Tiga Kakak Beradik Miskin Kelaparan dan Terpaksa Makan Sabun, Kini Sakit

Reza Gunadha

Selasa, 25 Februari 2020 | 07:15 WIB
Tiga Kakak Beradik Miskin Kelaparan dan Terpaksa Makan Sabun, Kini Sakit
Andika, Bocah berusia 4 Tahun warga Desa Muara Tais dua, Kecamatan Angkola MUara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan tampak terkulai lemah diatas selembar tikar. Andika yang dalam perawatan medis ini diduga berpenyakit akibat keranjingan makan sabun cuci. [Antara]

Suara.com - Ketika Indonesia dicoret Amerika Serikat dari daftar negara berkembang, dan diberikan status baru sebagai negara maju, ada tiga kakak beradik yang kelaparan dan terpaksa hampir setiap hari memakan sabun cuci untuk membohongi perut.

BADANNYA kurus, dia terkulai lemah di atas tikar di sebuah bilik papan berukuran sekitar 6 x 6 meter di Desa Muara Tais II, Kecamatan Muara Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Andika namanya. Bocah itu baru berusia 4 tahun. Tubuhnya sepertinya tampak kurang asupan gizi atau kurang terurus.

Balita itu dan kedua kakaknya, Nopri (9) dan Juliana (7), tinggal dan diasuh kakek dan neneknya yang sudah berusia lebih 80 tahun.

Informasi warga, Rosul (45), ayah ketiga bocah disebut warga pemalas dan sebagian lagi mengatakan pemikirannya kurang-kurang sehat. Sejak berpisah, Rotimah ibu ketiga bocah juga dikabarkan menikah lagi.

Kakak tertua Andika, Nopri, duduk di kelas 3 dan Juliana di kelas 2 di SDN Muara Tais II. Khusus Nopri, pertumbuhan badannya juga sepertinya kurang sehat, kulit (muka) Nopri menguning.

Camat Angkola Muara Tais, AM Fadhil Harahap seperti diberitakan Antara, Sabtu (22/2/2020), membenarkan, kondisi Andika jatuh sakit dan sekarang dalam perawatan medis.

"Kita sudah bawa ketiga kakak beradik ini ke Puskesamas dan mereka masih dalam perawatan dokter. Bantuan asupan gizi seperti susu, telur, mi instan, beras dan lainnya juga sudah kami bantu," katanya.

Kata Camat, Andika suka makan sabun, kemungkinan pengaruh kuat dari kakaknya, Nopri yang disebut-sebut setiap mencuci pakaian juga doyan memakan sabun. 

baca juga

"Nopri suka sabun, sejak beberapa tahun ke belakang sejak kedua orang tuanya berpisah," sebut Camat.

Untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga dan adiknya, Nopri yang berusia sekitar lebih kurang 10 tahun itu ia harus banting tulang mencuci pakaian orang lain, disamping mencuci pakaian keluarga dan adik-adiknya.

"Kita juga kurang mengetahui persis apakah keinginan Nopri sehingga akhirnya mempengaruhi adiknya Andika makan sabun setelah menjadi tukang cuci atau sebelumnya," katanya.

Pihak Kecamatan bersama PKK Kecamatan sebelumnya juga suda ada pernah memberikan bantuan setelah mengetahui kondisi keluarga Andika yang memprihatinkan.

Namun, sayangnya keluarga ini menurut informasi belum terdata masuk ke dalam program PKH (Penerima Keluarga Manfaat) keluarga miskin, demikian program BSM (Bantuan Siswa Miskin) untuk Nopri dan Juliana.

"Sebenarnya kami sudah pernah usulkan ke Dinas Sosial agar keluarga miskin Andika ini dimasukkan sebagai peserta PKH demikian juga mengusulkan Nopri dan Juliana sebagai siswa penerima BSM," jawab camat.

Pun demikian masyarakat berharap kepada pihak terkait kiranya warganya yang tergolong miskin ini dapat terakomodir atau tercatat dalam program PKH dan BSM, dengan alasan sangat pantas.

