Alat Terapi Kanker Tercanggih se-Indonesia Ikut Terendam Banjir di RSCM

Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
Alat Terapi Kanker Tercanggih se-Indonesia Ikut Terendam Banjir di RSCM
Tim dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) langsung memeriksa ruang radiologi dan ruang radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jalan Pangeran Diponegoro, Senen, Jakarta Pusat. (Suara.com/Tyo)

Khusus untuk perbaikan alat Tomo Terapi akan memakan waktu sekitar satu minggu.

Suara.com - Sebanyak tujuh peralatan medis terendam akibat banjir yang terjadi di ruang radiologi dan radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jalan Pangeran Diponegoro, Senen, Jakarta Pusat.

Direktur RSCM, dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K) mengatakan ketujuh alat tersebut antara lain 4 alat penyinaran, 1 citi simulator, 1 simulator, dan 1 Tomo Terapi.

"Ada 6 tapi 2 sudah operasional tinggal 4 yang tiga tapinya rencananya hari ini saja akan operasionalkan," kata dr Lies di Ruang Radioterapi RSCM, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Lies menambahkan, khusus untuk perbaikan alat Tomo Terapi akan memakan waktu sekitar satu minggu.

"Prediksi paling lama satu minggu untuk mesin tadi tapi mesin lain, tidak yang Tomo Terapi," tegasnya.

Tomo Terapi ini merupakan alat terapi kanker dengan teknologi terbaru dan tercanggih yang dimiliki RSCM sejak Desember 2016.

Alat ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara hanya beberapa negara yang memilikinya, yaitu Singapura, Thailand, dan Filipina.

Alat Tomoterapi ini bisa memberikan terapi untuk pasien kanker dengan hanya menarget sel kanker di tempat tertentu tanpa merusak sel-sel lain di sekitarnya. Tingkat akurasi tergolong tinggi.

Selain itu, alat ini juga dapat menarget berbagai wilayah tubuh dengan jangkauan yang lebih luas. Waktu terapi juga lebih singkat dibanding alat radioterapi biasanya.

Saat ini, tim teknisi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir bersama RSCM, Kementerian Kesehatan, dan Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta tengah mengecek fasilitas yang terendam.

Menurutnya, beberapa alat sudah dikeringkan sebelum dites sebelum dinyalakan kembali agar tidak korsleting lalu kemudian diuji kelayakannya oleh Bapeten.

Diketahui, hujan sepanjang Minggu (23/2/2020) dini hari membuat RSCM kebanjiran untuk pertama kalinya yang menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan disebabkan oleh saluran air yang terlalu kecil.

Banjir tersebut awalnya hanya setinggi mata kaki atau sekitar 8 cm, terjadi pada pukul 05.00. Menjelang pukul 08.00 WIB genangan air mulai surut.

Bahkan banjir itu masuk ke ruang radiologi dan radioterapi hingga merusak beberapa peralatan medis.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto langsung datang ke lokasi untuk mengecek kedua ruang di rumah sakit pusat rujukan nasional tersebut.

Menindaklanjuti arahan Menkes, Tim Fasmed RSCM dan BPFK Jakarta langsung melakukan pengecekan alat-alat medis radioterapi dan radiologi yang sempat terpapar oleh genangan air tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS