Ribut Ucapan Kepala BPIP, Ngabalin: Muhammadiyah, NU, MUI Tak Tabayyun

Dany Garjito, Rifan Aditya

Rabu, 19 Februari 2020 | 08:22 WIB
Ribut Ucapan Kepala BPIP, Ngabalin: Muhammadiyah, NU, MUI Tak Tabayyun
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Ketua Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengeluarkan pernyataan kontroverisal soal "Agama musuh terbesar Pancasila". Pernyataan ini dibahas dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One yang tayang pada Selasa (18/2/2020) malam.

Dalam acara bertajuk "Agama Musuh Besar Pancasila?" tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut bahwa Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melakukan tabayyun.

Menurut Ngabalin, organisasi Islam tersebut tidak cek and ricek terhadap kabar yang beredar terkait ucapan Kepala BPIP tersebut.

"Kalau anda bertanya apakah Muhammadiyah, NU, dan Majelis Ulama salah. Saya hanya mau mengatakan bahwa mereka tidak melakukan tabayyun. Apa itu tabayyun? Cek and ricek," ucap Ali Ngabalin yang kemudian melontarkan sebuah ayat.

Ia melanjutkan, "Kalau ada satu masalah yang Anda dengar menurut perintah agama, kita paham agama, mengerti tauhid, paham tentang syariah, kenapa tabayyun itu tidak dilakukan dalam perintah Al Quran".

Pembawa acara, Karni Ilyas langsung menyahut, "Salah dong kalau begitu? NU, Muhammadiyah, sama MUI salah dong kalau gitu?"

"Karena itu saya bilang Bang Karni, dalam posisi inilah maka sebagai orang yang mengerti tentang agama, Yudian ini kan saudara kita, kawan kita, orang yang diamanahkan oleh Presiden untuk memimpin lembaga yang legacy Presiden Joko Widodo setelah reformasi centang perenang Pancasila ini," jawab Ngabalin.

Dalam kesempatan tersebut, Ngabalin juga dengan tegas dan penuh emosional menyebut bahwa ucapan Yudian tidak salah.

Sebab, menurutnya pemahaman agama yang sempit adalah musuh terbesar Pancasila.

baca juga

"Karena itu saya tidak ragu, statement Yudian itu saya 'Thala‘a al-badru ‘alayn'. Apa yang mau saya katakan jelas, konkrit pemahaman agama yang sempit itu adalah musuh terbesar bagi Pancasila," kata Ngabalin dengan suara lantang.

Pernyataan Wasekjen MUI

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain merasa ucapan Kepala BPIP Yudian terkesan menonjolkan peran NU dan Muhammadiyah namun mengabaikan ormas lain.

"Ucapan Yudian Wahyudi nengangkat NU dan Muhammadiyah, tapi seolah mencurigai Ormas Lain, persis ucapan Tito Karnavian yang geger beberapa saat silam," kata Tengku Zul dalam cuitan di Twitter, seperti dikutip Suara.com, Kamis (13/2/2020).

Ia melanjutkan, "Seperti ada skenario membuat gaduh Umat Beragama, kemudian diralat. Test the Water? Awas Adu Domba. Umat Islam Waspada dan Bersiap".

Cuitan Tengku Zul soal polemik Agama dan Pancasila. (Twitter/@ustadtengkuzul)
Cuitan Tengku Zul soal polemik Agama dan Pancasila. (Twitter/@ustadtengkuzul)

Tengku Zul juga mengingatkan, tak pernah sekalipun ada organisasi berlandaskan agama melawan Pancasila, sebagai ideologi negara.

"Saya ingatkan sudah 74 tahun merdeka tidak pernah sekalipun Agama melawan Pancasila di NKRI. Justru PKI yang pernah memberontak kerja sama dgn RRC mau ganti Pancasila," ujarnya.

Belakangan, Yudian memberikan klarifikasi setelah pernyataannya dalam dalam wawancaranya dengan detik.com berjudul "Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila", yang diterbitkan pada Rabu (12/2/2020) menimbulkan polemik.

Berikut klarifikasi lengkap dari Yudian Wahyudi:

Klarifikasi Kepala BPIP soal agama musuh Pancasila (Twitter/bpipri)
Klarifikasi Kepala BPIP soal agama musuh Pancasila (Twitter/bpipri)

Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena ke-5 sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci keenam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI.

Namun pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahamam sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks ini;ah 'agama' dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan agama tidak bertentangan bahkan saling mendukung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernyataannya Tuai Polemik, DPR Minta Kepala BPIP Tak Lagi Bicara ke Media

Pernyataannya Tuai Polemik, DPR Minta Kepala BPIP Tak Lagi Bicara ke Media

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 21:15 WIB

Ormas Islam Bisa Keluarkan Sertifikat Halal, Ini Penjelasan Menag

Ormas Islam Bisa Keluarkan Sertifikat Halal, Ini Penjelasan Menag

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 20:41 WIB

Kepala BPIP Klarifikasi Soal Agama Musuh Pancasila, Publik: Makin Ngawur!

Kepala BPIP Klarifikasi Soal Agama Musuh Pancasila, Publik: Makin Ngawur!

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 09:30 WIB

Polemik Soal Pancasila dan Islam, Menag Tegaskan Pegang Klarifikasi Yudian

Polemik Soal Pancasila dan Islam, Menag Tegaskan Pegang Klarifikasi Yudian

Jatim | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:26 WIB

Polemik Agama dan Pancasila, Tengku Zul Soroti Pernyataan Kepala BPIP

Polemik Agama dan Pancasila, Tengku Zul Soroti Pernyataan Kepala BPIP

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:28 WIB

Ramai Pernyataan Agama dengan Pancasila, Ini Klarifikasi Kepala BPIP

Ramai Pernyataan Agama dengan Pancasila, Ini Klarifikasi Kepala BPIP

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 20:35 WIB

Kepala BPIP Yudian Digunjingkan Gara-Gara Komentar Soal Agama dan Pancasila

Kepala BPIP Yudian Digunjingkan Gara-Gara Komentar Soal Agama dan Pancasila

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 11:05 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×