Cerita berbeda dari warga

Kisah tiga kakak beradik tersebut sedikit berbeda, kalau berdasarkan pengakuan warga sekitar maupun nenek yang mengurus mereka.

Mereka tinggal di rumah nenek bernama Soriani Batubara yang sudah renta, 80 tahun.

Kisah mereka diketahui publik setelah diberitakan oleh media lokal MedanMerdeka.com, Minggu (23/2) akhir pekan lalu, serta disebar oleh banyak warganet di media-media sosial.

“Hampir setiap hari mereka memakan sabun cuci karena tidak ada makanan untuk menghilangkan rasa lapar di perutnya,” demikian lapor MedanMerdeka.com.

Hal tersebut menjadi ironi, lantaran pada halaman rumah Nenek Soriani, terpampang plang Posyandu berupa imbauan agar anak-anak bertambah umur, berat, serta sehat.

Bocah-bocah itu tinggal di rumah nenek mereka yang sederhana, yakni berukuran enam kali enam meter. Rumah itu peninggalan sang kakek.

Ayah mereka, Rosul (45), bekerja serabutan sehingga belum tentu berpenghasilan setiap hari.

Rosul baru bisa membawa pulang uang untuk makan sekeluarga bila mendapat orderan mencangkul dan membersihkan kebun.

Kalau tak ada ordern mencangkul atau menjadi buruh tani, tidak pula ada secuil lauk pauk maupun nasi bisa dihidangkan kepada keluarga. Sedangkan sang ibu ketiga itu, sudah lama pergi menikah dengan lelaki lain.

Meski begitu, Novri dan Jualiani kekinian masih tercatat sebagai siswa SDN Muara Tais II. Novri duduk di kelas III.

“Jika dilihat Novri dan adik-adiknya tampak kurang gizi. Selain kurus, wajahnya juga mulai tampak menguning. Namun begitu, siswa ini tampak semangat mengasuh kedua adik-adiknya,” tulis MedanMerdeka.com.

Tetangga tak jarang memberikan sumbangan kepada Nenek Soriani, yang olehnya dibelikan makanan untuk ketiga cucu. Namun, sumbangan itu tak bisa jadi tumpuan.

Warga setempat mengakui, kebiasaan ketiga bocah itu memakan sabun sudah lama dilakukan. Mereka juga mengakui sudah beberapa kali meminta Novri melarang adik-adiknya memakan sabun.

“Kalau mencuci di sungai, adik-adiknya makan sabun. Bahkan Novri juga. Ya terpaksa karena lapar, tak ada yang bisa dimakan,” kata warga.

Sang nenek mengakui hal tersebut. Namun ia menuturkan tak bisa berbuat apa-apa lantaran tak memunyai penghasilan.

Soriani kekinian hanya berharap perhatian dan bantuan pemerintah setempat. Dia mengklaim, tidak pernah mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH), kartu sehat, beras raskin, bahkan program bantuan sekolah buat cucu-cucunya.

“Tidak pernah saya dapatkan. Saya sendiri baru dengar ini,” kata Soriani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelaparan, Tiga Kakak Beradik Miskin Ini Hampir Tiap Hari Makan Sabun

Kelaparan, Tiga Kakak Beradik Miskin Ini Hampir Tiap Hari Makan Sabun

News | Senin, 24 Februari 2020 | 14:28 WIB

Ibu dan Ayah Pergi, 5 Bocah Tewas Terpanggang dalam Rumah

Ibu dan Ayah Pergi, 5 Bocah Tewas Terpanggang dalam Rumah

News | Sabtu, 08 Juni 2019 | 22:14 WIB

Diduga Biar Istri Jadi Caleg, Wabup Padang Lawas Utara Sebar Ratusan Amplop

Diduga Biar Istri Jadi Caleg, Wabup Padang Lawas Utara Sebar Ratusan Amplop

News | Selasa, 16 April 2019 | 14:44 WIB

Terkini

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan

3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity

Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen

Ekonom CORE Apresiasi Pemerintah Berkomitmen Jaga Defisit di bawah 3 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB

×