Bicara Bullying, Nadiem Beberkan 3 Dosa dalam Unit Pendidikan di Indonesia

Dany Garjito, Rifan Aditya

Minggu, 08 Maret 2020 | 14:04 WIB
Bicara Bullying, Nadiem Beberkan 3 Dosa dalam Unit Pendidikan di Indonesia
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pidato saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membeberkan tiga dosa dalam unit pendidikan di Indonesia. Dosa-dosa itu, bagi Nadiem, harusnya diberi kartu merah.

Salah satu dosa yang dimaksudnya adalah kasus perundungan atau bullying.

"Menurut saya, itu suatu hal yang harusnya kartu merah. Bullying seperti itu harus ada penindakan yang tegas dari kepala sekolah kepada murid," kata Nadiem kepada Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier, Minggu (8/3/2020).

Melalui video berjudul "Kuliah Gak Penting!? feat Nadiem Makarim" itu, Mendikbud menjelaskan dosa-dosa lain dalam unit pendidikan di Indonesia.

Nadiem berkata, "Ada tiga dosa di dalam unit pendidikan kita. Menurut saya, harusnya kartu merah. Satu adalah intoleransi. Kedua adalah kekerasan atau bullying. Yang ketiga adalah pelecehan atau kekerasan seksual".

Menurutnya, tiga persoalan ini tidak perlu lagi diperdebatkan dan harus ada penindakannya yang tegas. Ia juga berharap ada pertanggungjawaban dari sekolah bahwa hal-hal seperti itu tidak terjadi di lingkungannya.

"Makanya di dalam Asesmen Kompetensi, yang mengganti UN itu yang sekarang cuma mengukur sekolahnya bukan mengukur muridnya, itu ada numerasi, literasi dan survei karakter," ujar Nadiem.

Ia melanjutkan, "Survei karakter ini pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi ekosistem di dalam sekolah. Well-being (kesejahteraan) dia, bullying, toleransi dan lain-lain, itu ditanyakan di situ. Ada skornya".

Nadiem mengakui bahwa selama ini sistem pendidikan di Indonesia tidak dapat mengukur situasi lingkungan di sekolah seperti itu.

baca juga

"Kita harus mengukur dan menindak. Selama ini kita buta terhadap situasi apa yang terjadi di dalam sekolah," ucapnya.

Bullying anak-anak pengaruh orang dewasa

Menurut Nadiem, maraknya kasus bullying anak-anak tidak terlepas dari pengaruh orang dewasa.

Kepada Deddy, Nadiem menjelaskan, "Kalau kita melihat topik bullying. Dari hasil PISA (Program Penilaian Pelajar Internasional) itu kelihatan sekali waktu kita mensurvei anak-anak Indonesia. Ini ironisnya, anak-anak Indonesia itu salah satu yang paling relatif bahagia. Tapi insiden bullying sangat tinggi".

Nadiem Makarim di video youtube Deddy Corbuzier (Screenshot YouTube Deddy Corbuzier)
Nadiem Makarim di video youtube Deddy Corbuzier (Screenshot YouTube Deddy Corbuzier)

Ia mengatakan bahwa bullying bukan hanya terjadi secara fisik. Sebab cyber bullying atau perundungan yang terjadi di media sosial jauh lebih susah dihilangkan.

Nadiem justru heran jika ada mengatakan maraknya kasus bullying anak-anak karena krisis karakter.

"Kalau mau melihat kondisi anak-anak kita apa yang terjadi, banyak orang bilang: Mas Menteri, anak-anak kita banyak yang bullying, ini kenapa? Ada krisis karakter? Langsung saya jawab balik, udah lihat enggak sosmed? Udah lihat enggak bullying yang terjadi antara orang dewasa?" ujarnya.

Deddy Corbuzier tertawa mendengar pernyataan Nadiem tersebut.

Nadiem melanjutkan, "Kalau Anda ingin melihat apa kondisi di anak kita, anak itu enggak pernah salah, yang selalu bertanggung jawab pada kondisi itu adalah orang dewasanya. Itu yang jadi panutan".

Bagi Nadiem, anak-anak melakukan bullying karena meniru perilaku orang dewasa.

"Makanya saya bertanya, kok kaget itu terjadi? Orang dewasanya aja saling membully di online. Mungkin orang dewasa sudah enggak dorong-dorongan di playground. Tapi kita ganti itu bullying, pindah ke sosmed. Dan ini tidak sehat sama sekali," katanya.

Nadiem merasa banyak orang dewasa tidak sadar bahwa perilakunya menjadi panutan anak-anak. Padahal dampaknya terhadap anak sangat berbahaya di zaman sekarang.

"Zaman sekarang anak-anak itu kalau di-bully lewat sosmed. Itu selama-lamanya ada di sosmed. Skala yang mengetahui bullying itu satu kelas, sekolah sampai teman-teman orang tuanya mengetahui. Bayangkan dampak dari trauma itu," ucapnya.

Ia menambahkan, "Dan itu enggak bisa di-solve hanya dengan satu pihak. Orang tua dan sekolah harus bertanggung jawab dan anak-anak harus menimbulkan kesadaran diri".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nadiem Berharap Program Kampus Merdeka Tetap Berjalan Meski Mendikbud Ganti

Nadiem Berharap Program Kampus Merdeka Tetap Berjalan Meski Mendikbud Ganti

News | Minggu, 08 Maret 2020 | 12:56 WIB

Ngaku Alami Perundungan, Siswi SMP di Kediri Depresi dan Ingin Bunuh Diri

Ngaku Alami Perundungan, Siswi SMP di Kediri Depresi dan Ingin Bunuh Diri

Jatim | Jum'at, 06 Maret 2020 | 16:30 WIB

Remaja 17 Tahun Bunuh Diri karena Di-bully, Pelakunya Datang ke Pemakaman

Remaja 17 Tahun Bunuh Diri karena Di-bully, Pelakunya Datang ke Pemakaman

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 15:03 WIB

Percepatan Dana BOS, Menteri Muhajir Rapat Bareng Nadiem dan Sri Mulyani

Percepatan Dana BOS, Menteri Muhajir Rapat Bareng Nadiem dan Sri Mulyani

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 12:36 WIB

Rentan, Begini Cara TikTok Lakukan Pencegahan Perundungan Siber

Rentan, Begini Cara TikTok Lakukan Pencegahan Perundungan Siber

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2020 | 08:50 WIB

Perguruan Tinggi di Jogja Pertanyakan Teknis Program Kampus Merdeka Nadiem

Perguruan Tinggi di Jogja Pertanyakan Teknis Program Kampus Merdeka Nadiem

Jogja | Jum'at, 28 Februari 2020 | 21:29 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB