mengatakan, ada dalang yang meraup keuntungan miliaran dolar dari program perawatan darurat dan obat-obatan yang di China.

"Yang mana berarti, diproduksi oleh perusahaan Israel," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teken Kontrak dengan PSM, Duel Pacquiao vs McGregor Bakal Terwujud?

Teken Kontrak dengan PSM, Duel Pacquiao vs McGregor Bakal Terwujud?

Sport | Kamis, 13 Februari 2020 | 09:04 WIB

MUI: Hari Valentine Budaya Barat, Banyak Negatifnya

MUI: Hari Valentine Budaya Barat, Banyak Negatifnya

Jabar | Kamis, 13 Februari 2020 | 09:03 WIB

5 Penampakan Gunung Merapi Sesaat Setelah Meletus

5 Penampakan Gunung Merapi Sesaat Setelah Meletus

Jogja | Kamis, 13 Februari 2020 | 09:00 WIB

Setelah Viral Mobil Masuk Sawah, Kendaraan Ini Nyasar ke Hutan

Setelah Viral Mobil Masuk Sawah, Kendaraan Ini Nyasar ke Hutan

Otomotif | Kamis, 13 Februari 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×