Data Risiko Corona di KRL Tersebar, Gubernur Anies: Itu untuk Internal

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 11 Maret 2020 | 20:26 WIB
Data Risiko Corona di KRL Tersebar, Gubernur Anies: Itu untuk Internal
Gubernur Anies saat memaparkan risiko tinggi penularan virus corona di angkutan publik. (istimewa).

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi tersebarnya informasi mengenai Kereta Rel Listrik rute Bogor-Depok-Jakarta sebagai sarana transportasi yang paling rawan tersebar Virus Corona.

Menurutnya data tersebut tidak ditujukan untuk menjadi konsumsi publik.

Meski begitu, Anies tak membantah soal data yang sudah beredar tersebut. Ia mengakui informasi itu merupakan salah satu bagian dari pemaparannya dalam rapat terbatas yang dihadiri para pimpinan BUMD hingga perangkat daerah lainnya pada Rabu (11/3/2020) pagi.

"Tadi dikumpulkan seluruh jajaran, baik kepala OPD maupun pimpinan BUMD, untuk menyampaikan semua potensi resiko," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Dalam pemaparannya, Anies menyebut data tersebut bertujuan untuk menjadi acuan dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona agar pihaknya bisa mengetahui langkah yang harus dilakukan.

"Jadi ini tujuannya untuk internal, supaya bisa bersiap dan bisa melakukan langkah-langkah mitigasi. Jadi itu sebetulnya," jelasnya.

Menurutnya dalam rapat itu, Anies tak hanya membahas soal penyebaran Virus Corona di transportasi umum. Ia menyebut data pemetaan itu bukan sebagai kasus yang diungkap ke publik.

"Itu bukan bahwa saat ini ada kasus, bukan, tapi bahwa saat ini kita punya potensi risiko-risiko, salah satunya adalah transportasi, tapi juga yang aspek-aspek lain," katanya.

Sebelumnya, Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dinilai tak luput dari penyebaran virus corona. Commuter rute Bogor-Depok-Jakarta Kota menjadi sarana transportasi umum yang memiliki potensi tertinggi penyebaran virus dari China itu.

baca juga

Data ini terungkap dalam rapat pimpinan yang diadakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Rabu (11/3/2020). Rapat yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menghadirkan seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI dan pihak terkait lainnya.

Tertulis dalam paparan yang disampaikan Anies mengenai waspada risiko Covid-19 via transportasi publik, rute KRL-2 itu memiliki potensi resiko tertinggi.

"Risiko Kontaminasi terbesar terjadi di wilayah KRL-2 atau rute Bogor-Depok-Jakarta Kota," tulis paparan dalam presentasi Anies itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Tak Lock Down Jakarta: Butuh Gerakan Semesta Hentikan Corona

Anies Tak Lock Down Jakarta: Butuh Gerakan Semesta Hentikan Corona

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 19:52 WIB

Kasus Covid-19 Menurun, Wuhan Akhirnya Tutup 16 Rumah Sakit Sementara

Kasus Covid-19 Menurun, Wuhan Akhirnya Tutup 16 Rumah Sakit Sementara

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 20:19 WIB

Alasan WNA Pasien Covid-19 yang Meninggal Tak Diungkap Identitasnya

Alasan WNA Pasien Covid-19 yang Meninggal Tak Diungkap Identitasnya

Video | Rabu, 11 Maret 2020 | 19:45 WIB

Terungkap! 58 Warga Depok Diduga Terinfeksi Virus Corona, dalam Pengawasan

Terungkap! 58 Warga Depok Diduga Terinfeksi Virus Corona, dalam Pengawasan

Jabar | Rabu, 11 Maret 2020 | 19:23 WIB

Rute Bogor-Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Corona, Begini Langkah KAI

Rute Bogor-Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Corona, Begini Langkah KAI

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 19:08 WIB

Cegah Corona, Mantan Menkes Ini Minta Kemdikbud Larang Cium Tangan

Cegah Corona, Mantan Menkes Ini Minta Kemdikbud Larang Cium Tangan

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 19:15 WIB

Terkini

Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran

Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:19 WIB

Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa

Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:13 WIB

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:08 WIB

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:04 WIB

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:59 WIB

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:49 WIB

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:31 WIB

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:28 WIB

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:27 WIB

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:12 WIB