14 Warga Kaltim akan Dipulangkan dari Natuna, Pemprov: Mereka Sehat Semua

Chandra Iswinarno
14 Warga Kaltim akan Dipulangkan dari Natuna, Pemprov: Mereka Sehat Semua
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim HM Syafranuddin mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih terus memonitor kondisi semua warga yang dikarantina di Natuna.

Suara.com - Rencana pemulangan 14 Warga Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah dibservasi selama 14 hari sesuai dengan protokol World Health Organization (WHO) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada Sabtu (15/2/2020) diminta disikapi dengan berlebihan.

Imbauan tersebut disampaikan Pemprov Kaltim kepada warganya. Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim HM Syafranuddin mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih terus memonitor kondisi semua warga yang masih dikarantina di Natuna.

Dikatakannya, kondisi Warga Kaltim dalam keadaan sehat sejak dari awal datang hingga selesai masa inkubasi selama 14 hari. Bahkan, sudah dinyatakan tidak terinfeksi virus COVID-19.

“Alhamdulillah saudara-saudara kita yang di Natuna tidak terpapar Virus COVID-19, artinya mereka sehat. Untuk masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkan dan berpikir macam-macam. Maksud karantina itu bukan berarti mereka terkena, tetapi untuk melihat kondisi benar tidak mereka terpapar. Jadi mereka sehat-sehat semua,” katanya seperti dilansir Antara di Samarinda pada Jumat (14/2/2020).

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar jangan ada penilaian negatif terhadap mereka yang berada di Natuna itu terkena virus COVID-19. Masyarakat hendaknya menerima informasi secara utuh terkait hal ini dan tidak langsung percaya berita-berita hoaks.

“Sekarang ini hasilnya kan mereka semua sehat. Sehingga bisa kembali lagi ke Kaltim. Jangan sampai itu menjadi persoalan, terima dengan apa adanya. Jangan sampai ada berita-berita hoaks beredar di masyarakat,” jelas dia.

Sementara, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim HM Jauhar Efendi menambahkan, selama ini Pemprov Kaltim sudah melakukan langkah-langkah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Pemprov juga sudah melakukan beberapa rapat dan pertemuan terkait virus COVID-19 ini. Bahkan pada 6 Februari 2020, kita sudah melakukan Rakor Kesiapsiagaan 2019-nCoV di Kaltim dengan menghadirkan pemangku kepentingan terkait, termasuk Kementerian Kesehatan sebagai nara sumber,” katanya.

Untuk diketahui, masa observasi berlangsung selama dua pekan sejak kedatangan 238 WNI dari Wuhan ke Natuna. Rencananya pada Sabtu (15/2/2020) pagi, akan dilakukan pengecekan kesehatan terakhir oleh tim kesehatan.

Setelah itu, pada pukul 12.00 WIB, sebanyak 238 WNI tersebut akan diterbangkan ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dengan tiga unit pesawat TNI AU dari Lanud Raden Sadjad Natuna. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS