Kepala BPIP Klarifikasi Soal Agama Musuh Pancasila, Publik: Makin Ngawur!

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 14 Februari 2020 | 09:30 WIB
Kepala BPIP Klarifikasi Soal Agama Musuh Pancasila, Publik: Makin Ngawur!
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Akun resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Twitter @BPIPRI memuat klarifikasi pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang menyebut agama adalah musuh Pancasila. Klarifikasi tersebut jadi sasaran amukan warganet hingga dituding telah mendiskreditkan agama.

Dari penelusuran Suara.com, Jumat (14/2/2020), akun tersebut mengunggah sebuah foto berisi klarifikasi dari Yudian Wahyudi. Yudian menegaskan bahwa Pancasila merupakan konsensus tertinggi bangsa Indonesia.

"Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahamam sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks ini;ah 'agama' dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan agama tidak bertentangan bahkan saling mendukung," tulisnya.

Meski telah memberikan penjelasan terkait pernyataan kontroversial tersebut, Yudian tetap saja menjadi sasaran amukan warganet. Penjelasan Yudian dinilai semakin memperuncing masalah yang ada.

Melalui penjelasan tersebut, warganet menyebut semakin terang bahwa Yudian telah mendiskreditkan agama. Hal itu memantik amarah warganet.

"Gelarnya sih renteng-renteng kayak gerbong kereta tapi kualitasnya kalau ngomong kayak gitu. Dijelaskan pun isinya nggak menjelaskan apapun, intinya sama mendiskreditkan umat beragama. BPIP ini udah jadi badan anti agama apa gimana?" kata @miawhime.

"Suruh belajar lagi tuh yang ngomong dan kasih klarifikasi. Omongan pertama kontradiktif dengan pernyataan ini. Benar kata RG gelar seabrek bukan pertanda pintar, hanya tanda pernah sekolah," ucap @ibach77.

"Sudahlah pak mending mundur saja. Penjelasan bapak pun semakin ngawur. Tidak usah bicara mayoritas atau minoritas. Pada satu daerah tertentu, dimana agama mayoritas di negara ini menjadi minoritas,sudah tidak jamannya lagi kita berbicara spt itu. Untuk itulah pemerintah itu ada," ungkap @wrongwayline.

"Rekaman videonya sudah viral, jelas bertentangan dengan sila pertama , jangan jadikan serigala untuk menjaga domba," tutur @anton_kaktuo.

baca juga
Klarifikasi Kepala BPIP soal agama musuh Pancasila (Twitter/bpipri)
Klarifikasi Kepala BPIP soal agama musuh Pancasila (Twitter/bpipri)

Dalam wawancaranya dengan detik.com berjudul "Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila", yang diterbitkan pada Rabu (12/2/2020) beserta cuplikan videonya, Yudian berkomentar soal hubungan Pancasila dengan agama di Indonesia.

Di artikel itu dilansir bahwa menurut Yudian, memasuki era reformasi, Pancasila mulai "dibunuh" dengan bebasnya sejumlah kelompok, termasuk partai politik, dalam menentukan asas-asas organisasi selain Pancasila, contohnya Islam.

Disebutkan pula bahwa Yudian beranggapan, ada sejumlah kelompok yang hendak melawan Pancasila dengan mereduksi agama menurut kepentingan pribadinya tanpa memperhatikan nilai-nilai Pancasila, sehingga dia mengatakan, "Kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama."

Berikut klarifikasi lengkap dari Yudian Wahyudi:

Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena ke-5 sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci keenam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI.

Namun pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahamam sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks ini;ah 'agama' dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan agama tidak bertentangan bahkan saling mendukung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Soal Pancasila dan Islam, Menag Tegaskan Pegang Klarifikasi Yudian

Polemik Soal Pancasila dan Islam, Menag Tegaskan Pegang Klarifikasi Yudian

Jatim | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:26 WIB

Polemik Agama dan Pancasila, Tengku Zul Soroti Pernyataan Kepala BPIP

Polemik Agama dan Pancasila, Tengku Zul Soroti Pernyataan Kepala BPIP

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:28 WIB

Ramai Pernyataan Agama dengan Pancasila, Ini Klarifikasi Kepala BPIP

Ramai Pernyataan Agama dengan Pancasila, Ini Klarifikasi Kepala BPIP

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 20:35 WIB

Kepala BPIP Yudian Digunjingkan Gara-Gara Komentar Soal Agama dan Pancasila

Kepala BPIP Yudian Digunjingkan Gara-Gara Komentar Soal Agama dan Pancasila

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 11:05 WIB

Yudian Jadi Kepala BPIP, Tengku Zul Ungkit Disertasi yang Ditegur MUI

Yudian Jadi Kepala BPIP, Tengku Zul Ungkit Disertasi yang Ditegur MUI

News | Jum'at, 07 Februari 2020 | 20:13 WIB

Yudian Wahyudi Dilantik Jadi Kepala BPIP, UIN Suka Jogja Jaring Rektor Baru

Yudian Wahyudi Dilantik Jadi Kepala BPIP, UIN Suka Jogja Jaring Rektor Baru

Jogja | Kamis, 06 Februari 2020 | 07:59 WIB

Terkini

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:16 WIB

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:15 WIB

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 16:10 WIB

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:07 WIB

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:06 WIB

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:05 WIB

Anggota TNI AU Pekanbaru Tewas Diduga Dianiaya, Personel Lain Diperiksa

Anggota TNI AU Pekanbaru Tewas Diduga Dianiaya, Personel Lain Diperiksa

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 16:04 WIB

Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?

Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:00 WIB

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:51 WIB

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 15:46 WIB

×