Suara.com - Identifikasi pertama corona bisa melalui kesadaran diri sendiri, yaitu dengan cara mengatahui gejala-gejalanya.
Secara umum, WHO menyatakan bahwa gejala awal corona biasanya akan mengalami demam, batuk kering, sesak napas, hingga napas pendek.
Kemudian setelah semakin parah, gejala-gejala tersebut akan menyebabkan pneumonia, gagalnya fungsi organ, hingga kematian.
Orang yang positif corona biasanya akan baik-baik saja di awal terinfeksi, sebab gejala baru akan muncul setelah 1-14 hari kemudian.
Sementara menurut Aljazeera.com, kebanyakan orang positif corona akan menimbulkan gejala lima hingga enam hari.
Journal of American Medical Association (JAMA) pada 7 Februari juga menyatakan bahwa gejala yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.
Sepertiga pasien juga melaporkan nyeri otot dan kesulitan bernapas, sementara sekitar 10 persen memiliki gejala atipikal, termasuk diare dan mual.
Selain itu, CDC juga menambahkan bahwa oang yang positif corona juga seringkali merasa kedinginan dan badan pegal atau sakit.
CDC menyarankan, apabila mengalami beberapa gejala tersebut maka segera datang ke dokter untuk dites air liur dan memastikannya.
Sejauh ini, para peneliti yakin jika awal penularan corona berawal dari hewan dengan inang kelelawar yang kemudian ditularkan antar manusia.
Orang yang terinfeksi corona bisa menularkan dari tetesan liur saat bernapas, berbicara, batuk, hingga bersin.
Beda Gejala Virus Corona dengan Flu Biasa
![Seorang pekerja menggunakan masker terdiam di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/03/85795-pekerja-di-jakarta-pakai-masker.jpg)
Awal gejala virus corona dan flu biasa memang dianggap sulit dibedakan karena sangat mirip. Gejala untuk infeksi virus corona adalah pilek, sakit kepala, batuk dan demam di mana gejala tersebut juga terjadi pada penderita flu biasa.
Melansir dari Global News Kanada, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Mount Sinai Allison McGeer menyatakan: "Corona menyulitkan para profesional medis. Akan sulit untuk mendektesi kasus coronavirus ringan karena gejaanya sama dengan dengan flu biasa."
Menurut McGeer, setiap penyakit pernapasan memiliki gejala yang hampir sama, begitu juga dengan corona.
“Setiap penyakit pernapasan menimbulkan gejala yang sama, seperti ingusan, hidung tersumbat, batuk, kadang-kadang sakit tenggorokan, semua terjadi karena lapisan hidung dan tenggorokan terganggu," kata McGreer kepada Global News.
Meskipun sulit dibedakan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menambahkan, bahwa orang dengan corona akan mengalami, flu, batuk, sesak nafas, sakit pada tubuh, dan kedinginan.
Dalam kasus yang lebih parah, virus dapat menyebabkan pneumonia, bronkitis, gagal ginjal, hingga kematian.
Sayangnya Menurut Robert Koch Instite (RKI), pasien corona yang baru terinfeksi biasanya tidak akan menimbulkan gejala spesifik sampai dengan 14 hari berikutnnya.
RKI menyarankan, apabila ragu dengan gejala yang dimiliki maka segeralah datang ke dokter untuk diambil sampel dahaknya.