Pemerintah Sebut 13 Pasien Positif Corona, 7 Kasus Tertular di Luar Negeri

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 09 Maret 2020 | 22:08 WIB
Pemerintah Sebut 13 Pasien Positif Corona, 7 Kasus Tertular di Luar Negeri
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 (Corona) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan 13 pasien baru positif Virus Corona. Total 19 pasien positif Virus Corona di Indonesia.

Tujuh dari 19 pasien positif Virus Corona adalah kasus imported case atau pasien yang tertular di luar negeri. Pasien-pasien tersebut yakni pertama pasien 07 perempuan berusia 59 tahun.

Yurianto menuturkan pasien tersebut baru datang dari luar negeri dengan menunjukkan gejala. Setelah dilakukan pemeriksaan baru dinyatakan positif Virus Corona. Adapun saat ini kondisinya sakit ringan sedang dan stabil.

"Kami identifikasi kasus nomor 07, perempuan, 59 tahun, kondisinya nampak sakit ringan sedang, stabil. Ini kasus imported case, yang bersangkutan baru kembali dari luar negeri dan menunjukkan gejala lalu dilakukan pemeriksaan PRC 4 hari lalu dan genome sequencing 4 hari lalu, hasilnya hari ini positif," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Adapun pasien 08 yakni laki-laki 65 tahun yang tertular dengam pasien 07. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

"Karena memang suami istri, kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen karena sebelum kontak 07, 08 sudah sakit duluan tapi bukan sakit COVID-19, sakit diare ditambah riwayat diabetes, dan sekarang sakit karena 07 sakit sedang berat," ucap dia.

Kasus imported case kedua yakni kasus 09 yakni perempuan berusia 55 tahun. Pasien 09 merupakan pasien yang tertular Virus Corona saat berada di luar negeri.

"Kasus 09, perempuan, 55 tahun kondisi sekarang nampak sakit ringan sedang tanpa ada penyakit penyulit sebelumnya, pasien ini juga imported case bukan bagian dari klaster manapun, datang dari luar negeri," tutur Yurianto.

Untuk kasus 10 yakni pasien laki-laki WNA berusia 29 tahun. Namun kasus 10 bukan imported case, namun bagian dari kasus penelusuran dari kasus 01. Kondisi pasien tersebut mengalami sakit ringan sedang.

baca juga

Kemudian untuk kasus 11, yakni WNA perempuan berusia 54 tahun. Kasus 11 juga bukan kasus imported case, melainkan bagian dari penelusuran dari kontak kasus 01.

Selanjutnya pasien 11 WNA perempuan berusia 54 tahun dan pasien 12 laki-laki berusia 31 tahun merupakan bagian dari peneluran kontak dari kasus 01.

Sementara pasien 13 perempuan berusia 16 tahun merupakan penelusuran subklaster dari pasien nomor 03.

Kemudian kasus imported ketiga pasien yakni kasus 14 laki-laki berusia 50 tahun. Saat ini kondisinya sakit ringan sedang, imported case. Kasus imported case keempat yakni kasus 15 bisa perempuan berusia 43 tahun

Adapun kasus 16 yakni perempuan berusia 17 tahun. Perempuan tersebut terkait kontak erat dengan pasien kasus 15.

Kasus kelima imported case yakni kasus 17 laki-laki berusia 56 tahun, kasus keenam yakni kasus 18 yaitu laki-laki berusia 55 tahun dan kasus ketujuh kasus 19 laki-laki berusia 40 tahun.

"Kasus 17, laki-laki berusia 56 tahun ini imported case, kasus 18, laki-laki berusia 55 tahun ini juga imported case, kasus 19, laki-laki, 40 tahun, ini juga imported case," ucap dia.

Yurianto menyebut kasus imported case berasal tiga negara. Namun ia tak menyebut tiga negara yang didatangi WNI yang terkena kasus corona.

"(Imported case) Dari tiga negara," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RSPI Sulianti Saroso Rawat 6 Pasien Positif Corona, Termasuk 2 WNA

RSPI Sulianti Saroso Rawat 6 Pasien Positif Corona, Termasuk 2 WNA

News | Senin, 09 Maret 2020 | 21:52 WIB

Empat Pasien di Banyumas Negatif Virus Corona, Satu Pasien Masih Diisolasi

Empat Pasien di Banyumas Negatif Virus Corona, Satu Pasien Masih Diisolasi

Jawa Tengah | Senin, 09 Maret 2020 | 21:50 WIB

WNI Positif Corona Naik Jadi 19 Orang, Istana: Jangan Panik, Bukan Wuhan

WNI Positif Corona Naik Jadi 19 Orang, Istana: Jangan Panik, Bukan Wuhan

News | Senin, 09 Maret 2020 | 21:31 WIB

Wabah Corona, JIS Tutup Sekolah Sementara Mulai Selasa Besok

Wabah Corona, JIS Tutup Sekolah Sementara Mulai Selasa Besok

News | Senin, 09 Maret 2020 | 21:14 WIB

Tambah Lima RS Rujukan Corona, Pemprov DKI Siapkan 125 Kamar Isolasi

Tambah Lima RS Rujukan Corona, Pemprov DKI Siapkan 125 Kamar Isolasi

News | Senin, 09 Maret 2020 | 21:01 WIB

Mafindo: Hoaks Virus Corona Lebih Bahaya dari Penyakit Itu Sendiri

Mafindo: Hoaks Virus Corona Lebih Bahaya dari Penyakit Itu Sendiri

Tekno | Senin, 09 Maret 2020 | 20:49 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×